close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Layanan Emergency
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Artikel Kesehatan

Mengenal Operasi Miom: Jenis, Manfaat, Dan Tujuannya

Operasi Miom

Operasi miom adalah prosedur medis untuk mengangkat fibroid rahim. Fibroid adalah pertumbuhan abnormal yang terdiri dari jaringan ikat dan sel otot. Hal ini dilakukan untuk mengatasi pendarahan yang berat dan juga menghancurkan miom-miom berukuran kecil.

Operasi miom juga dilakukan untuk mengangkat fibroid rahim yang disebut leiomyomas, pertumbuhan non-kanker yang umumnya muncul di rahim. Fibroid rahim biasanya berkembang pada masa-masa subur, namun wanita usia berapa pun bisa mengalaminya.

Seorang wanita bisa memiliki satu atau bahkan banyak fibroid dengan ukuran yang bervariasi. Selama operasi miom, ahli bedah akan mengangkat fibroid tetapi mempertahankan jaringan di rahim sehingga tetap bisa hamil.

Operasi miom adalah alternatif dari histerektomi yang mengangkat rahim, leher rahim, dan fibroid rahim. Mari simak penjelasannya lebih lanjut melalui artikel ini.

Kapan tindakan ini diperlukan?

Jika fibroid menyebabkan gejala hingga mengganggu aktivitas normal pasien maka dokter akan merekomendasikannya.. 

  • Ada juga beberapa alasan mengapa tindakan operasi ini perlu dilakukan di antaranya adalah:
  • Pasien berencana untuk melahirkan anak
  • Dokter mencurigai fibroid rahim mungkin mengganggu kesuburan pasien
  • Pasien ingin menjaga rahimnya

Risiko operasi

Operasi miom memiliki tingkat komplikasi yang rendah, namun bukan berarti tidak memiliki risiko. Berikut ini beberapa risiko tindakannya :

  • Pendarahan yang berlebihan: wanita yang mengalami leiomioma rahim biasanya memiliki darah rendah atau anemia akibat pendarahan menstruasi yang berat, sehingga mereka berisiko lebih tinggi mengalami masalah kehilangan banyak darah. Karena itu dokter akan menyarankan cara untuk meningkatkan jumlah darah sebelum melakukan operasi.
  • Komplikasi kehamilan atau persalinan: tindakan ini dapat meningkatkan risiko tertentu selama persalinan jika pasien tengah hamil. Jika ahli bedah harus membuat sayatan yang dalam di dinding rahim, dokter yang mengelola kehamilan berikutnya mungkin merekomendasikan persalinan sesar untuk menghindari  rahim robek selama persalinan, komplikasi kehamilan yang sangat terjadi. Fibroid sendiri juga terkait dengan komplikasi kehamilan.
  • Jaringan parut: sayatan ke dalam rahim untuk menghilangkan fibroid dapat menyebabkan perlengketan, yaitu pita jaringan parut yang dapat berkembang setelah operasi.

Jenis-jenis Operasi Miom

Ada tiga jenis utama operasi miom yaitu:

  • Miomektomi terbuka (atau miomektomi perut)
  • Miomektomi laparoskopik atau robotik invasif minimal
  • Miomektomi histeroskopi

Keputusan tentang jenis miomektomi apa yang akan dilakukan didasarkan pada beberapa faktor seperti:

  • Ukuran fibroid
  • Jumlah fibroid
  • Di mana fibroid berada di rahim

Apa yang bisa dilakukan sebelum operasi miom?

Dokter akan memberitahu pasien tentang persiapan apa pun yang harus dilakukan pasien sebelum operasi. Ini termasuk petunjuk kapan harus berhenti makan dan minum, atau jika pasien harus berhenti minum obat tertentu.

Dokter akan membahas instruksi pasca-operasi, seperti berapa lama pasien akan dirawat di rumah sakit atau pusat bedah, dan jenis modifikasi apa yang harus pasien lakukan untuk gaya hidupnya saat mulai pemulihan.

Tanyakan pada dokter setiap pertanyaan yang dimiliki sebelum operasi agar pasien bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Pada hari operasi hal-hal berikut ini mungkin terjadi:

  • Tenaga medis akan memasukkan infus ke pembuluh darah di lengan atau tangan. Ini akan memberikan pasien cairan dan obat-obatan selama operasi. Pasien juga menerima anestesi melalui infus sehingga tidak merasakan sakit selama prosedur berlangsung.
  • Tenaga medis akan memasang monitor untuk mengukur detak jantung pasien dan tanda-tanda vital lainnya selama operasi.
  • Tenaga medis akan memasukkan kateter untuk mengosongkan kandung kemih pasien selama operasi.

Berapa lama operasi miom berlangsung?

Tergantung pada jenis operasi, lokasi fibroid, dan berapa banyak fibroid yang perlu diangkat oleh dokter ahli bedah. Rata-rata, operasi miom biasanya memakan waktu antara dua dan tiga jam.

