.jpeg)
Pernah merasakan dada seperti ditekan atau diremas saat sedang naik tangga atau berolahraga, tapi menghilang setelah beristirahat? Hati-hati, bisa jadi itu adalah angina pectoris. Jika mengalaminya, Anda perlu konsultasi ke dokter karena ini pertanda jantung Anda sedang tidak sehat.
Apa Itu angina pectoris?
Angina pectoris atau sering dikenal sebagai angin duduk adalah nyeri dada yang muncul karena otot jantung kekurangan suplai darah yang mengandung oksigen. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner (aterosklerosis).
Gejala angina pectoris yang perlu diwaspadai
Banyak orang salah mengira angina sebagai masuk angin atau gangguan pencernaan (maag). Namun, angina memiliki karakteristik yang khas:
- Sesak dada: Dada terasa seperti ditindih beban berat, diremas, atau terasa panas terbakar.
- Nyeri yang menjalar: Rasa sakit bisa menjalar ke leher, rahang, bahu, punggung, hingga lengan kiri.
- Pemicunya jelas: Biasanya muncul saat aktivitas fisik, stres emosional, atau setelah makan berat.
- Durasi: Biasanya singkat (sekitar 1–5 menit) dan membaik setelah beristirahat atau mengonsumsi obat di bawah lidah (nitrat).
Dua jenis angina yang perlu Anda tahu
Tidak semua angina sama. Penting untuk membedakan keduanya agar Anda tahu kapan harus segera ke unit gawat darurat:
- Angina stabil: Polanya bisa diprediksi. Muncul saat capek, hilang saat istirahat. Meski "stabil", Anda tetap perlu pemeriksaan medis.
- Angina tidak stabil: Ini adalah kondisi darurat. Nyeri muncul tiba-tiba bahkan saat Anda sedang duduk diam atau tidur. Rasa sakitnya lebih hebat dan durasinya lebih lama. Ini bisa menjadi pertanda serangan jantung akan segera terjadi.
Kapan harus ke dokter?
Segera cari bantuan medis jika:
- Nyeri dada tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat lebih dari 5 menit.
- Nyeri disertai dengan keringat dingin, mual, lemas, atau sesak napas yang hebat.
- Pola nyeri dada yang biasanya Anda alami (angina stabil) tiba-tiba berubah menjadi lebih sering atau lebih berat.
Semakin cepat ditangani, semakin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan dari kerusakan permanen.
Konsultasi dengan ahli jantung
Jika Anda sering merasakan ketidaknyamanan pada dada, langkah terbaik adalah melakukan skrining jantung secara menyeluruh. Diagnosis yang tepat melalui pemeriksaan seperti EKG, treadmill test, hingga kateterisasi jantung dapat membantu menentukan langkah penanganan terbaik sebelum kondisi memburuk.
Jika ada pertanyaan, Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi & Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskular Eka Hospital MT Haryono.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

