Home / Patient Story / Eka Hospital Hapus Air Mata Kami

Eka Hospital Hapus Air Mata Kami

Setelah tiga minggu kelahiran Nurin Qurrota Aini, didapati sedikit lebam pada ujung bagian bawah hidungnya. Dokter mengatakan ada tumor jinak yang tumbuh di pembuluh darahnya. Atas nasihat orangtua, aku pun membawa Nurin berobat ke Eka Hospital.

Pada tanggal 13 Mei, anak kelima kami lahir di usiaku yang dapat dikatakan tidak muda lagi, 40 tahun. Putri kecil nan cantik dan lucu tersebut kami beri nama Nurin Qurrota Aini. Setelah tiga minggu kelahiran Nurin, terlihat ada sedikit lebam pada ujung bagian bawah hidungnya. Pada awalnya, aku berpikir ini adalah akibat keteledoranku yang telah lalai menjaga Nurin. Namun setelah dua minggu berselang, ternyata lebam tersebut semakin membesar bahkan menutupi hampir semua permukaan hidung putri kami.

Perasaanku sebagai seorang ibu mengatakan bahwa kemungkinan ini adalah tumor karena semakin lama hidungnya semakin membengkak, namun aku mencoba untuk menepis pikiran negatif tersebut. Akhirnya aku dan suami memutuskan membawa Nurin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Ternyata dugaanku benar, dokter mengatakan ada tumor jinak yang tumbuh di pembuluh darah Nurin, namun tidaklah berbahaya.

Menurutnya, dalam jangka waktu dua tahun tumor itu akan hilang dengan sendirinya, tanpa perlu ada tindakan ataupun pemberian obat-obatan. Namun, rasa gelisah dan resah terus menghantuiku, tatkala lebam di hidung Nurin tak kunjung berubah, bahkan semakin berwarna lebam. Sekali lagi kami memutuskan untuk membawa Nurin ke rumah sakit lainnya agar kami dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan suatu tindakan pengobatan.

Kekecewaan kami kembali menghampiri, tatkala sang dokter memberikan jawaban yang serupa dengan dokter sebelumnya. Beliau menyarankan apabila pada usia 3 bulan nanti lebam telah menutupi hidung sehingga Nurin sulit untuk bernapas, baru akan diambil tindakan operatif. Tidak puas, kami pun terus mendatangi berbagai dokter spesialis, dari spesialis anak, dokter bedah plastik, sampai terapis herbal telah kami datangi demi kesembuhan putri mungil kami.

Ya, Nurin kecil kami menderita hemangioma. Hidung Nurin dalam waktu 3 bulan terus membesar dan berwarna biru lebam, hingga menyerupai belalai gajah dan membuat siapa saja yang melihatnya merasa takut, kasihan, dan sedih. Dalam keadaan hampir putus asa, orangtua mengajak aku untuk membawa Nurin berobat ke Eka Hospital. Setibanya kami di rumah sakit yang bermoto “Care for Better Health” tersebut, dokter THT segera merujuk Nurin kepada dokter spesialis bedah plastik, Dr. Ferdinand, SpBP. Terlihat jelas kerja sama tim dokter yang sangat baik dalam menangani pasien di Eka Hospital. Keluhan kami ditangani dengan sigap dan profesional, sehingga Nurin pun segera mendapatkan pengobatan.

Kami pun bersujud dan mengucapkan syukur, akhirnya rasa sedih yang menghantui kami pun sirna. Doa yang kami panjatkan siang dan malam terjawab sudah. Lewat tangan Dr. Ferdinand, SpBP, penyakit Nurin berangsur pulih kembali. Selain itu, dokter bedah plastik yang sangat piawai itu pun memberikan dukungan moral kepada kami agar kuat dalam menghadapai ujian ini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Eka Hospital Pekanbaru yang telah memberikan pelayanan yang sangat baik, dan juga kepada Dr. Ferdinand, SpBP yang dengan sabar terus mengikuti perkembangan kondisi Nurin. Apa yang telah diberikan Eka Hospital akan kami kenang selama hayat hidup kami, dan telah menghapus air mata kami yang terus mengalir selama ini. Semoga Eka Hospital tetap jaya dan senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik.