
Pernahkah Anda merasa perut tiba-tiba begah, dada terasa panas, atau mual saat Anda stres atau overthinking? Banyak orang mengira bahwa GERD (gastroesophageal reflux disease) hanya dipicu oleh pola makan yang kurang tepat. Faktanya, overthinking, kecemasan, dan stres kronis dapat memicu atau memperberat gejala GERD.
Berikut ini adalah penjelasan dari dr. Fachrial Imam, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital Cilegon.
Benarkah overthinking dapat membuat GERD kambuh?
Menurut dr. Fachrial Imam, jawabannya adalah ya. Penelitian menemukan bahwa ada kaitan erat antara otak dan sistem pencernaan kita. Dalam dunia medis, hal ini disebut sebagai Gut-Brain Axis, di mana otak dan saluran cerna terhubung secara langsung melalui jaringan saraf, hormon, dan sistem imun.
Itulah sebabnya, menurut dr. Fachrial, ketika Anda mengalami overthinking atau stres, tubuh membaca kondisi tersebut sebagai ancaman dan mengaktifkan respons "fight-or-flight" (respons tubuh terhadap ancaman).
Proses biologis yang terjadi di dalam tubuh meliputi:
- Sensitivitas saraf meningkat : Saat overthinking, tubuh memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini meningkatkan sensitivitas saraf di saluran pencernaan. Akibatnya, paparan asam lambung yang sebenarnya ringan pun dapat terasa lebih nyeri karena sensitivitas saraf meningkat.
- Melemahnya katup kerongkongan: Stres dapat memengaruhi kinerja otot Lower Esophageal Sphincter (LES), yaitu katup otot di bagian bawah kerongkongan. Ketika otot ini lebih sering mengalami relaksasi yang tidak sesuai, asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan.
- Melambatnya pengosongan lambung: Overthinking dapat mengganggu gerakan saluran pencernaan. Makanan menjadi bertahan lebih lama di dalam lambung, memicu produksi asam lambung berlebih, dan menimbulkan rasa begah, mual, serta kembung.
Siklus GERD dan kecemasan
dr. Fachrial Imam juga mengatakan bahwa overthinking dan GERD bisa menjadi siklus yang saling memperburuk:
- Seseorang mengalami overthinking atau stres berlebih.
- Stres memicu asam lambung naik dan timbul gejala GERD (nyeri dada, nyeri ulu hati, sesak napas).
- Gejala fisik GERD tersebut membuat penderita merasa takut atau khawatir mengalami penyakit berat.
- Rasa takut ini memicu overthinking yang lebih parah, yang pada akhirnya membuat gejala GERD semakin menjadi-jadi.
Cara mengatasi GERD akibat overthinking
Untuk mencegah GERD kambuh akibat pikiran yang dipenuhi kecemasan, penanganan harus dilakukan dari dua sisi: fisik dan mental.
- Kelola stres dan pikiran:
- Latihan pernapasan dalam secara perlahan dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.
- Journaling atau kurangi konsumsi informasi berlebih sebelum tidur untuk mengistirahatkan pikiran.
- Perbaiki pola hidup dan makan:
- Hindari makan dalam porsi besar sekaligus; pilihlah porsi kecil namun sering (small, frequent meals).
- Jangan langsung berbaring atau tidur minimal 2–3 jam setelah makan.
- Batasi makanan dan minuman yang dapat memicu gejala GERD..
- Olahraga teratur: Aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti jalan kaki atau yoga, terbukti efektif merangsang pelepasan hormon endorfin yang menurunkan tingkat stres sekaligus melancarkan pergerakan usus.
Konsultasi spesialis penyakit dalam
Jika gejala GERD Anda tidak kunjung membaik, sering kambuh saat pikiran tertekan, atau mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya segera lakukan evaluasi medis secara menyeluruh. Penanganan yang tepat dari ahlinya akan membantu mengontrol produksi asam lambung sekaligus menjaga kesehatan saluran pencernaan Anda secara jangka panjang.
Untuk pemeriksaan dan penanganan gangguan saluran cerna yang tepat, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dr. Fachrial Imam, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital Cilegon.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

