
Anemia adalah kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah. Akan tetapi, anemia aplastik bukan hanya menyebabkan seseorang kekurangan sel darah merah, melainkan juga sel darah lainnya, seperti sel darah putih dan trombosit.
Walaupun termasuk kondisi yang sangat langka, tanpa penanganan yang baik, anemia aplastik bisa membahayakan nyawa.
Apa itu anemia aplastik?
Anemia aplastik adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah, tidak hanya sel darah merah tetapi juga sel darah putih dan trombosit, akibat kegagalan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah.
Sumsum tulang adalah organ tubuh yang memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Bila dianalogikan, sumsum tulang adalah “pabrik” penghasil sel darah. Apabila terjadi kerusakan sumsum tulang, kadar sel darah normal akan terdampak.
Anemia aplastik dapat menyebabkan Anda mengalami kelelahan, rentan infeksi, dan perdarahan.
Walau anemia pada umumnya ringan dan dapat diatasi dengan mudah, anemia aplastik berbeda. Anemia aplastik adalah kondisi langka yang dapat mengancam nyawa.
Gejala anemia aplastik
Anemia aplastik dapat berkembang secara cepat atau bahkan lambat. Apabila perkembangannya lambat, Anda mungkin tidak mengalami gejala apa pun.
Apabila perkembangannya cepat, Anda bisa saja segera merasakan adanya perubahan pada tubuh Anda.
Beberapa gejala anemia aplastik, antara lain:
- Kelelahan
- Sesak napas
- Jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur
- Kulit pucat
- Kaki bengkak
- Infeksi berulang atau sering sakit
- Mudah memar
- Mimisan atau gusi berdarah
- Perdarahan yang sulit berhenti
- Ruam kulit
- Pusing (kliyengan)
- Sakit kepala
- Demam
Anemia aplastik menyebabkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit rendah. Rendahnya masing-masing komponen darah inilah yang menyebabkan berbagai gejala di atas.
Sel darah merah rendah menyebabkan hemoglobin rendah, sehingga jumlah oksigen yang diterima tubuh berkurang. Akibatnya, Anda mengalami sesak napas, pucat, pusing, jantung berdebar.
Sementara, kadar sel darah putih yang rendah menyebabkan tubuh jadi rentan infeksi dan sering sakit. Sebab, sel darah putih berperan penting dalam sistem imun tubuh. Kadar trombosit yang rendah juga menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami perdarahan.
Penyebab anemia aplastik
Penyebab anemia aplastik adalah rusaknya sumsum tulang, sehingga tidak mampu memproduksi sel darah dalam jumlah normal.
Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan sumsum tulang gagal memproduksi sel darah. Akan tetapi, para ahli meyakini bahwa rusaknya sumsum tulang terjadi karena masalah autoimun, yaitu ketika sistem imun keliru menyerang sumsum tulang dan menghancurkannya.
Ada beberapa kondisi kesehatan yang juga dapat meningkatkan risiko anemia aplastik, yaitu:
- Pengobatan kanker, seperti radioterapi dan kemoterapi
- Terpapar senyawa kimia beracun
- Penggunaan obat-obatan tertentu
- Penyakit autoimun, seperti lupus
- Infeksi virus, seperti hepatitis, Epstein-Barr, cytomegalovirus, parvovirus B19, dan HIV
- Kehamilan
Dalam kasus tertentu, penyebab anemia aplastik tidak diketahui. Kondisi ini disebut dengan anemia aplastik idiopatik.
Diagnosis anemia aplastik
Gejala anemia aplastik bisa menyerupai dengan berbagai penyakit lainnya. Misalnya, trombosit rendah bisa menyerupai gejala demam berdarah, sel darah merah rendah bisa jadi tanda anemia akibat kekurangan zat besi, dan sel darah putih yang rendah bisa menandakan infeksi tertentu.
Artinya, dokter akan membutuhkan beberapa kali pemeriksaan sampai akhirnya sampai pada kesimpulan anemia aplastik atau bukan.
Anda mungkin perlu menjalani beberapa kali tes darah dan penegakan diagnosis baru bisa diketahui beberapa minggu bahkan bulan setelah gejala awal muncul.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter bukan hanya sekadar untuk mengetahui apakah Anda mengalami anemia aplastik atau tidak, melainkan juga untuk mengeliminasi penyebab lain yang menyebabkan gejala yang Anda rasakan.
