.jpeg)
Bleaching gigi adalah sebuah prosedur untuk membuat warna gigi lebih putih sekaligus menghilangkan noda yang menempel di gigi. Umumnya, bleaching gigi dilakukan menggunakan suatu bahan yang disebut peroksida. Anda bisa melakukannya di rumah secara mandiri ataupun di dokter gigi.
Akan tetapi, tidak semua orang dapat melakukan pemutihan gigi. Beberapa kondisi mungkin akan memperburuk masalah gigi dan mulut yang Anda alami bila menjalani bleaching tanpa konsultasi dengan dokter gigi.
Apa itu bleaching gigi?
Bleaching gigi adalah prosedur untuk memutihkan tampilan gigi, bahkan lebih putih dari warna gigi alami Anda. Selain untuk kepentingan estetika, prosedur ini juga digunakan untuk menghilangkan noda yang menempel di gigi.
Prosedur memutihkan gigi umumnya menggunakan bahan yang mengandung 3-20% peroksida. Semakin tinggi konsentrasinya, akan semakin putih pula warna gigi yang dihasilkan. Meski demikian, terlalu lama memakai bahan pemutih gigi dengan konsentrasi tinggi bisa menyebabkan gigi sensitif dan masalah gusi.
Tipe noda gigi
Bleaching berguna untuk menghilangkan noda gigi. Namun, tidak semua noda atau perubahan warna gigi bisa diatasi dengan bleaching.
Terdapat dua jenis perubahan warna gigi, yaitu:
- Intrinsik (internal). Perubahan warna gigi yang terjadi di lapisan dalam gigi, akibat usia, trauma gigi, dan beberapa pengobatan tertentu.
- Ekstrinsik (eksternal). Perubahan warna gigi akibat paparan makanan, minuman, atau tembakau yang terjadi di permukaan gigi.
Beda jenis noda gigi, beda pula metode bleaching yang dilakukan. Itu sebabnya, Anda perlu berkonsultasi ke dokter gigi untuk menjalani prosedur ini.
Siapa saja yang bisa menjalani bleaching gigi?
Bleaching umumnya hanya dapat dilakukan pada gigi asli Anda. Bila telah menggunakan veneer gigi, Anda mungkin tidak dapat menjalani prosedur ini.
Beberapa kondisi yang membuat Anda tidak dapat melakukan bleaching gigi, antara lain:
- Sedang hamil atau menyusui
- Memiliki gigi sensitif
- Memiliki penyakit g
usih - Memiliki lubang atau retak pada gigi
- Mempunyai masalah gigi yang belum diobati
- Menggunakan veneer, crown gigi, atau tambalan
Noda gigi yang terjadi di dalam lapisan gigi juga mungkin tidak dapat diputihkan dengan prosedur ini.
Prosedur bleaching gigi
Saat ini banyak produk pemutih gigi yang dijual bebas. Akan tetapi, bleaching gigi sendiri di rumah tidaklah direkomendasikan mengingat bahan yang digunakan dapat berpotensi mengikis enamel gigi serta menyebabkan gigi sensitif dan masalah gusi jika penggunaannya tidak tepat.
Ditambah lagi, untuk mengetahui jenis perubahan warna gigi yang terjadi, Anda umumnya perlu konsultasi dokter gigi.
Untuk melakukan bleaching gigi, Anda mungkin membutuhkan 2-3 kali pertemuan agar gigi jadi putih sesuai yang Anda inginkan.
Berikut adalah langkah-langkah bleaching gigi:
- Dokter gigi akan mencetak gigi untuk membuat pelindung mulut.
- Pelindung mulut ini akan digunakan di rumah sebelum mengoleskan gel pemutih.
- Anda perlu menggunakannya secara rutin selama beberapa minggu.
Umumnya, gel pemutih bisa digunakan selama 8 jam. Tanyakan pada dokter tata cara pemakaiannya.
Selain menggunakan langkah di atas, bleaching juga dapat dilakukan dengan metode laser.
Pada bleaching dengan metode laser, dokter akan mengoleskan bahan pemutih pada gigi Anda kemudian menyinarinya dengan laser untuk mengaktivasi bahan pemutih. Bleaching gigi dengan laser memakan waktu satu jam.
Berapa lama bleaching gigi dapat bertahan?
Prosedur bleaching gigi tidaklah permanen. Prosedur yang dilakukan di dokter gigi umumnya dapat bertahan selama 2-3 tahun.
Efeknya mungkin lebih singkat lagi jika Anda makan dan minum yang meninggalkan noda di gigi.
Efek samping bleaching gigi
Jika dilakukan di dokter gigi, prosedur pemutihan gigi ini cenderung aman. Namun, gigi sensitif adalah salah satu efek samping sementara yang mungkin Anda rasakan. Setelah beberapa minggu, rasa ngilu di gigi akan berangsur menghilang.
Bila Anda memiliki gigi sensitif, pastikan Anda konsultasi dulu ke dokter sebelum melakukannya.
Terdapat beberapa risiko efek samping yang mungkin terjadi, seperti:
- Iritasi gusi
- Membuat gigi lebih sensitif
- Mengikis atau melemahkan enamel gigi
- Permukaan gigi jadi kasar
- Kerusakan atau perubahan warna pada restorasi gigi yang sudah dilakukan, seperti crown gigi
Cara merawat gigi usai bleaching
Warna putih dari bleaching tidak bersifat permanen. Namun, untuk menjaganya agar bertahan lebih lama, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Menyikat gigi dua hari sekali, terutama 30 menit setelah makan
- Mengunyah permen karet bebas gula atau berkumur setelah makan
- Gunakan pasta gigi mengandung pemutih
- Mengonsumsi makanan tinggi kalsium seperti keju
- Hindari merokok
- Minumlah dengan sedotan. Sebab dapat mengurangi paparan cairan yang dapat meninggalkan noda pada gigi
- Hindari makanan dan minuman penyebab gigi kuning, seperti teh, kopi, minuman soda
Jika Anda berniat melakukan pemutihan gigi, konsultasikan dulu dengan dokter. Anda bisa berkunjung ke poli gigi Eka Hospital untuk mendapatkan konsultasi terbaik. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

