.jpeg)
Menstruasi yang sering telat, datang terlalu cepat, atau justru tidak kunjung muncul selama berbulan-bulan pastinya membuat khawatir. Apakah ini merupakan tanda PCOS?
Meskipun menstruasi tidak teratur adalah salah satu gejala utama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), kondisi ini tidak bisa didiagnosis berdasarkan dari satu gejala saja. Ada gejala-gejala lain yang perlu diketahui agar memastikan mensturasi tidak teratur disebabkan oleh PCOS.
Hubungan menstruasi dan PCOS
PCOS adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia reproduksi. Pada kondisi normal, sel telur akan dilepaskan setiap bulan (ovulasi). Namun pada penderita PCOS, sel telur tidak berkembang secara sempurna atau gagal dilepaskan oleh indung telur (ovarium).
Akibatnya, siklus menstruasi menjadi terganggu. Menstruasi dianggap tidak teratur jika:
- Siklusnya lebih dari 35 hari.
- Menstruasi terjadi kurang dari 9 kali dalam satu tahun.
- Darah menstruasi keluar sangat deras atau sangat sedikit.
Apakah semua menstruasi tidak teratur adalah PCOS?
Jawabannya, Tidak. Menstruasi tidak teratur bisa disebabkan oleh banyak hal lain, seperti stres berat, kelelahan fisik, perubahan berat badan yang drastis, gangguan tiroid, hingga pola makan yang tidak sehat. Namun, PCOS adalah salah satu penyebab medis yang paling sering ditemukan di balik ketidakteraturan tersebut.
Gejala lain yang perlu diwaspadai
Untuk mendiagnosis PCOS, dokter biasanya menggunakan kriteria tertentu. Kondisi seseorang yang terkena PCOS biasanya memenuhi setidaknya dua dari tiga tanda berikut:
- Siklus menstruasi tidak teratur: Jarang ovulasi atau tidak ovulasi sama sekali.
- Kadar hormon androgen tinggi: Hormon "pria" yang berlebih dapat menyebabkan gejala fisik seperti:
- Tumbuhnya bulu berlebih di area wajah, dada, atau punggung (Hirsutisme).
- Jerawat yang parah dan sulit sembuh.
- Rambut kepala menipis (kebotakan pola pria).
- Gambaran sel telur kecil (Polikistik): Melalui pemeriksaan USG, terlihat banyak folikel kecil (kantung cairan) di ovarium yang menyerupai untaian mutiara.
Mengapa PCOS perlu ditangani?
Jika dibiarkan tanpa penanganan, PCOS dapat memicu komplikasi kesehatan jangka panjang yang lebih buruk, di antaranya:
- Masalah Infertilitas: Kesulitan untuk hamil karena sel telur tidak dilepaskan.
- Resistensi Insulin: Meningkatkan risiko terkena Diabetes Tipe 2.
- Sindrom Metabolik: Risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
- Kesehatan Mental: Kecemasan hingga depresi akibat ketidakseimbangan hormon dan perubahan fisik.
Cara mengelola PCOS
Sampai saat ini para dokter belum mengetahui secara pasti penyebab PCOS. Oleh karena itu tidak ada pengobatan yang dapat mengatasinya secara 100%. Kabar baiknya kondisi ini bisa dikendalikan. Pengelolaan PCOS dapat dilakukan kombinasi antara perubahan gaya hidup dan bantuan medis yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah utamanya:
1. Perubahan pola makan
Banyak penderita PCOS memiliki resistensi insulin, di mana tubuh sulit memproses gula menjadi energi. Cara mengaturnya adalah:
- Pilih karbohidrat kompleks: Ganti nasi putih dengan nasi merah, ubi, atau gandum yang kaya serat.
- Perbanyak protein dan serat: Konsumsi ikan, ayam, tahu, tempe, dan sayuran hijau untuk membantu rasa kenyang lebih lama dan menjaga gula darah tetap stabil.
- Kurangi gula dan makanan olahan: Hindari minuman manis, roti putih, dan camilan tinggi gula yang dapat memicu lonjakan insulin.
2. Olahraga rutin dan latihan beban
Olahraga membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik. Kombinasi antara olahraga kardio (jalan cepat, bersepeda) dan latihan beban sangat disarankan. Latihan beban membantu membangun massa otot, yang pada gilirannya membantu membakar glukosa lebih efisien meski saat Anda sedang beristirahat.
3. Menjaga berat badan ideal
Bagi penderita PCOS dengan berat badan berlebih, menurunkan berat badan sekitar 5% hingga 10% saja sudah terbukti secara medis dapat memperbaiki siklus menstruasi dan meningkatkan peluang kehamilan. Hal ini terjadi karena jaringan lemak yang berkurang akan menurunkan kadar hormon androgen dalam tubuh.
4. Penanganan medis yang tepat
Tergantung pada keluhan dan tujuan Anda (misalnya ingin mengatur siklus atau ingin program hamil), dokter mungkin akan memberikan:
- Obat pengatur hormon: Seperti pil KB kombinasi untuk membuat siklus menstruasi lebih teratur dan mengurangi jerawat.
- Obat sensitizer insulin: Seperti metformin untuk membantu tubuh mengelola gula darah.
- Terapi untuk gejala fisik: Obat-obatan tertentu untuk menghambat hormon androgen yang memicu tumbuhnya bulu berlebih atau kerontokan rambut.
5. Manajemen stres dan tidur cukup
Stres memicu hormon kortisol yang dapat memperburuk ketidakseimbangan hormon lainnya. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas selama 7-8 jam karena kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan mengganggu metabolisme tubuh.\
Konsultasi ke dokter
Mendiagnosis PCOS memerlukan pemeriksaan yang komprehensif, mulai dari tes darah untuk mengecek kadar hormon hingga USG transvaginal. Penanganan yang cepat—baik melalui perbaikan gaya hidup, terapi hormon, atau pengobatan khusus—dapat membantu mengontrol gejala dan menjaga kesehatan reproduksi Anda.
Jika Anda mengalami gangguan siklus menstruasi yang menetap atau merasa memiliki gejala fisik seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tenaga medis profesional.
Dapatkan diagnosis yang akurat dan solusi kesehatan wanita yang terintegrasi bersama:
dr. Ingrid Felicia Ocsilia Wengkang, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital PIK
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

