close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Layanan Emergency
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Artikel Kesehatan

Demam Tifoid Pada Anak: Apa Yang Perlu Diketahui Dan Diwaspadai Orangtua

Demam Tifoid pada anak

Demam tifoid adalah infeksi yang serius dan terkadang mengancam jiwa. Penyakit ini kebanyakan timbul di negara atau daerah berkembang yang memiliki sanitasi buruk dan sulit mendapatkan air bersih. Demam tifoid juga rentan dialami oleh anak-anak.

Apa penyebab demam tifoid pada anak?

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi (S. typhi), yang berkerabat dengan bakteri salmonella penyebab keracunan makanan. Bakteri ini biasanya hidup pada manusia dan dikeluarkan melalui kotoran (kotoran) atau urine (kencing) seseorang.

Anak bisa mengalami infeksi akibat mengonsumsi  makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Saat bakteri masuk ke dalam tubuh, mereka dengan cepat berkembang biak dan menyebar ke aliran darah.

Cara infeksi yang paling sering terjadi adalah ketika anak-anak mengonsumsi makanan atau minuman tanpa cuci tangan dulu sehabis bermain.

Apa tanda dan gejala demam tifoid?

Demam tifoid bisa datang tiba-tiba atau sangat bertahap selama beberapa minggu. 

Penyakit ini biasanya menyebabkan: 

  • Demam tinggi
  • Sakit perut
  • Pegal-pegal satu atau dua minggu setelah terpapar bakteri (namun terkadang setelahnya).

Jika infeksi tidak diobati maka anak bisa mengalami:

  • Penurunan berat badan
  • Perut bengkak atau kembung
  • Munculnya ruam merah di dada bagian bawah atau perut bagian atas
  • Jika tidak diobati demam tifoid dapat berlangsung sebulan atau lebih dan menjadi sangat serius, bahkan mengancam jiwa.

Dalam kebanyakan kasus, gejala mulai hilang pada minggu ketiga dan keempat, selama penyakit tersebut tidak menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Kadang-kadang, setelah penyakitnya hilang, penyakit itu bisa kembali lagi.

Setelah sembuh dari demam tifoid, beberapa orang menjadi pembawa bakteri tersebut. Ini berarti bahwa mereka tidak memiliki gejala, tetapi memiliki bakteri di dalam tubuh mereka dan dapat menularkannya kepada orang lain.

Bagaimana demam tifoid didiagnosis?

Untuk mendiagnosis demam tifoid, dokter memeriksa gejala seseorang melalui pemeriksaan fisik dan penunjang serta bertanya tentang riwayat kesehatan dan perjalanan terakhirnya. Mereka biasanya mengambil sampel feses (kotoran), urine (kencing), atau darah dan mengujinya untuk mengetahui penyakitnya.

Bagaimana demam tifoid diobati?

Demam tifoid dapat diobati dengan antibiotik yang akan membunuh bakteri. Dokter biasanya akan menyuruh anak untuk minum obat yang sudah diresepkan. Obat akan terus disarankan untuk dikonsumsi bahkan saat kondisi sudah membaik, ini karena berhenti mengonsumsi obat terlalu cepat dapat menyebabkan beberapa bakteri yang masih tersisa di dalam tubuh terus berkembang biak.

Kondisi anak mulai akan membaik dalam 2-3 hari setelah pengobatan. Jangan lupa beri anak banyak minum untuk mencegah dehidrasi. Bila anak mengalami dehidrasi parah akibat diare mungkin perlu mendapatkan cairan infus (intravena) di rumah sakit atau fasilitas perawatan medis lainnya.

Anak-anak yang juga menderita tipes bisa ditambah obat Acetaminophen untuk menurunkan demam. Namun jika gejala bertahan lama, hilang dan muncul kembali, atau muncul gejala baru makan segera hubungi dokter.

Penderita demam tifoid harus tinggal di rumah sampai penyakitnya sembuh dan dokter memastikan bakterinya hilang. 

Bisakah demam tifoid dicegah?

Cara mencegah demam tifoid dapat dilakukan dengan mengajari anak mencuci tangan sebelum makan dan minum serta mendapatkan vaksin tifoid dari dokter.

Bila Anda menduga si Kecil mengalami demam tifoid, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Poliklinik Anak Family Hospitals

Masalah kesehatan anak seperti di atas bisa ditangani di poliklinik anak Family Hospitals. Di poliklinik ini menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas dengan dokter-dokter yang berpengalaman, profesional serta ramah.

Untuk menyenangkan anak-anak saat berobat, ruang poliklinik didesain khusus dengan melukis tokoh kartun pada dinding koridor serta tempat bermain di ruang tunggu. Ada juga ruang menyusui dan ruang ganti bayi di klinik.

Penyakit yang ditangani di poliklinik anak family hospitals antara lain:

  • Gangguan alergi dan imunologi
  • Gangguan pulmonologi seperti asma dan pneumonia
  • Gangguan saluran kemih dan ginjal seperti infeksi saluran kemih dan hidronefrosis
  • Gangguan gastrointestinal seperti diare, konstipasi, Irritable Bowel Syndrome (IBS) dan Typhoid Fever
  • Gangguan neurologi seperti epilepsi dan kejang demam.

Sementara itu pelayanan yang diberikan di poliklinik anak family hospitals sebagai berikut:

  • Diagnosis dan Tatalaksana Kesehatan Dasar
  • Imunisasi Dasar dan Booster
  • Asesmen Pertumbuhan dan Perkembangan
  • Children’s Dentistry by Radental
  • Nefrologi Anak
  • Neurologi Anak 
  • Gastrologi Anak
  • Neonatologi.

Dokter Spesialis Anak di Family Hospital

Anda bisa menemukan dokter spesialis anak terbaik di pusat layanan Family Hospital, karena ada baiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu. Dokter akan memeriksa kesehatan anak dan merekomendasikan perawatan yang baik untuk anak

1. dr. Irene Melinda Louis, Sp.A
dr. Irene Melinda Louis, Sp.A adalah seorang dokter spesialis anak lulusan dari Universitas Sam Ratulangi untuk pendidikan dokter umum dan Department of Pediatrics Davao Doctors Hospital Philippines untuk pendidikan spesialis anak.

Beliau mengikuti berbagai pelatihan atau kursus seperti Manajemen Makanan Pendamping ASI (MPASI), Patient Safety Workshop, Workshop SPSS basic & Research methodologies, dan masih banyak lagi.

Beliau tergabung dalam asosiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

2. dr. Boris Januar, Sp. A
dr. Boris Januar, Sp. A adalah seorang dokter spesialis anak lulusan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya untuk pendidikan dokter umumnya dan juga merupakan lulusan Universitas Indonesia (UI) untuk pendidikan spesialis anak.

Beliau tergabung dalam asosiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

3. dr. Dasman, Sp.A
dr. Dasman, Sp.A adalah dokter spesialis anak lulusan dari Universitas Tarumanegara (Untar) untuk pendidikan dokter umum dan lulusan Adventist Medical Center Manila untuk pendidikan spesialisnya.

Beliau juga mengikuti pelatihan PALS dan juga Neonatal Resuscitation Course. Tak hanya itu ia juga punya pengalaman yang banyak di bidangnya seperti pernah membantu persalinan bayi dengan kondisi prematur 30 minggu dengan berat 1.100 gram saat bekerja di RSUD Trikora Salakan. Akhirnya bayi dan sang ibu selamat dan juga sang anak lahir dalam keadaan sehat.

Beliau juga pernah menangani pasien anak dengan syok karena demam berdarah saat masih bertugas di RSUD Trikora Salakan dan pasien selamat.

dr. Dasman, Sp.A tergabung dalam asosiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

4. dr. Andy Setiawan, Sp.A
dr. Andy Setiawan, Sp.A adalah dokter spesialis anak lulusan dari Universitas Indonesia (UI) untuk pendidikan dokter umum dan spesialisasi, dan juga lulusan Fellow Neonatology – FKUI RSCM untuk subspesialis.

Beliau mengikuti banyak pelatihan dan kursus seperti Module 1: Delivery Room Management, Module 2: Surfactant and Non-Invasive Ventilation, Module 3; Mechanical Ventilation of the Newborn, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Beliau bahkan menyabet beberapa penghargaan seperti KOLEGIUM KESEHATAN ANAK INDONESIA, Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Bayi Berat Lahir Rendah, dan Workshop ‘Klinis Praktis Penanganan Bayi di NICU’. 

Beliau tergabung dalam asosiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

5. dr. Harris Alfan, Sp.A
dr. Harris Alfan, Sp.A adalah dokter spesialis anak lulusan dari Universitas Katolik Atmajaya untuk pendidikan dokter umum dan University of Santo Tomas Hospital, Manila, Philippines untuk pendidikan spesialisasi.

Beliau tergabung dalam asosiasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).


Jika ingin berkonsultasi dengan dokter-dokter di atas atau dokter spesialis kandungan yang dimiliki Grand Family Hospital, Anda bisa buat janji melalui layanan Appointment Center Eka Hospital di 1-500-129 atau buat janji konsultasi dengan dokter via booking dokter Eka Hospital.

  • Kids Health. https://www.kidshealth.org.nz/typhoid-fever#:~:text=Once%20your%20child%20is%20infected,39%20to%2040%20degrees%20Celsius
    Diakses pada 8 Mei 2023
  • Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/typhoid.html
    Diakses pada 8 Mei 2023
  • NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/
    Diakses pada 8 Mei 2023

Dokter Terkait

dr. Betty Agustina Sihaloho, Sp.A

Anak

hospital EKA Hospital Bekasi

dr. Angelica Ipardjo, Sp.A, CIMI

Anak

hospital RSIA Family

dr. Ganda Ilmana, Sp.A

Anak

hospital EKA Hospital Bekasi

Artikel Terkait

Ini Gejala dan Cara Menangani Konstipasi pada Anak

Mengenal Irritable Bowel Syndrome (IBS) pada Anak: Gejala dan Penanganannya

Fakta Sistokel yang Wajib Diwaspadai dan Cara Pencegahannya

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

logo