
Amandel adalah organ yang berada di sisi kanan dan kiri tenggorokan. Dalam bahasa medis, amandel disebut dengan tonsil, dan merupakan bagian dari sistem imun.
Tonsil atau amandel dapat mengalami berbagai masalah, seperti bengkak, kemerahan, hingga infeksi. Masalah berulang pada tonsil mungkin membutuhkan pengangkatan amandel. Apa ciri-ciri amandel bermasalah? Simak penjelasan lengkap dari dr. Mei Risanti Sirait, Sp.THT-KL dari Eka Hospital PIK berikut ini.
Berapa Ukuran Amandel yang Normal?
Ukuran amandel biasanya digambarkan dengan dengan skala T0 sampai T4, menggunakan sistem Brodsky.
Ukuran tonsil yang normal biasanya ada dalam skala T1. Ukuran tonsil yang berada di atas T2, umumnya menandalam telah terjadi pembesaran ukuran amandel atau peradangan.
Biasanya, perempuan dan laki-laki memiliki ukuran amandel yang berbeda. Namun, jika dianalogikan, ukuran amandel rata-rata adalah sedikit lebih besar dari marshmallow.
Berikut ini adalah penjelasan skala ukuran amandel berdasarkan sistem Brodsky:
- T0: Amandel telah diangkat, sehingga amandel tidak lagi ada.
- T1: Ukuran amandel normal, biasanya tidak terlalu tampak.
- T2: Sedikit membesar dan tampak, tapi masih termasuk normal.
- T3: Amandel tampak jelas membesar dan hampir bersentuhan dengan uvula (jaringan yang menggantung di belakang tenggorokan)
- T4: Ukuran amandel membesar dan saling bersentuhan. Kondisi ini disebut juga dengan kissing tonsil.
Tidak semua amandel yang membesar perlu diangkat. Membesarnya amandel perlu diwaspadai jika mulai menimbulkan gejala yang mengganggu.
Ciri-Ciri Ukuran Amandel Membesar
Amandel yang membesar tidak selalu berarti bahaya. Terkadang, pembesaran amandel hanya bersifat sementara selagi infeksi masih terjadi.
Ketika infeksi sembuh, ukuran amandel dapat kembali seperti semula. Namun, Anda perlu waspada jika amandel yang membesar sampai menimbulkan masalah kesehatan yang mengganggu.
Berikut ini adalah ciri-ciri amandel membesar yang perlu Anda waspadai:
- Disertai batuk berulang
- Demam berulang
- Kejang demam
- Mengorok saat tidur atau bahkan henti napas
- Radang amandel (tonsilitis) berulang lebih dari 3 kali dalam setahun
- Gangguan tidur atau tidur tidak berkualitas
Masalah atau gangguan amandel berulang mungkin membutuhkan operasi pengangkatan amandel. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penanganan yang terbaik.
Kapan Harus Operasi Amandel?
Operasi pengangkatan amandel, alias tonsilektomi, biasanya paling umum dilakukan pada masa anak-anak. Rata-rata prosedur ini dilakukan pada anak yang mengalami radang amandel berulang, misalnya lebih dari 3 kali dalam setahun.
Selain itu, jika anak mengalami sakit tenggorokan kronis yang tidak kunjung sembuh, tonsilektomi juga dapat direkomendasikan.
Lidah anak-anak cenderung berukuran lebih besar dibandingkan volume rongga mulut. Ketika amandel anak membesar, hal ini membuat aliran udara menjadi lebih sedikit untuk masuk, atau bahkan menyebabkan sumbatan jalan napas.
Masalah pernapasan ini dapat mengganggu kualitas tidur anak serta suplai oksigen ke otak untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Selain itu, kualitas tidur yang buruk pada anak juga diketahui berkontribusi dalam penurunan kemampuan belajar di sekolah hingga masalah perilaku.
Anda perlu waspada jika anak mengorok sangat keras saat tidur, banyak bernapas menggunakan mulut, atau tampak selalu kurang tidur sekalipun durasinya cukup.
Anda bisa memeriksakan anak ke dokter spesialis THT-KL atau dokter spesialis anak, salah satunya adalah dr. Mei Risanti Sirait, Sp.THT-KL dari Eka Hospital PIK.
Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

