Home>Better Health>Info Kesehatan>Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Menyebabkan Miom?

Better Health

Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Menyebabkan Miom?

miom

Anda mungkin sempat mendengar sebuah informasi yang menyebutkan bahwa minum vitamin D secara rutin bisa memicu miom di rahim. Apakah ini adalah fakta atau justru hanya mitos?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Konsumsi Vitamin D Tidak Memicu Miom

Faktanya, konsumsi vitamin D tidak memicu miom. Jadi, pernyataan tersebut hanyalah mitos. Bahkan faktanya, menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Eka Hospital, konsumsi vitamin D justru punya manfaat jika Anda memiliki miom.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Caspian journal of internal medicine menyebutkan, pemberian suplemen vitamin D3 justru dapat mengecilkan ukuran miom.

Temuan itu juga diperkuat dengan penelitian terbaru lainnya yang juga menyebutkan bahwa vitamin D dapat menghambat pertumbuhan miom sehingga mencegahnya jadi lebih besar.

Malah, orang yang kekurangan vitamin D justru lebih berisiko memiliki miom dibandingkan mereka yang cukup vitamin D.

Penyebab Miom

Miom, atau fibroid rahim, adalah suatu tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Biasanya, miom mulai tumbuh ketika wanita berada dalam usia produktif. Pertumbuhan miom dikaitkan erat dengan faktor hormonal, khususnya estrogen.

Maka itu, begitu memasuki masa menopause, terkadang miom bisa saja menghilang karena hormon estrogen yang juga menurun drastis. Selain hormon, faktor genetik juga bisa memicu munculnya miom.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda memiliki miom atau fibroid rahim, yaitu:

  • Mutasi genetik
  • Riwayat miom dalam keluarga
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Pola makan tinggi lemak dan tidak sehat
  • Memiliki berat badan berlebih, alias obesitas
  • Menstruasi pertama yang terlalu dini
  • Kekurangan vitamin D

Gejala Miom (Fibroid Rahim)

Miom umumnya bersifat jinak dan sangat jarang berubah menjadi kanker. Dalam beberapa kasus, terutama jika ukurannya kecil, miom sering kali tidak membutuhkan pengobatan khusus dan hanya memerlukan pemantauan.

Gejala miom yang berukuran kecil juga biasanya tidak tampak, sehingga beberapa orang tidak menyadarinya. Meski demikian, jika ukuranya sudah terlalu besar, ada beberapa gejala miom yang dapat muncul, seperti:

  • Menstruasi yang sangat banyak
  • Menstruasi yang lebih panjang atau lebih sering
  • Nyeri haid (dismenorrhea)
  • Rasa tertekan di perut bagian bawah
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Perut bagian bawah buncit
  • Sembelit karena miom menekan usus
  • Sakit perut, punggung bawah, atau nyeri saat berhubungan seks
  • Gangguan kesuburan (sulit punya anak)

Apakah Miom Bisa Hilang?

Miom termasuk kondisi yang umum terjadi, dan biasanya tidak berbahaya. Bahkan, miom yang yang berukuran kecil bisa mengecil atau hilang dengan sendirinya. Dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan rutin untuk memantau pertumbuhan miom.

Jika miom sampai menimbulkan gejala, dokter dapat merekomendasikan beberapa rencana pengobatan, tergantung dari ukuran, letak, penyebab, hingga keinginan Anda memiliki anak.

Pengobatan untuk miom bisa bertujuan untuk menghilangkan, mengecilkan ukuran, atau mengatasi gejala yang muncul. Penggunaan obat-obatan, seperti pil KB, suplemen zat besi, atau terapi hormon, serta operasi bisa jadi pilihan untuk mengatasi miom.

Kapan Harus ke Dokter?

Beberapa orang mungkin tidak menyadari dirinya memiliki miom sampai akhirnya memeriksakan diri. Namun, jika Anda memiliki kecurigaan, tentu tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter.

Biasanya, gangguan menstruasi adalah keluhan yang membawa Anda ke dokter dan memeriksakan diri.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala berikut ini:

  • Nyeri panggul yang tidak kunjung hilang
  • Menstruasi yang sangat banyak atau sakit sampai mengganggu aktivitas
  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
  • Buang air kecil tidak puas (anyang-anyangan)
  • Lemah, letih, dan lesu, yang bisa jadi tanda anemia

Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa prosedur medis, seperti USG, MRI, CT scan, histeroskopi, ataupun HSG, jika diperlukan untuk menegakkan diagnosis.

Kondisikan masalah kesehatan yang Anda alami dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, terlebih ketika Anda mengalami gangguan siklus menstruasi.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Eka Hospital Depok, dr. Wely Leona Tiffany, Sp.OG atau spesialis obgyn terbaik lain di seluruh cabang Eka Hospital.

Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

Bagikan

  • Instagram Post Eka Hospital Depok, https://www.instagram.com/p/DRmL0hjlemw/

    Diakses pada 15 December 2025

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9130-uterine-fibroids

    Diakses pada 15 December 2025

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288

    Diakses pada 15 December 2025

  • pmc.ncbi.nlm.nih.gov, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6619469/

    Diakses pada 15 December 2025

  • pure.johnshopkins.edu, https://pure.johnshopkins.edu/en/publications/a-systematic-review-of-vitamin-d-and-fibroids-pathophysiology-pre/

    Diakses pada 15 December 2025

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved