
Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang paling umum dan cukup dikenal bagi banyak orang. Tapi tahukah Anda di samping skoliosis ada dua jenis kelainan tulang belakang lain yang membutuhkan perhatian, yaitu kifosis dan lordosis. Simak penjelasan dari Dr. dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine dari Eka Hospital BSD.
Apa itu kifosis dan lordosis?
Tulang belakang manusia secara alami memiliki kelengkungan untuk menahan beban dan meredam guncangan. Kifosis adalah kelengkungan ke arah luar (cembung) pada area punggung atas, sementara lordosis adalah kelengkungan ke arah dalam (cekung) pada area punggung bawah .
Selama lengkungan kifosis dan lordosis saling mengompensasi sehingga titik berat tubuh tetap seimbang dan tidak menimbulkan nyeri atau gangguan gerak kondisi ini dianggap normal dan tidak memerlukan penanganan khusus.
Namun kondisi ini menjadi perhatian ketika sudut lengkungnya berlebihan, jelas dr. Phendy. Jika kelengkungan terlalu berlebihan maka bisa terjadi hiperkifosis, di mana pasien menjadi bongkok atau lordosis, di mana pinggang terlalu melengkung ke depan.
Selain sudut lengkung yang berlebihan, ada juga kondisi yang sudut lengkungnya kurang dari ideal, yaitu hipokifosis dan hipolordosis, lanjut dr. Phendy. Pada kondisi ini kelengkungan yang terlalu datar atau berkurang dari sudut normal, yang menyebabkan tulang belakang kehilangan kemampuan meredam beban.
Apa saja yang menyebabkan kelainan tulang belakang ini?
Menurut dr. Phendy, gangguan ini disebabkan oleh:
1. Penyebab Kifosis (hiperkifosis)
- Kifosis Bawaan: Terjadi sejak lahir akibat kegagalan pembentukan tulang belakang yang sempurna saat di dalam kandungan.
- Kifosis Scheuermann: Muncul pada masa remaja, di mana tulang belakang tumbuh berbentuk baji (trapesium), bukan kotak, sehingga punggung melengkung tajam.
- Ankylosing spondylitis: Penyakit peradangan kronis yang menyebabkan ruas tulang belakang menyatu, mengakibatkan postur tubuh membungkuk permanen dan kaku.
- Faktor lain: Osteoporosis dan kebiasaan postur tubuh yang buruk dalam jangka panjang.
2. Penyebab Lordosis (Hiperlordosis)
- Kompensasi hiperkifosis: Penyebab paling umum. Tubuh secara otomatis menambah lengkungan di punggung bawah untuk menyeimbangkan posisi punggung atas yang terlalu membungkuk agar kepala tetap tegak.
- Spondylolisthesis: Pergeseran ruas tulang belakang yang memaksa area lumbal melengkung lebih dalam.
- Obesitas & kehamilan: Beban berlebih di area perut menarik tulang punggung bawah ke arah depan.
Kapan operasi diperlukan?
Tindakan pembedahan bukan pilihan utama, namun menjadi wajib dipertimbangkan apabila:
- Sudut kelengkungan ekstrem: Biasanya jika kifosis melebihi 75-80 derajat atau lordosis yang menyebabkan ketidakseimbangan tubuh yang berat.
- Defisit neurologis: Adanya penekanan saraf yang menyebabkan mati rasa, kelemahan tungkai, atau gangguan kontrol buang air besar dan kecil.
- Nyeri kronis: Rasa sakit yang menetap dan tidak lagi merespons terapi fisik (fisioterapi), obat-obatan, atau penggunaan korset (bracing).
- Gangguan fungsi organ: Pada kasus kifosis berat, paru-paru dan jantung bisa tertekan sehingga mengganggu sistem pernapasan.
- Progresivitas cepat: Kelengkungan yang terus bertambah parah meski sudah dilakukan penanganan non-bedah.
Konsultasi Ahli tulang belakang
Jika Anda mengalami keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar atau menyadari perubahan postur yang signifikan, segera lakukan pemeriksaan diagnostik seperti X-Ray atau MRI.
Untuk penanganan tulang belakang dengan teknologi terbaru seperti Robotic Spine Navigation, Anda dapat berkonsultasi di Eka Hospital BSD. Tim spesialis di sana, Dr. dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine, memiliki keahlian khusus dalam menangani kasus kifosis dan lordosis mulai dari terapi fisik hingga pembedahan rumit.
Eka Hospital juga didukung oleh Gatam Institute yang memilih keahlian dalam menangani berbagai keluhan tulang belakang lewat dokter berpengalaman serta peralatan medis canggih yang menggunakan sistem robotik untuk memberikan penanganan terbaik serta proses pemulihan yang lebih cepat pada semua pasien kami. Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