Cara mencegah kemungkinan komplikasi bedah

Untuk meminimalkan risiko operasi miom, dokter dapat merekomendasikan: 

  • Suplemen zat besi dan vitamin: jika pasien menderita anemia defisiensi besi akibat periode menstruasi yang berat, dokter mungkin merekomendasikan suplemen zat besi dan vitamin untuk memungkinkan pasien menambah jumlah darah sebelum operasi.
  • Perawatan hormon: cara lain untuk memperbaiki anemia adalah pengobatan hormonal sebelum operasi. Dokter mungkin meresepkan agonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH), pil KB, atau obat hormonal lainnya untuk menghentikan atau mengurangi aliran menstruasi pasien. Saat ini diberikan sebagai terapi, agonis GnRH memblokir produksi estrogen dan progesteron, menghentikan menstruasi dan memungkinkan pasien membangun kembali simpanan hemoglobin dan zat besi.
  • Terapi untuk mengecilkan fibroid: beberapa terapi hormonal, seperti terapi agonis GnRH, juga dapat mengecilkan fibroid dan rahim pasien untuk memungkinkan ahli bedah melakukan bedah invasif minimal. Seperti sayatan horizontal yang lebih kecil daripada sayatan vertikal, atau prosedur laparoskopi sebagai pengganti prosedur bedah terbuka.

Pemulihan setelah operasi miom

Pemulihan bergantung pada jenis prosedur yang dilakukan pada pasien. Beberapa tindakan membutuhkan waktu pemulihan yang berbeda. Pasien mungkin akan merasakan sakit selama beberapa hari pertama.

Dokter akan memberi pasien obat untuk rasa sakit. Dokter juga akan mendorong pasien menggerakkan kaki atau berjalan-jalan kecil setelah operasi untuk mencegah pembekuan darah.

Dengan operasi miom terbuka, pemulihan penuh sebelum kembali ke aktivitas normal dapat memakan waktu hingga enam minggu.

Setelah miomektomi laparoskopi, pasien dapat pulang pada hari yang sama. Pemulihan di rumah sekitar dua hingga empat minggu. Jika prosedur dilakukan secara histeroskopi, pemulihan penuh dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari.

Hasil dari operasi miom

Meredakan gejala: setelah operasi, sebagian besar wanita mengalami kelegaan dari tanda dan gejala yang mengganggu seperti pendarahan menstruasi yang berlebihan dan nyeri serta tekanan panggul
Meningkatkan kesuburan: wanita yang menjalani miomektomi laparoskopi dengan atau tanpa bantuan robot, memiliki hasil kehamilan yang baik dalam waktu sekitar satu tahun setelah operasi. Setelah miomektomi. Waktu tunggu yang disarankan adalah tiga sampai enam bulan sebelum mencoba konsepsi agar rahim memiliki waktu untuk sembuh.

Pelayanan kebidanan dan kandungan di Grand Family Hospital

Grand Family Hospital menjadi rumah sakit pilihan untuk mengatasi masalah di atas. Rumah sakit ini memiliki pelayanan khusus kebidanan dan kandungan yang bisa diandalkan.

Pelayanan kebidanan dipimpin tim dokter yang berpengalaman yang akan memberikan pelayanan kesehatan komprehensif untuk kehamilan mulai dari perencanaan kehamilan hingga pasca-melahirkan.

Layanan yang ditawarkan antara lain:

  • Pemeriksaan kandungan rutin
  • Kehamilan resiko tinggi
  • USG 4D
  • Tes antenatal non-invasive prenatal testing (NIPT) untuk mendeteksi kelainan kromosom janin sejak di dalam kandungan.

Sementara itu, pelayanan kandungan memiliki dokter spesialis kandungan yang profesional dan berpengalaman. Beberapa yang ditangani antara lain:

  • Pelayanan ginekologi dari pemeriksaan tahunan
  • Keluarga berencana
  • Konsultasi masalah kesuburan atau infertilitas
  • Konsultasi dan deteksi awal untuk masalah gangguan pada kandungan atau organ reproduksi. 

Penyakit yang ditangani di pelayanan kebidanan dan kandungan di Grand Family Hospital antara lain:

  • Kehamilan
  • Layanan kontrasepsi
  • Infertilitas
  • Gangguan hormon
  • Kelainan janin
  • Prolaps uteri
  • Keputihan
  • Vaginal dryness
  • Inkontinensia urin
  • Vaginal laxity
  • Miom
  • Kista
  • Polip serviks
  • Kanker leher rahim (serviks) dan kandungan
  • Kelainan anatomi atau kelainan bawaan saluran genitalia wanita
  • Keluhan pasca-persalinan seperti inkontinensia alvi atau urin dan robekan jalan lahir
  • Sistokel dan rektokel.

Sementara itu pelayanan yang diberikan di pelayanan kebidanan dan kandungan di Grand Family Hospital sebagai berikut:

  • Kehamilan Normal dan Risiko Tinggi
  • Operasi Laparoskopi Diagnostik dan Terapeutik 
  • Pemeriksaan Ginekologi Dasar
  • Pemeriksaan Antenatal 
  • Deteksi Kanker Ginekologi Dini 
  • Operasi Ginekologi 
  • Asesmen Menopause 
  • Kolposkopi 
  • Ultrasound (3D/4D)
  • Perencanaan Keluarga
  • Maternity Counsellor yang akan mendampi ibu dari kehamilan, persalinan dan pasca-persalinan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Grand Family Hospital

Bila saat ini Anda memiliki keluhan tentang miom dan ingin melakukan operasi miom, segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Grand Family Hospital. 

