Home>Better Health>Anak>Cara Memillih Botol Susu yang Aman untuk Bayi Baru Lahir

Better Health

Cara Memillih Botol Susu yang Aman untuk Bayi Baru Lahir

botol susu bayi

Memilih botol susu untuk Si Kecil, tidak boleh asal-asalan. Salah memilih botol bukan hanya membuat anak tidak nyaman tetapi juga bisa membuatnya sakit. Pemilihan botol yang tepat akan membuat susu tetap higienis, bebas bahan kimia berbahaya, dan nyaman digunakan agar dan buah hati bebas kembung setelah menyusu. Nah, jika Anda bingung bagaimana cara memilih botol susu bayi yang benar, kami sudah menyiapkan beberapa panduan yang bisa Anda ikuti.

1. Pilih bahan yang tepat

Bahan dasar botol sangat penting dalam menjaga kualitas susu dan juga kemudahan untuk  dibersihkan. Berikut ini urutan jenis bahan botol susu terbaik berdasarkan yang paling direkomendasikan.

  • Kaca (sangat direkomendasikan): Botol kaca adalah pilihan paling higienis karena permukaannya pori-porinya sangat rapat, sehingga sisa lemak susu tidak mudah menempel. Kaca juga sangat tahan panas dan tidak akan melepaskan zat kimia saat disterilisasi berulang kali. Namun, kekurangannya adalah berat dan risiko pecah.
  • PPSU (polyphenylsulfone): Kebanyakan botol plastik berkualitas menggunakan bahan ini. PPSU merupakan plastik tingkat medis yang sangat tahan panas (hingga 180°C) dan tahan lama. PPSU tidak mudah tergores, sehingga bakteri sulit bersembunyi di dalamnya.
  • PP (polypropylene): Pilihan paling ekonomis dan ringan. Botol ini aman digunakan, namun hanya untuk jangka pendek. Botol PP cenderung lebih cepat keruh dan mudah tergores, sehingga disarankan untuk segera diganti jika tampilannya sudah mulai berubah.
  • Hindari plastik biasa/murah: Plastik berkualitas rendah mudah rusak, tergores, dan dapat menyimpan sisa lemak susu yang menjadi sarang bakteri meskipun sudah dicuci.

2. Ukuran yang sesuai dengan usia

Memilih ukuran botol yang terlalu besar untuk bayi baru lahir dapat meningkatkan risiko masuknya udara berlebih ke lambung. Sesuaikan dengan kapasitas minum anak:

  • Baru lahir (newborn): Pilih ukuran 120–150 ml. Bayi baru lahir memiliki kapasitas lambung yang kecil, sehingga botol kecil lebih praktis dan ringan.
  • Usia 3–6 Bulan: Saat kebutuhan susu meningkat, Anda bisa beralih ke ukuran 150–240 ml.

3. Bentuk botol

Desain botol tepat dapat memudahkan Anda mencucinya dan anak memegangnya. Berikut ini beberapa kriteria bentuk botol yang disarankan:

  • Lebar leher: Pilih botol dengan leher yang tidak terlalu sempit agar sikat botol bisa menjangkau seluruh sudut, namun juga tidak terlalu lebar agar tetap nyaman digenggam.
  • Bentuk ergonomis: Cari botol yang memiliki lengkungan di bagian tengah. Bentuk ini membantu melatih koordinasi tangan anak saat mereka mulai belajar memegang botolnya sendiri.

4. Kualitas dot

Dot adalah bagian yang paling sering bersentuhan dengan mulut bayi, jadi kualitasnya tidak bisa ditawar.

  • Bahan: Pilih bahan silikon food grade. Kelebihannya adalah tidak berbau, tidak berasa, dan lebih tahan lama dibandingkan lateks.
  • Tekstur: Cari yang memiliki tekstur "pas"—tidak terlalu lembek (agar tidak mudah kempis saat diisap kuat) dan tidak terlalu keras (agar menyerupai puting ibu).
  • Aliran (flow rate): Pastikan cari dot yang alirannya sesuai dengan emutan bayi.. Aliran yang terlalu cepat membuat bayi tersedak, sementara aliran terlalu lambat membuat mereka frustrasi dan justru menelan banyak udara. Sesuaikan ukuran lubang dot dengan usia bayi.

5. Sistem antikolik

Kolik sering kali disebabkan oleh bayi yang menelan terlalu banyak udara saat menyusu. Carilah botol yang memiliki sistem ventilasi antikolik. Teknologi ini bekerja dengan memisahkan udara dari susu dan mengalirkannya ke bagian belakang botol, sehingga bayi hanya mengisap cairan murni tanpa gelembung udara.

Kapan harus ganti botol?

Banyak orang tua lupa bahwa botol susu memiliki "masa kedaluwarsa". Segera ganti botol atau dot jika Anda menemukan tanda-tanda berikut:

  1. Ada goresan atau retakan (meskipun kecil).
  2. Warna botol berubah menjadi keruh atau kekuningan yang tidak hilang setelah dicuci.
  3. Dot sudah berubah bentuk, lengket, atau robek sedikit saja.
  4. Pastikan botol selalu berlabel BPA-Free untuk menghindari risiko gangguan hormonal pada anak.

Konsultasi tumbuh kembang bersama ahlinya

Memilih perlengkapan bayi hanyalah satu bagian dari mengasuh anak. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai pola makan si kecil, risiko alergi susu, atau masalah pencernaan yang sering membuat anak rewel, berkonsultasi dengan ahli adalah langkah yang bijak.

Dapatkan panduan kesehatan dan tumbuh kembang anak yang komprehensif bersama dr. Adhytio Yasashii, Sp.A Dokter Spesialis Anak Eka Hospital PIK. Beliau akan membantu menjawab semua pertanyaan Anda soal tumbuh kembang anak.

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • Instagram Post Eka Hospital PIK, https://www.instagram.com/p/DUk443FEuRT/

    Diakses pada 4 February 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved