
Blighted ovum adalah kondisi keguguran pada usia kehamilan dini, sekitar 7-9 minggu, yang terjadi karena embrio tidak berkembang. Kondisi ini disebut juga dengan kehamilan kosong.
Kondisi ini telah membentuk kantung kehamilan tempat janin akan berkembang. Namun, seiring waktu, kantung tersebut tetap kosong dan tidak ada tanda-tanda perkembangan janin. Apa penyebabnya?
Apa itu blighted ovum?
Blighted ovum adalah kondisi ketika sel telur yang sudah dibuahi berhasil menempel di dinding rahim, tetapi tidak berkembang. Seiring bertambahnya usia kehamilan, kantung kehamilan akan terus membesar, tapi tanpa janin yang berkembang di dalamnya.
Itu sebabnya, Anda akan tetap mengalami sejumlah tanda-tanda hamil sebab plasenta akan tetap memproduksi hormon kehamilan.
Jika Anda mengalami blighted ovum, dokter akan melakukan pemantauan apakah kantung kehamilan dapat keluar secara alami atau perlu dengan bantuan obat ataupun prosedur kuretase.
Gejala blighted ovum
Umumnya, Anda tidak dapat mengetahui apakah kehamilan Anda berjalan dengan baik atau mengalami blighted ovum. Sebab, kondisi ini terjadi pada usia awal kehamilan, bahkan ketika Anda tidak menyadari bahwa diri Anda hamil.
Sekalipun tidak terdapat janin yang berkembang di dalam kantung kehamilan, plasenta tetap mengeluarkan hormon kehamilan. Itu sebabnya, Anda akan tetap merasakan tanda-tanda awal hamil, seperti:
- Terlambat menstruasi
- Mual dan muntah (morning sickness)
- Hasil testpack positif
- Payudara terasa lembut
Kepastian blighted ovum hanya dapat diketahui melalui USG.
Apabila Anda mengalami blighted ovum dan mengalami keguguran secara alami, beberapa gejala yang dapat Anda rasakan, antara lain:
- Keram perut bagian bawah dan panggul
- Perdarahan vagina, keluarnya gumpalan darah atau jaringan dari vagina
Penyebab blighted ovum
Blighted ovum adalah salah satu penyebab keguguran pada trimester awal kehamilan yang paling umum terjadi.
Kemungkinan penyebabnya adalah adanya gangguan pada kromosom selama pembelahan sel embrio. Kualita sel telur atau sel sperma yang rendah bisa jadi penyebabnya, meskipun terkadang terjadi begitu saja.
Para ahli sendiri belum dapat menentukan penyebab pasti dari kehamilan kosong ini. Namun, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami blighted ovum, antara lain:
- Berusia di atas 35 tahun saat hamil
- Memiliki kondisi kesehatan tertentu yang tidak terkontrol
- Mengalami infeksi pada masa awal kehamilan
- Pernah mengalami keguguran
Diagnosis
Blighted ovum sering kali dapat ditemukan melalui USG transvaginal. Akan tetapi, tidak selalu kondisi ini diketahui sejak pemeriksaan pertama.
Umumnya, pertama kali seorang wanita memeriksakan diri ke dokter spesialis obgyn adalah saat usia kehamilannya berada di sekitar 5-6 minggu, atau telat terlambat menstruasi sekitar 1-2 minggu.
Pada masa ini, kantung kehamilan sudah terbentuk, tapi detak jantung janin terkadang belum terdengar. Dengan demikian, untuk memastikan kehamilan berkembang dengan baik atau tidak, dokter akan meminta Anda untuk datang pada 3-4 minggu mendatang.
Pada pemeriksaan selanjutnya, saat perkiraan usia kehamilan telah mencapai 9-10 minggu, detak jantung janin jika berkembang seharusnya lebih kuat. Itu sebabnya, pada tahap ini dokter bisa mengetahui apakah kehamilan berkembang sesuai yang diharapkan atau tidak.
Pada kehamilan kosong, dokter tidak dapat mendengar detak jantung janin, yang menandakan kantung kehamilan kosong.
Selain itu, pemeriksaan hCG pada usia kehamilan 10 minggu juga bisa membantu memastikan diagnosis blighted ovum. Umumnya, jumlah hCG yang awalnya tinggi akan menurun pada usia tersebut, menandakan janin tidak berkembang.
Penanganan blighted ovum
Kehamilan kosong, atau blighted ovum, umumnya hanya dapat bertahan hingga usia ke-12 minggu. Dengan kata lain, kehamilan tidak dapat dipertahankan sebab tidak terdapat janin yang berkembang.
Beberapa kehamilan kosong dapat keluar dengan sendirinya. Ini disebut dengan keguguran alami. Namun, biasanya ini dilakukan jika kondisi ibu cukup sehat dan aman.
Selain keguguran alami, dokter juga dapat merekomendasikan hal berikut untuk menangani blighted ovum:
- Dilatasi dan kuretase untuk mengeluarkan isi rahim
- Pemberian obat-obatan untuk merangsang keguguran
Blighted ovum adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Bahkan pada wanita yang sehat sekalipun.
Tidak diketahui secara pasti bagaimana dapat mencegah kehamilan kosong. Akan tetapi, menjalani gaya hidup sehat bisa membantu menurunkan risikonya. Anda juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter, terutama jika sudah mengalami beberapa kali keguguran untuk mengetahui penyebab pastinya.
Kunjungi poli spesialis kebidanan dan kandungan Eka Hospital untuk mendapatkan konsultasi terbaik dari para spesialis obgyn berpengalaman. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

