
Disentri adalah infeksi saluran cerna yang disebabkan oleh bakteri ataupun parasit. Gejala yang paling khas adalah diare, BAB berdarah disertai lendir, mual, muntah, dan sakit perut.
Beberapa orang bingung membedakan antara disentri dan diare. Namun sebenarnya, diare adalah sebuah gejala dari penyakit tertentu, salah satunya disentri. Diare tidak selalu disebabkan oleh disentri. Sementara sering kali, orang yang menderita disentri akan mengalami diare.
Penyebab disentri
Disentri adalah penyakit yang sangat menular. Penularannya terjadi melalui fecal-oral, yakni kuman yang berada di feses masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Berdasarkan penyebabnya, terdapat dua jenis disentri yang paling umum, yaitu:
1. Disentri amoeba
Sesuai namanya, parasit atau amoeba bisa menyebabkan disentri. Parasit Entamoeba histolytica adalah penyebab utama Anda mengalami disentri amoeba. Selain itu, parasit lain yang bisa menyebabkan disentri amoeba adalah Balantidium coli.
Umumnya, disentri amoeba dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi feses yang mengandung telur Entamoeba.
Dalam kasus yang jarang, parasit bisa bergerak ke area lain selain usus dan menyebabkan abses.
2. Disentri basiler
Disentri basiler adalah disentri yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan disentri, antara lain:
- Shigella (shigellosis)
- Salmonella
- Campylobacter
- Escherichia coli (E. coli)
Faktor risiko
Faktor risiko adalah hal-hal yang bisa meningkatkan peluang Anda mengalami disentri. Memiliki faktor risiko tidak berarti Anda pasti akan mengalami disentri.
Beberapa faktor yang dapat memicu Anda mengalami disentri, antara lain:
- Tidak mencuci tangan dengan benar setelah dari toilet
- Konsumsi air yang tidak bersih
- Menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan menyentuh mulut, mata, dan hidung tanpa cuci tangan
- Mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri atau parasit penyebab disentri
- Berhubungan seksual dengan orang yang baru saja sembuh dari disentri basiler
- Bayi baru lahir
- Kekurangan nutrisi
- Mengalami kanker
Gejala disentri
Beda jenis disentri, beda pula gejalanya. Disentri amoeba mungkin saja memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan disentri basiler.
Gejala disentri amoeba
Beberapa orang mungkin tidak merasakan gejala ketika mengalami disentri amoeba. Namun, jika muncul, gejalanya bisa berupa:
- Diare
- Demam tinggi
- Mual dan muntah
- Penurunan berat badan
- Sakit perut
Gejala disentri basiler
Gejala disentri basiler biasanya muncul 1-2 hari setelah terinfeksi dan bisa berlangsung selama 7 hari. Beberapa gejalanya, antara lain:
- Diare yang mengandung darah dan lendir
- Demam tinggi
- Mual dan muntah
- Sakit perut
Pengobatan disentri
Untuk mengobati disentri, dokter perlu mencari tahu penyebab dari disentri. Sebab, disentri amoeba dan basiler memiliki obat yang berbeda. Untuk mengetahuinya, dokter bisa melakukan diagnosis dengan melakukan tes feses.
Anda akan diminta mengumpulkan sampel feses selama beberapa hari. Nantinya, sampel feses akan diperiksa di laboratorium untuk menemukan penyebab disentri.
Cara utama untuk mengatasi disentri adalah konsumsi obat yang mampu membunuh bakteri atau parasit. Selain itu, Anda perlu memastikan kebutuhan cairan Anda terpenuhi untuk mencegah dehidrasi akibat diare yang terjadi.
Komplikasi disentri
Orang yang memiliki masalah sistem imun berisiko mengalami komplikasi ketika mengalami disentri, seperti:
- Dehidrasi
- Abses hati
- Arthritis post-infeksi
- Sindrom hemolitik uremik
Cara mencegah disentri
Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah disentri, antara lain:
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari toilet dan sebelum mempersiapkan makanan
- Hindari minum air yang tidak diketahui sumbernya dan kebersihannya
- Mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan
- Hindari berbagi barang pribadi dengan orang lain seperti handuk
- Memasak makanan dengan tingkat kematangan yang benar
- Tidak melakukan kontak dekat dengan orang yang mengalami disentri
- Mencuci pakaian, handuk, dan seprai yang terkontaminasi feses dengan air panas
- Membersihkan dudukan toilet, tombol flush, dan pegangan pintu
- Menggunakan kondom saat melakukan oral seks
Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter apabila gejalanya tidak kunjung hilang dalam beberapa hari. Anda juga harus segera ke dokter jika muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti:
- Kebingungan
- Urine berwarna gelap seperti teh
- Pusing
- Mulut kering
- Sakit kepala
- Kram otot
Anda bisa mengunjungi IGD atau ke poli dokter spesialis penyakit dalam konsultan pencernaan untuk berkonsultasi. Temukan dokter spesialis penyakit dalam terbaik di Eka Hospital. Dokter terbaik kami akan membantu menemukan solusi yang tepat untuk Anda. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

