
Melahirkan melalui operasi caesar sering kali membuat produksi Air Susu Ibu (ASI) terlambat keluar. Penyebabnya bisa karena faktor nyeri jahitan, pengaruh obat anestesi, hingga kurangnya kontak awal dengan bayi. Namun, tak perlu khawatir. Kondisi ini dapat diatasi dengan berbagai cara untuk membantu meningkatkan produksi ASI.
Berikut adalah langkah praktis untuk merangsang dan memperbanyak produksi ASI bagi ibu pascaoperasi caesar.
1. Stimulasi isapan sejak dini
Produksi ASI sangat bergantung pada hormon prolaktin dan oksitosin. Isapan pada puting membantu memberikan rangsangan saraf yang mengirim sinyal ke otak untuk meningkatkan produksi ASI. Ada dua cara yang dapat dilakukan:
- Menyusui bayi lebih awal: Lakukan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) dan susui bayi sesegera mungkin setelah operasi untuk merangsang refleks pengeluaran ASI.
- Jika bayi belum dapat menyusu secara optimal atau masih dirawat terpisah, ibu dapat melakukan stimulasi payudara menggunakan pompa ASI atau teknik memerah ASI dengan tangan untuk membantu merangsang produksi ASI..
2. Gunakan teknik power pumping
Jangan menunggu payudara penuh untuk mengosongkannya. Jika ASI belum keluar banyak, lakukan pengosongan payudara menggunakan pompa ASI (breast pump). Gunakan metode power pumping, yaitu memompa dengan pola intermiten: pompa selama 20 menit, istirahat 10 menit, kemudian pompa kembali selama 10 menit di sela-sela waktu menyusui bayi.
3. Pilih posisi menyusu yang aman untuk luka perut
Rasa nyeri di area perut pascaoperasi seringkali menghambat proses menyusui. Gunakan posisi yang tidak menekan luka jahitan:
- Menjepit bayi di bawah lengan di samping tubuh (seperti memegang bola).
- Menyusui dengan posisi ibu dan bayi berbaring menyamping secara berhadapan.
4. Mengelola nyeri dan stres
Rasa nyeri dan tingkat stres yang tinggi terbukti dapat menyumbat hormon oksitosin, sehingga refleks pengeluaran ASI (let-down reflex) dapat terganggu. Konsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan dokter kandungan dapat membantu tubuh lebih rileks dan memproduksi ASI.
5. Perbanyak minum air putih
- Minum air putih: Konsumsi minimal 2,5 hingga 3 liter air sehari. Dehidrasi akan mengurangi volume produksi ASI harian.
- Konsumsi ASI booster alami: Konsumsi makanan tinggi protein, seperti ikan gabus untuk mempercepat penyembuhan luka operasi serta sayuran hijau seperti daun katuk atau daun kelor yang mengandung zat aktif pemacu ASI.
Konsultasi spesialis anak
Produksi ASI yang lancar sangat penting untuk perkembangan bayi yang sehat. Jika produksi ASI hingga hari ke-4 pascaoperasi masih sedikit atau bayi menunjukkan tanda-tanda kurang mendapatkan ASI, segera konsultasikan dengan dokter.
Untuk mendapatkan evaluasi pertumbuhan bayi serta panduan pemberian ASI yang tepat, Anda dapat berkonsultasi dengan ahlinya dr. Rahmadi Wibowo, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Eka Hospital Pluit.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

