close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Buat Appointment
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Artikel Kesehatan

Penanganan Saraf Terjepit Terbaru Oleh Eka Hospital

Pernahkah Anda merasakan nyeri hebat di area punggung seperti ditusuk-tusuk jarum? Apakah kondisi ini diperburuk saat Anda berusaha untuk meregangkan otot dan memutar kepala? Jika kedua gejala tersebut sering Anda alami, bisa jadi Anda mengidap saraf terjepit. Apa itu saraf terjepit? Apa yang menjadi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Apakah pengidap saraf terjepit perlu dioperasi? Temukan jawabannya bersama Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine selaku Chairman Gatam Institute Eka Hospital.

Dalam istilah medis, saraf terjepit biasa disebut Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Umumnya, HNP ditandai dengan kondisi saraf yang tertekan (terjepit) oleh bagian sekitarnya dan akan menimbulkan rasa nyeri seperti tusukan jarum yang terjadi di area tulang belakang (lumbal) dan leher (cervical). Beragam faktor menjadi penyebab terjadinya saraf terjepit, misalnya faktor genetik dan usia. Pada usia produktif 25-40 tahun, banyak sekali keluhan di daerah pinggang yang tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia, tapi juga pekerja muda yang sering menghabiskan waktunya dengan duduk selama berjam-jam.

Dokter Luthfi menjelaskan bahwa penanganan awal pada saraf terjepit umumnya diatasi secara konservatif dengan metode tanpa operasi, seperti istirahat, fisioterapi, hingga konsumsi obat dengan pengawasan dokter. Namun, ada batasan waktu dari penanganan konservatif tersebut. Jika kondisi pasien tidak menunjukkan perbaikan, perlu dilakukan tindakan lanjutan, salah satunya operasi. Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, kini tindakan operasi pada pasien saraf terjepit mengarah pada tindakan minimal invasive yang aman dan ditandai dengan operasi minim sayatan serta metode endoskopi yang biasa disebut Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy   (PELD)   untuk tulang belakang dan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompresion   (PECD)   untuk leher.

PELD adalah penanganan pasien saraf terjepit dengan tingkat kesembuhan di atas 98% yang dengan sayatan hanya sekitar 8 Milimeter. Pengerjaannya dilakukan dengan bantuan tabung berukuran sangat kecil dibantu dengan kamera definisi tinggi (disebut endoskop) untuk penglihatan. Melalui lensa dan monitor, saraf pasien dapat terlihat dengan jelas dan terhindar dari cedera yang dapat mengakibatkan pendarahan hebat ataupun risiko kelumpuhan. PELD dapat dilakukan dalam kurun waktu yang singkat, sehingga pasien hanya perlu dirawat 2-3 hari dan bisa melakukan aktivitas normal setelahnya. Sedangkan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression (PECD) umumnya dilakukan mulai dari depan leher (anterior) ataupun dari belakang leher (posterior) tergantung lokasi tonjolan bantalan sendi. Sama seperti PELD, teknik ini juga memiliki keunggulan karena minim sayatan dan sangat akurat karena menggunakan kamera endoskopi. Manfaat lain yang dirasakan pasien melalui metode PELD dan PECD adalah tingkat trauma pasca operasi yang sangat rendah, penyembuhan yang singkat dan terhindar dari risiko infeksi.

OPERASI SARAF KEJEPIT

“Metode PELD dan PECD merupakan solusi bagi pasien yang selama ini memiliki keraguan untuk melakukan operasi saraf terjepit karena takut risiko kelumpuhan. Melalui PELD dan PECD, akurasi operasi dapat ditingkatkan menjadi 98%. Bahkan untuk masalah biaya masih dibilang terjangkau angkanya sekitar 120-160 juta tergantung derajat keparahannya dan jangan lupa dengan metode ini pasien bisa langsung jalan pulang.” tutup Dokter Luthfi.

Dr. dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine merupakan Chairman dari Gatam Institute yang merupakan pusat layanan orthopedi di Eka Hospital yang juga selalu melakukan riset terkini terhadap ilmu pengetahuan kedokteran bidang orthopedi dan spine. Selain itu, tersedia juga platform robot navigasi pertama di Indonesia dan satu-satunya di Asia Tenggara untuk kebutuhan operasi pasien skoliosis. Gatam Institute juga telah berhasil membawa Eka Hospital sebagai rumah sakit rujukan nasional hingga Asia Tenggara dan terpilih sebagai salah satu rumah sakit percontohan wisata kesehatan (health tourism) Indonesia.

Saat ini, Gatam Institute didukung oleh dokter profesional yakni:

Sedangkan platform robot navigasi di dunia saat ini hanya tersedia di 3 negara, yakni Amerika, India dan Indonesia.

Untuk dapat berkonsultasi dengan Tim Orthopaedic & Spine Center Eka Hospital, Anda dapat menghubungi WhatsApp kami di 08888-90-5555 atau klik link ini wa.me/628888905555

Baca Juga:

Dokter Terkait

dr. Adrian, Sp.OT

Orthopedi & Traumatologi

hospital EKA Hospital Bekasi

dr. Anggaditya Putra, Sp.OT (K) Hip and Knee

Orthopedi : Sendi Lutut & Pinggul

hospital EKA Hospital Cibubur

dr. Yesa Adietra S, Sp.OT

Orthopedi & Traumatologi

hospital EKA Hospital Cibubur

Artikel Terkait

100 Futures 100 Love! Operasi Pasien ke-100 Robot Navigasi Eka Hospital

Eka Hospital Pekanbaru Hadirkan Gatam Institute, Pusat Ortopedi Berteknologi Tinggi di Indonesia

Eka Hospital Hadirkan Operasi Skoliosis dengan Akurasi 99,9 Persen

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

  • Aplikasi & Web SehatQ
    Buat janji melalui

    Aplikasi & Web SehatQ

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

logo