
Bipolar disorder adalah suatu gangguan mental kronis yang ditandai dengan perubahan mood secara ekstrem. Artinya, pasien bisa merasa sangat gembira, tapi selanjutnya bisa merasa sangat sedih.
Dengan pengobatan yang tepat dan terapi, kondisi ini dapat dikontrol sehingga penderitanya bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Apa itu bipolar disorder?
Bipolar disorder adalah gangguan kesehatan mental kronis yang ditandai dengan perubahan mood secara ekstrem. Tidak cuma suasana hati, tingkat energi dan aktivitas orang yang memiliki bipolar disorder juga akan berubah secara ekstrem tergantung episode yang sedang dialami.
Orang yang mengalami bipolar disorder sering kali mengalami episode bahagia berlebihan, penuh energi, ataupun mudah marah. Episode ini disebut dengan mania. Beberapa orang dapat mengalami episode mania yang lebih ringan. Ini disebut hipomania.
Di sisi lain, mereka juga akan mengalami fase sangat sedih, terasing, putus asa, dan apatis. Kondisi ini dikenal dengan episode depresi.
Perubahan mood ini dapat berlangsung dalam hitungan jam, hari, minggu, atau bahkan bulan dan mengganggu aktivitas harian Anda. Dalam episode depresi bahkan Anda bisa tidak bersemangat melakukan apa pun dan hanya mengurung diri.
Jenis Bipolar Disorder
Ada beberapa jenis bipolar disorder, yaitu:
1. Bipolar I disorder
Orang dengan tipe bipolar disorder ini mengalami episode mania lebih dari satu kali. Setiap episodenya biasanya berlangsung minimal 7 hari.
Tipe ini juga mengalami episode depresi yang biasanya berlangsung selama 2 minggu.
2. Bipolar II disorder
Tipe ini ditandai dengan pasien mengalami episode depresi dan hipomania. Mereka cenderung tidak mengalami episode mania yang utuh. Inilah yang membedakan dengan Bipolar I.
Tipe ini cenderung lebih melemahkan karena episode depresi cenderung lebih sering terjadi.
3. Cyclothymic disorder (cyclothymia)
Jenis bipolar disorder ini membuat penderitanya mengalami perubahan mood yang tidak stabil secara kronis. Mereka berada dalam episode hipomania dan depresi ringan setidaknya 2 tahun.
Episode “normal” mereka—alias euthymia—cenderung singkat, kurang dari 8 minggu.
Apabila pasien mengalami tipe perubahan mood yang tidak sesuai dengan kriteria di atas, ini tergolong dalam kategori “lainnya” yang belum dispesifikasi.
Ciri-ciri bipolar disorder
Ciri utama dari bipolar disorder adalah mood yang tidak stabil secara ekstrem, yakni fase mania (bahagia) dan depresi.
Gejala fase mania
Biasanya, fase mania dapat berlangsung selama satu minggu. Gejala yang ditunjukkan, yaitu:
- Gembira berlebihan
- Merasa sangat berenergi sekalipun kurang tidur
- Berbicara cepat
- Mengutarakan ide dengan sangat cepat dan berubah-ubah saat berbicara
- Mengerjakan beberapa hal sekaligus
- Menjadi lebih impulsif dan ceroboh
- Mudah terdistraksi
- Membuat rencana besar yang tidak realistis
Dalam fase mania yang berat, seseorang mungkin saja mengalami psikosis, yaitu halusinasi dan delusi.
Gejala fase depresi
Fase depresi biasanya terjadi sekitar 2 minggu. Fase ini membuat seseorang merasakan kesedihan mendalam hingga kehilangan ketertarikan terhadap hal-hal yang ia senangi.
Beberapa gejala yang muncul, di antaranya:
- Mengalami kesedihan mendalam
- Merasa tidak penting dan berguna
- Merasa tidak memiliki tujuan hidup
- Kelelahan ekstrem
- Insomnia atau tidur berlebihan
- Nafsu makan hilang atau justru makan berlebihan
- Kesulitan berkonsentrasi
- Keinginan untuk mengakhiri hidup berulang kali
- Menangis terus-menerus
Penyebab bipolar disorder
Hingga kini para ahli belum mengetahui penyebab seseorang mengalami bipolar disorder. Namun, faktor genetik diduga kuat jadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.
Selain itu, bipolar disorder juga diketahui sebagai salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum diturunkan. Namun, hal ini tidak berarti Anda pasti memilikinya jika terdapat riwayat gangguan bipolar di dalam keluarga.
Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko bipolar disorder, yaitu:
- Perubahan di otak. Peneliti menemukan orang yang mengalami gangguan bipolar memiliki ukuran otak yang sedikit lebih kecil dibandingkan otak rata-rata.
- Trauma atau stres. Kejadian traumatis dapat memicu fase depresi berat sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar.
Diagnosis
Ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba, dan ini tidak hanya disebabkan oleh masalah psikis. Adanya gangguan pada bagian otak yang mengatur hormon juga bisa menyebabkan perubahan mood atau perilaku.
Itu sebabnya, saat berusaha menegakkan diagnosis bipolar disorder, dokter akan melakukan serangkaian tes yang tidak hanya berhubungan dengan kesehatan mental, tapi juga kesehatan fisik. Ini bertujuan untuk memastikan penyebab yang muncul, sekaligus mengeliminasi kemungkinan penyebab lainnya.
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, yaitu:
- Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan riwayat kesehatan ataupun riwayat keluarga
- Tes darah, seperti untuk mengecek hipertiroidisme yang bisa menyebabkan gejala serupa
Apabila tidak ditemukan dari kondisi fisiologis, dokter dapat merujuk Anda ke dokter spesialis kesehatan jiwa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mental.
Di sini dokter spesialis jiwa dapat melakukan pemeriksaan kesehatan mental dengan menanyakan gejala atau perasaan yang muncul, aktivitas Anda, pola tidur, dan perilaku lewat sejumlah pertanyaan.
Psikiater juga mungkin meminta Anda untuk mencatat suasana hati Anda secara harian untuk menemukan pola kapan gejalanya muncul.
Diagnosis bipolar disorder bisa ditegakkan bila pasien mengalami setidaknya satu kali episode mania atau hipomania untuk jangka waktu tertentu.
Penanganan bipolar disorder
Orang yang mengalami bipolar disorder dapat hidup dengan “normal” jika melakukan pengobatan yang tepat sesuai dengan anjuran dokter.
Umumnya, Anda perlu rutin menjalani psikoterapi dan konsumsi obat-obatan untuk mengatasi gejala gangguan bipolar. Anda tidak perlu khawatir ketergantungan obat, sebab dokter akan memberikan sesuai dosis yang dibutuhkan untuk mengendalikan gejalanya.
Dokter bahkan mungkin saja menurunkan dosisnya perlahan bila gejalanya membaik.
Selain itu, Anda juga tetap perlu mengendalikan stres agar tidak memicu fase mania atau depresi, dengan melakukan meditasi, yoga, relaksasi, atau hal-hal lain yang Anda sukai.
Beberapa terapi juga dapat Anda lakukan bersama psikiater ataupun psikolog, seperti:
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan gejala bipolar disorder, antara lain:
- Psikoedukasi: memberikan pemahaman tentang kondisi yang Anda alami agar lebih siap dalam mengantisipasi tiap episode, baik untuk Anda sendiri ataupun keluarga.
- Interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT): membantu memperbaiki suasana hati, khususnya dengan teknik relaksasi dan mengendalikan stres
- Terapi berfokus keluarga: dilakukan bersama dengan keluarga untuk membantu memperbaiki komunikasi dan pemecahan masalah.
- Terapi perilaku kognitif: berfokus untuk menemukan perilaku dan pikiran negatif serta mengubahnya menjadi positif.
- Electroconvulsive therapy (ECT): terapi memberikan arus listrik ke otak untuk menyebabkan kejang kecil. Kejang ini diharapkan dapat mengubah senyawa kimia dalam otak sehingga dapat meredakan gejalanya.
Dalam beberapa kasus berat, orang yang mengalami gangguan bipolar mungkin saja memerlukan perawatan di rumah sakit (rawat inap). Terutama jika mereka memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya berulang kali.
Bagaimana jika bipolar disorder tidak ditangani?
Tidak selalu mudah untuk menemukan pengobatan atau metode yang tepat dalam menangani bipolar disorder. Bahkan, mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun.
Namun, alangkah baiknya jika Anda tidak atau keluarga tidak menyerah untuk terus mengikuti saran dokter. Sebab, jika tidak ditangani dengan tepat, gejala bipolar disorder dapat mengganggu aspek kehidupan Anda yang lain, seperti:
- Risiko penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol
- Percobaan bunuh diri
- Masalah hukum atau finansial
- Kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain
- Performa kerja atau akademis yang buruk
Sekalipun Anda merasa putus asa karena segala upaya tampaknya belum membuahkan hasil, tetaplah datang ke dokter untuk sekadar terapi atau mengungkapkan apa yang Anda rasakan. Cara ini akan membantu dokter yang merawat Anda untuk memikirkan metode pengobatan lain yang mungkin saja memberikan hasil lebih baik untuk Anda.
Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk melakukan sesi konseling dengan tenaga kesehatan mental terbaik di Eka Hospital. Kami siap membantu dan memberikan penanganan terbaik sesuai dengan kebutuhan kondisi Anda.

