Home / Health Info / Jangan Sepelekan Nyeri Kepala!

Jangan Sepelekan Nyeri Kepala!

Nyeri  kepala dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit saraf yang serius, seperti stroke, tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, dan infeksi otak.

Secara umum nyeri kepala dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang muncul akibat respons terhadap stres (baik fisik maupun psikis). Nyeri kepala primer sendiri dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Tension Headache, Migrain, dan Cluster Headache.

Tension Headache merupakan jenis nyeri kepala yang paling banyak dikeluhkan pasien dengan gejala rasa sakit pada kedua sisi kepala seperti terikat kencang dan terkadang rasa sakitnya sampai ke leher. Biasanya nyeri kepala jenis ini disebabkan oleh stress, kelelahan, kurang tidur, atau otot tegang.

Sedangkan migraine merupakan nyeri kepala berdenyut di salah satu sisi kepala, yang biasanya berlangsung selama beberapa jam. Penderita migraine juga biasanya menjadi sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau.

Nyeri kepala primer Cluster Headache adalah nyeri kepala pada daerah sekitar mata atau di belakang mata. Rasanya seperti tertusuk-tusuk dan biasanya disertai dengan gejala lain, seperti hidung tersumbat, mata merah dan berair di salah satu mata yang sakit. Umumnya Cluster Headache lebih banyak diderita oleh pria.

Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala dengan disertai gejala gangguan saraf seperti kejang-kejang, mata juling, penglihatan ganda, dan kelemahan di salah satu alat gerak. Nyeri kepala sekunder dapat disebabkan oleh adanya kelainan patologis pada otak. Kelainan ini dapat berupa tumor otak, stroke, thrombosis (sumbatan pada arteri), hipertensi berat (maligna), infeksi otak (meningitis, encephalitis, abses), atau kelainan pembuluh darah otak, seperti aneurisma dan AVM (artiriovenous malformation). Nyeri kepala ini yang harus diwaspadai dan harus mendapatkan penanganan medis dengan segera.

Segera berkonsultasi kepada dokter bila sakit kepala didukung dengan beberapa kondisi, misalnya memiliki riwayat penyakit kronis lain seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, dan diabetes; terjadi nyeri kepala yang sangat hebat; keluhan nyeri kepala tidak hilang dengan obat-obatan yang biasa diminum, dan nyeri terjadi pada daerah wajah atau di sekitar mata.

Selain itu, waspadalah dan segera ke UGD rumah sakit terpercaya, bila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Nyeri kepala yang luar biasa hebatnya dan mendadak
  • Nyeri kepala bertambah berat secara cepat
  • Nyeri kepala disertai penurunan kemampuan konsentrasi dan berpikir
  • Terjadi penurunan kesadaran
  • Terjadi perubahan dalam kemampuan berbicara
  • Mengalami kelemahan, rasa baal, atau kesulitan berjalan, disertai gangguan penglihatan
  • Leher atau tengkuk terasa kaku atau nyeri
  • Nyeri disertai keluhan pusing berputar, seperti ruangan terbalik, atau rasa akan jatuh ke satu sisi
  • Nyeri kepala terjadi setelah benturan kepala
  • Nyeri kepala disertai demam (suhu lebih dari 38°C)

Tindakan untuk mengatasi nyeri kepala adalah dengan pain management yaitu dengan farmakoterapi (menggunakan obat-obatan), fisioterapi, dan psikoterapi. Namun apabila dari gejala yang muncul menunjukkan kemungkinan terjadinya nyeri kepala sekunder, maka sebaiknya dilakukan proses screening dengan MRI atau CT Scan untuk melihat kemungkinan adanya kelainan pada daerah otak.