Variasi pemeriksaan yang mungkin dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis anemia aplastik, yaitu:
- Pemeriksaan darah lengkap
- Pemeriksaan apus darah tepi (peripheral blood smear)
- Hitung retikulosit
- Biopsi sumsum tulang
Pengobatan anemia aplastik
Pengobatan anemia aplastik sangat bervariasi, tergantung tingkat keparahan gejala yang Anda alami. Anemia aplastik berat, yang ditandai dengan sangat rendahnya kadar masing-masing komponen darah termasuk kondisi yang mengancam nyawa. Artinya, kondisi ini perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Pengobatan anemia aplastik tidak serta-merta menyembuhkan kondisinya. Beberapa pilihan pengobatan ditujukan untuk meringankan gejala yang dialami atau mencegah infeksi akibat anemia aplastik agar gejala tidak memburuk.
Secara umum, pilihan pengobatan anemia aplastik, antara lain:
- Transfusi darah, terutama transfusi sel darah merah atau platelet (trombosit)
- Pemberian imunosupresan untuk anemia aplastik yang disebabkan oleh autoimun
- Faktor pertumbuhan hematopoietik
- Agen khelasi zat besi
- Antibiotik atau antivirus untuk mengatasi atau mencegah infeksi
- Transplantasi sumsum tulang atau sel punca (stem cell)
Transplantasi sumsum tulang biasanya menjadi pilihan terakhir apabila pengobatan lain tidak memberikan hasil yang signifikan. Selain itu, menjaga pola hidup bersih dan sehat juga diperlukan untuk mencegah infeksi.
Komplikasi anemia aplastik
Anemia aplastik bisa meningkatkan risiko perdarahan, leukemia, dan kelainan darah lainnya. Terutama karena masing-masing komponen darah mempunyai fungsinya masing-masing untuk tubuh.
Tanpa penanganan yang tepat, anemia aplastik bisa menyebabkan masalah jantung juga, seperti detak jantung tidak teratur ataupun gagal jantung. Kondisi ini terjadi karena jantung bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi yang kurang ke seluruh tubuh, akibat rendahnya kadar sel darah merah.
Perbedaan anemia aplastik dengan jenis anemia lainnya
Terdapat banyak jenis anemia yang dibedakan berdasarkan penyebabnya. Namun, anemia yang paling sering terjadi adalah anemia akibat kekurangan vitamin tertentu (seperti folat dan vitamin B12) atau karena kekurangan zat besi.
Kedua kondisi tersebut secara tingkat keparahan dan pengobatan berbeda dengan anemia aplastik.
Sebab, pada anemia defisiensi vitamin dan defisiensi zat besi, tidak terjadi kerusakan sumsum tulang penghasil sel darah. Dengan pemenuhan asupan vitamin dan zat besi, tubuh kembali dapat memproduksi sel darah dalam jumlah normal.
Ditambah lagi, sering kali anemia defisiensi vitamin dan zat besi memengaruhi sel darah.
Kondisi ini berbeda dengan anemia aplastik yang memengaruhi seluruh komponen darah, bukan hanya sel darah. Selain itu, orang yang mengalami anemia aplastik mengalami kerusakan sumsum tulang.
Pada awalnya dokter bisa saja menduga Anda mengalami anemia defisiensi vitamin dan zat besi. Akan tetapi, jika gejala yang Anda alami terjadi karena anemia aplastik, gejalanya tidak membaik meski dengan pemberian vitamin dan zat besi. Hal ini bukan berarti dokter melakukan salah diagnosis. Ini adalah sebuah perjalanan diagnosis penyakit.
Untuk itu, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter jika mengalami berbagai gejala di atas. Jangan lupa, tanyakan pula rencana pengobatan dan pemeriksaan ke dokter agar Anda dapat memiliki bayangan mengenai perjalanan pengobatan yang akan Anda jalani.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi terbaik di Eka Hospital. Para dokter terbaik kamu akan membantu Anda menjelaskan dengan lengkap mengenai segala pertanyaan Anda.
Hubungi Call Center RS Eka Hospital di 1-500-129 atau WhatsApp center 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

