close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

Mengenal Kelainan Penis Dan Saluran Kemih Pada Pria Dan Penanganannya

dr. Gampo Alam Irdam, SpU(K)

Oleh dr. Gampo Alam Irdam, SpU(K)

Kelainan penis dan saluran kemih pada pria sangat berdampak pada kualitas hidup penderitanya, sehingga tidak boleh diabaikan. Kelainan ini bisa terlihat sejak lahir atau dapat berkembang seiring waktu lho. Tidak jarang, beberapa kelainan tersebut membutuhkan tindakan pembedahan oleh Dokter Spesialis Urologi untuk memperbaiki gejala dan kondisi pasien. Yuk kita bahas beberapa kelainan dan kondisi yang cukup sering dijumpai, mulai dari gejala hingga penanganannya.

  1. Hipospadia

Hipospadia adalah kelainan bawaan di mana pembukaan uretra (lubang kencing) terletak di bagian bawah penis, bukan di ujung penis. Gejala yang dapat terjadi antara lain lubang pembukaan uretra yang tidak normal (dapat terletak di dekat kepala penis hingga di bawah buah zakar), penis melengkung ke bawah, dan semprotan urine yang tidak normal pada saat buang air kecil. Penanganan yang dilakukan pada hipospadia adalah pembedahan, yang bertujuan untuk mengoreksi dan memposisikan kembali lubang uretra ke ujung penis. Biasanya, pembedahan dilakukan antara usia 6 hingga 18 bulan. Pembedahan yang dilakukan pada usia dewasa cenderung lebih sulit, dengan kejadian komplikasi yang lebih tinggi dan angka keberhasilan yang lebih rendah.

  1. Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie adalah kondisi pembentukan jaringan parut di dalam penis yang menyebabkan penis melengkung dan nyeri pada saat ereksi. Penyebab kelainan ini yaitu cedera pada penis, yang dapat diperparah dengan adanya riwayat keluarga, riwayat merokok, dan penyakit kencing manis. Gejala yang sering dialami berupa terabanya jaringan parut di bawah kulit penis, penis melengkung ke sisi tertentu, gangguan ereksi, pemendekan penis, nyeri, dan perubahan bentuk penis. Pada kondisi yang cukup parah, diperlukan pembedahan yang bertujuan mengurangi kelengkungan penis dengan cara melakukan penjahitan (plikasi), membuang jaringan parut, atau pemasangan prostesis penis. Pembedahan biasanya dilakukan pada penyakit yang sudah stabil (tidak bertambah parah) minimal 3 bulan.

  1. Kurvatura Penis Kongenital

Kelainan ini disebut juga dengan “chordee” di mana penis terlihat melengkung sejak masa awal kelahiran. Pada kelainan ini tidak ditemukan adanya jaringan parut seperti pada penyakit Peyronie dan penyebabnya adalah kelainan pembentukan penis pada saat di kandungan. Pembedahan hanya dilakukan pada kondisi chordee yang cukup parah. Pembedahan tersebut dilakukan dengan membuat insisi dan penjahitan pada sudut yang lebih besar atau penjahitan saja tanpa melakukan insisi.

  1. Striktur Uretra

Striktur uretra merupakaan kondisi di mana terdapat penyempitan pada saluran uretra akibat pembentukan jaringan parut pada uretra. Kelainan ini dapat disebabkan oleh riwayat trauma, infeksi, serta tindakan medis yang melibatkan uretra. Gejalanya antara lain lemahnya aliran urine, aliran urine seperti lidi, tidak lampias saat berkemih, harus mengedan untuk berkemih, hingga infeksi saluran kemih. Teknik pembedahan bergantung dari letak dan keparahan striktur, meliputi tindakan endoskopi dan pembedahan rekonstruksi terbuka. Rekonstruksi terbuka dilakukan pada kasus yang kompleks dengan berbagai teknik dengan prinsip utama untuk membuang jaringan parut di sepanjang saluran uretra dan menjahit kembali, baik dengan atau tanpa menambahkan jaringan dari organ lain.

Nah, sekarang kita sudah tahu beberapa kelainan penis dan saluran kemih pada pria yang sering dijumpai. Apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala dari beberapa penyakit di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

REFERENSI

  1. Nelson CJ, Mulhall JP. Psychological impact of Peyronie’s disease: a review. J Sex Med. 2013;10(3):653-60.
  2. Sullivan KJ, Hunter Z, Andrioli V, Guerra L, Leonard M, Klassen A, et al. Assessing quality of life of patients with hypospadias: a systematic review of validated patient-reported outcome instruments. J Pediatr Urol. 2017;13(1):19-27.
  3. Bertrand LA, Warren GJ, Voelzke BB, et al. Lower urinary tract pain and anterior urethral stricture disease: prevalence and effects of urethral reconstruction. Journal of Urology. 2015;193(1):184–189.
  4. Mundy AR, Andrich DE. Urethral strictures. BJU International. 2011;107(1):6–26.
  5. Donaire AE, Mendez MD. Hypospadias [Internet]. StatPearls [Updated 2021 Aug 09]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482122/
  6. Ullah S, Karimi S, Khan HS, Farooqe U, Cheema O, Kumari P, et al. The success level of hypospadias repair in adults. J Cureus. 2020;12(7):e9108.
  7. Sandean DP, Lotfollahzadeh S, et al. Peyronie Disease [Internet]. StatPearls [Updated 2021 Dec 03]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560628/
  8. Nyrady P, Kelemen Z, Banfi G, Rusz A, Majoros A, Romics I. Management of congenital penile curvature. J Urol. 2008;179(4):1495-8.
  9. Abdeen BM, Badreildin AM. Urethral strictures [Internet]. Statpearls [Updated 2021 Oct 21]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK564297/

Informasi Terkait

Dr. Fina Widia, Sp.U (K)

Dr. Regi Septian, Sp.U

Mengenal 3 Jenis Terapi Ejakulasi Dini untuk Pasien Pria

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo