
Sakit punggung bawah tidak selalu disebabkan oleh masalah saraf kejepit atau HNP. Dalam beberapa kasus, sakit punggung bawah disebabkan oleh sebuah kondisi yang bernama bertolotti syndrome.
Simak penjelasan lengkap soal apa itu bertolotti sindrom dari dr. Omar Luthfi, Sp.OT (K) Spine, konsultan tulang belakang Eka Hospital Cibubur.
Apa Itu Bertolotti Syndrome?
Bertolotti syndrome adalah suatu kondisi tulang belakang, khususnya bagian lumbal paling bawah (L5) dan sakrum pertama (S1) memiliki sambungan abnormal. Padahal seharusnya, tidak terdapat sambungan.
Sambungan ini terletak di sisi kiri dan kanan tulang belakang yang disebut dengan sendi pseudoarthrosis.
Sering kali, bertolotti syndrome tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa orang, kondisi ini bisa menyebabkan gejala berupa sakit punggung bawah.
Sering kali bertolotti syndrome disebabkan oleh kelainan bawaan lahir atau diturunkan secara genetik.
Gejala Bertolotti Syndrome
Gejala Bertolotti Syndrome sering kali menyerupai dengan gejala HNP, yakni:
- Sakit punggung bawah, khususnya di salah satu sisi
- Rasa sakit punggung bawah yang menyebar ke pinggul dan bokong
- Kaku di area punggung bawah
- Rasa sakit yang memburuk saat beraktivitas dan membaik ketika beristirahat
Cara diagnosis bertolotti syndrome
Biasanya, rontgen cukup untuk melihat kelainan bentuk tulang belakang ini. Akan tetapi, foto rontgen tidak dapat memberi tahu apakah kelainan tersebut yang jadi penyebab nyeri.
Sebab, bertolotti syndrome seringnya tidak menimbulkan gejala dan ada banyak kondisi selain bertolotti syndrome yang lebih umum jadi penyebab nyeri punggung bawah.
Itu sebabnya, dokter mungkin akan merekomendasikan MRI untuk mencari tahu sumber rasa sakit ataupun mengeliminasi kemungkinan penyebab lainnya.
Biasanya, untuk memastikan apakah nyeri punggung bawah disebabkan oleh bertolotti syndrome, dokter akan melakukan prosedur injeksi diagnostik.
Bagaimana cara mengatasi bertolotti syndrome?
Gejala bertolotti syndrome yang muncul dapat menyerupai sakit punggung bawah akibat HNP. Itu sebabnya, kondisi ini mungkin agak sulit didiagnosis.
Menurut dr. Omar Luthfi, Sp.OT (K) Spine, konsultan tulang belakang Eka Hospital Cibubur, untuk mengatasi bertolotti syndrome, dokter dapat melakukan injeksi provokatif.
Injeksi provokatif dilakukan untuk memberikan injeksi ke area yang dicurigai sebagai sumber rasa sakit. Lewat prosedur ini, dokter akan memasukkan jarum ke sendi artrosis, dan menyuntikkan kontras.
Dokter akan menyuntikkan obat dan melihat efek yang terjadi. Jika setelah injeksi obat nyerinya hilang, kemungkinan besar sumber rasa sakit telah berhasil ditemukan.
Namun, jika suatu hari rasa sakit muncul kembali, dokter dapat melakukan tindakan lanjutan, seperti radiofrekuensi atau melakukan eksisi sendi atau pemotongan sendi dengan endoskopi.
Bertolotti syndrome adalah salah satu kondisi yang cukup sulit didiagnosis. Jadi, Anda mungkin perlu menjalani beberapa kali pemeriksaan ke dokter sampai akhirnya tegak diagnosis.
Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Omar Luthfi, Sp.OT (K) Spine, konsultan ortopedi tulang belakang Eka Hospital Cibubur. Hubungi Call Center kami di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.
Anda juga bisa menyaksikan penjelasan lengkap dr. Omar Luthfi, Sp.OT(K)Spine, lewat video di halaman ini.