Masalah dan keluhan tentang polip serviks bisa dikonsultasikan dengan dokter-dokter spesialis yang dimiliki Grand Family Hospital, berikut ini di antaranya:

1. dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG
dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG adalah dokter spesialis kandungan lulusan dari Universitas Sam Ratulangi untuk pendidikan dokter umum dan Juan de Dios Educational Foundation Inc, Manila Philippines untuk pendidikan spesialisasi.

Beliau mengikuti beberapa kursus atau pelatihan seperti Obstetric & Gynecology Training dan Clinical Observer in Maternal Fetal Medicine.

Beliau juga tergabung dalam asosiasi Fellowship Laparoskopi Ginekologi RSPAD tahun 2018, dan Indonesia Gynecological Endoscopy Society (IGES). 

2. dr. Hendrik Sutopo, M.BioMed Sp.OG
dr. Hendrik Sutopo, M.BioMed Sp.OG adalah dokter spesialis kandungan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali. Sebelumnya, beliau mendapatkan gelar dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha, Bandung.

Beragam kursus dan pelatihan sudah pernah diikuti beliau seperti Minimal Invasive Surgery (Laparoscopic Surgery) dan Sertifikasi Kompetensi USG Dasar Obstetri dan Ginekologi.

Sekarang beliau bergabung dengan Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dokter yang sudah mendapatkan perhargaan dari Tadjuluddin Award sangat ramah pada pasiennya. Beliau menganggap pasien itu unik dan berbeda, serta seperti keluarga sendiri.

3. dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, Sp.OG
dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, Sp.OG adalah dokter spesialis kandungan yang menyelesaikan gelar S3-nya di Universitas Indonesia sama dengan gelar S1. Bedanya saat S2, beliau menempuhnya di Universitätsklinikum Giessen, Hessen, Jerman.

Beliau pernah mendapatkan penghargaan yakni Singapore International Congress of Obstetric and Gynecology.

Beberapa asosiasi yang diikutinya antara lain: Konsultan Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Himpunan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Indonesia (HIFERI), Obstetri dan Ginekologi Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Konsultan Bedah Minimal Invasif Indonesian Gynecological Endoscopy Society (IGES), German Obstetrics and Gynaecology Society – DGGG (Deutsche Gesellschaft für Gynäkologie und Geburtshilfe), European Board and College of Obstetrics and Gynaecology (EBCOG), Northern Ireland, Member of German Ultrasound Society - DEGUM (Deutsche Gesellschaft für Ultraschall in der Medizin e.V.), dan Member of Europe.

Pengalaman sebagai dokter kandungan, beliau sudah ahli membantu pasangan yang bertahun-tahun ingin memiliki momongan. Beliau juga membantu perempuan yang bermasalah dengan kandungannya seperti miom, kista, nyeri haid, gangguan menstruasi, endometriosis, vaginismus, organ prolapse dan dyspareunia.

4. dr. Andri Hondir, Sp.OG
dr. Andri Hondir, Sp.OG adalah dokter spesialis kandungan lulusan dari Universitas Tarumanegara (Untar) untuk pendidikan dokter umum dan St. Martin de Porres Hospital untuk pendidikan spesialisasi.

Beliau mengikuti cukup banyak kursus atau pelatihan seperti Intermediate Ultrasound Certified, Doppler Ultrasound Training, ALARM Certified, ISUOG Outreach Course dan masih banyak lagi yang lainnya.

Beliau juga tergabung dalam asosiasi IDI, POGI, dan TIMA Tzu Chi International Medical Association.

5. dr. Angelina Rieska Sucipto, Sp.OG
dr. Angelina Rieska Sucipto, Sp.OG adalah dokter spesialis kandungan lulusan dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya untuk pendidikan dokter umum dan De Los Santos STI Medical Center, Philippines untuk pendidikan spesialis kandungan.

Beliau tergabung dalam asosiasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).


Jika ingin berkonsultasi dengan dokter-dokter di atas atau dokter spesialis kandungan yang dimiliki Grand Family Hospital, Anda bisa buat janji melalui layanan Appointment Center Eka Hospital di 1-500-129 atau buat janji konsultasi dengan dokter via booking dokter Eka Hospital.

 

  • Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/myomectomy/about/pac-20384710
    Diakses pada 15 Juni 2023
  • Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15448-myomectomy
    Diakses pada 15 Juni 2023
  • UCSF Health. https://www.ucsfhealth.org/treatments/myomectomy
    Diakses pada 15 Juni 2023

Artikel Terkait

Mengenal Istilah Neonatologi yang Masih Asing di Dunia Kedokteran Anak

Kelainan Letak Janin: Gejala hingga Penyebabnya

Apa Itu 4D Ultrasound? Penggunaan dan Manfaatnya

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

logo