
Implan payudara nyatanya tidak semata-mata bertujuan untuk estetika. Faktanya, implan payudara juga digunakan untuk tujuan medis, khususnya rekonstruksi payudara sebagai salah satu pengobatan kanker payudara.
Lantas, bagaimana untuk orang yang menginginkan implan payudara untuk tujuan estetika? Apakah benar bahwa implan payudara dapat meningkatkan risiko kanker payudara?
Risiko Kanker Payudara terhadap Pasien dengan Implan Payudara
Salah satu kekhawatiran seseorang yang hendak menjalani prosedur pemasangan implan payudara untuk tujuan estetika adalah risiko kanker payudara.
Sama seperti prosedur medis apa pun, pemasangan implan payudara juga memiliki sejumlah risiko. Namun, tergantung jenis implan yang digunakan, beberapa implan payudara mungkin lebih aman dan tidak terbukti meningkatkan risiko kanker payudara.
Salah satu jenis implan payudara yang tergolong aman digunakan adalah implan payudara yang berbentuk kantong, baik yang berisi silikon ataupun cairan saline. Sekalipun implan pecah, silikon atau air saline yang digunakan sebagai implan dapat terserap alami oleh tubuh dengan aman.
Menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B(K)Onk, M.Epid, MARS, dokter spesialis bedah subspesialis onkologi Eka Hospital BSD menyebutkan, tidak terdapat perbedaan signifikan terkait risiko kanker antara pemasangan implan dengan kejadian kanker payudara.
Dengan kata lain, pemasangan implan tidak meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. Meski demikian, jenis kanker payudara yang sangat langka mungkin saja muncul dari jaringan di sekitar implan payudara.
Berapa Lama Ketahanan Implan Payudara?
Implan payudara dapat bertahan sangat lama, sekitar 10-20 tahun, atau bahkan lebih. Namun, ini berarti, implan payudara tidaklah bersifat permanen.
Semakin lama implan payudara terpasang di tubuh, akan semakin tinggi juga risiko komplikasi yang muncul. Itu sebabnya, Anda perlu melakukan pemeriksaan rutin sesuai dengan anjuran dokter jika setuju untuk menjalani prosedur ini.
Beberapa kondisi mungkin mengharuskan Anda untuk menjalani operasi pengangkatan implan payudara, seperti:
- Pengerasan jaringan parut di sekitar implan yang menyebabkan nyeri dan perubahan bentuk serta ukuran payudara
- Pecahnya implan payudara yang berisi cairan saline atau silikon sehingga menyebabkan perubahan ukuran atau ketidaknyamanan lain pada payudara
- Munculnya kerutan atau gelombang pada implan yang dapat teraba atau terlihat di kulit
- Perubahan posisi implan
- Alasan pribadi
- Kondisi kesehatan tertentu, seperti kanker payudara
Penanganan Kanker Payudara pada Pasien dengan Implan
Sekalipun pemasangan implan payudara tidak terbukti menyebabkan kanker payudara, hal ini bukan berarti tidak mungkin terjadi.
Seseorang tetap dapat mengalami kanker payudara setelah pemasangan implan, dan mungkin saja keduanya tidak berhubungan. Badan POM Amerika Serikat menyebutkan, orang dengan implan payudara mungkin dapat berisiko mengalami kanker yang disebut dengan
BIA-ALCL adalah jenis kanker yang tumbuh di cairan atau jaringan parut di sekitar implan.
Untuk menangani pasien kanker payudara dengan implan, terdapat 2 hal tambahan yang dilakukan selain pengobatan kanker itu sendiri, yaitu:
1. Pengangkatan implan payudara
Untuk mengoptimalkan pengobatan dan pengangkatan jaringan kanker di payudara atau area sekitar implan, dokter terlebih dulu akan mengangkat dan menghilangkan implan payudara yang sudah dipasang.
Ini dilakukan agar dokter dapat melakukan pengobatan secara optimal, baik lewat pembedahan ataupun agar obat-obatan dapat bekerja maksimal.
2. Rekonstruksi payudara
Setelah sel dan jaringan kanker payudara berhasil diatasi secara optimal, rekonstruksi payudara dapat kembali dilakukan.
Tidak selalu menggunakan implan buatan, rekonstruksi payudara juga dapat dilakukan dengan menggunakan bagian tubuh pasien itu sendiri, seperti pencangkokan lemak (fat graft), pembuluh darah, ataupun otot untuk membentuk kembali payudara.
Konsultasikan kekhawatiran Anda terkait pemasangan implan payudara, baik itu untuk tujuan estetika ataupun rekonstruksi ke dokter yang menangani Anda.
Anda bisa berkonsultasi ke dokter spesialis bedah yang menangani Anda ataupun ke dokter bedah subspesialis onkologi jika mencurigai adanya kemungkinan kanker payudara usai pemasangan implan.
Anda dapat menemui dokter spesialis bedah subspesialis onkologi Eka Hospital BSD, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B(K)Onk, M.Epid, MARS, untuk bertanya lebih lanjut.
Anda juga dapat menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu dan menemukan informasi dokter terbaik Eka Hospital yang terdekat dengan Anda.

