
Bagi orang tua, berbicara soal kesehatan anak bisa cukup membingungkan apalagi dengan banyaknya informasi yang kini beredar di internet. Ada begitu banyak mitos dan fakta yang beredar, yang kebenarannya mungkin sulit dipertanggungjawabkan.
Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya untuk kesehatan anak, salah satunya dari dokter spesialis anak.
Simak penjelasan lengkap terkait mitos dan fakta seputar kesehatan anak dari dr. Adinda Paramartha, Sp.A, dokter spesialis anak Eka Hospital Depok.
1. Nutrisi yang cukup sangat penting untuk perkembangan otak anak
Fakta. Nutrisi adalah komponen paling penting dalam tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan. Nutrisi yang tepat akan dapat mendukung perkembangan organ janin secara optimal, termasuk otak.
Selain itu, perkembangan otak anak paling cepat terjadi pada usia 0-5 tahun. Nutrisi yang cukup, dan disertai dengan pemberian stimulasi yang tepat dan cukup akan membantu meningkatkan perkembangan otak anak.
Pemberian nutrisi ini sudah perlu dipenuhi sejak anak masih di dalam kandungan.
2. Berat badan tidak naik pasti berarti anak cacingan
Mitos. Salah satu salah paham yang sering beredar adalah anak yang kurus atau tidak kunjung naik berat badan pasti disebabkan oleh cacingan. Ini adalah mitos karena penyebab anak susah naik berat badan bukan hanya disebabkan oleh infeksi parasit, seperti cacingan.
Berat badan anak yang tidak kunjung naik lebih umum disebabkan oleh asupan gizi anak, masalah pola makan, seperti makan tidak teratur, atau masalah kesehatan lain.
Misalnya, anak yang sering sakit biasanya lebih sulit naik berat badan karena penyerapan nutrisi tidak dapat berjalan optimal.
3. Anak demam harus diberikan antibiotik
Mitos. Bahkan, ini adalah pernyataan yang sangat keliru, yang jika tidak dipahami dengan baik dapat memberikan dampak pada kesehatan jangka panjang.
Kebanyakan demam sering kali disebabkan oleh infeksi virus. Antibiotik adalah obat yang hanya boleh diberikan sesuai dengan anjuran dokter, jika demam disebabkan oleh infeksi bakteri.
Artinya, antibiotik tidak akan memberikan manfaat dalam mengatasi demam akibat infeksi virus. Memberikan antibiotik sembarangan justru dapat meningkatkan risiko anak mengalami resistensi antibiotik di masa yang akan datang.
4. Anak laki-laki cenderung lebih lambat bicara
Fakta. Penelitian memang menunjukkan anak laki-laki cenderung lebih lambat bicara dibandingkan dengan anak perempuan. Ini karena secara umum, perkembangan bahasa anak perempuan cenderung lebih cepat.
Akan tetapi, hal ini bukan berarti anak laki-laki pasti mengalami speech delay ataupun bisa dijadikan patokan. Sebab, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, tergantung kondisi dan stimulasi yang diberikan orang tua.
Meski anak perempuan cenderung lebih cepat berbicara, biasanya waktunya tidak akan berbeda jauh.
Orang tua perlu mulai memperhatikan ketika kemampuannya dalam berbicara jauh melewati milestone yang harus dicapai pada anak seusianya.
5. Anak yang gemuk pasti lebih sehat
Mitos. Banyak orang menganggap bahwa anak yang gemuk lebih menggemaskan dan sering dianggap sehat. Padahal, anak yang gemuk dengan berat badan melebihi ideal bisa berisiko mengalami obesitas.
Obesitas adalah salah satu penyebab berbagai penyakit kronis yang mungkin akan terjadi saat anak berusia lebih dewasa.
Sehat atau tidaknya anak tidak dilihat dari gemuk atau tidaknya. Orang tua perlu mengetahui status gizi anak dalam keadaan baik dan memiliki perawakan yang normal. Orang tua bisa memastikan keduanya lewat konsultasi dengan dokter.
Apabila orang tua memiliki berbagai keraguan terkait seputar kondisi kesehatan anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak yang menangani anak Anda. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dr. Adinda Paramartha, Sp.A, dokter spesialis anak Eka Hospital Depok.
Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.
Anda juga bisa menyaksikan penjelasan lengkap dr. Adinda Paramartha, Sp.A, lewat video di halaman ini.

