close

Layanan Lainnya

  • logo
    Cari
    Dokter
  • logo
    Layanan Emergency
  • logo
    Layanan Telepon
  • logo
    Paket Kesehatan
  • logo
    Informasi Rumah Sakit
  • logo
    Pusat Unggulan
  • logo
    Whatsapp Eka Hospital
Better Health

7 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Proses Endoskopi

Proses Endoskopi

Rangkaian proses endoskopi pada umumnya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada saluran pencernaan. Caranya dengan memasukkan alat endoskop berupa selang khusus yang dilengkapi kamera dan lampu di bagian ujungnya.

BACA JUGA : Mengenal Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi

Tujuan endoskopi yakni mengevaluasi dinding dan struktur saluran pencernaan dengan jelas. Ini dilakukan setelah muncul gejala pendarahan pada kerongkongan, lambung, usus besar dan usus halus, serta anus. Dengan proses endoskopi akan diharapkan akan diketahui apakah pada saluran pencernaan ada peradangan, tumor, polip atau penyakit lain.

Endoskopi selain bertujuan mendiagnosis penyebab penyakit dari gejala yang dialami, juga digunakan dokter untuk biopsi jaringan organ dalam. Menariknya, tindakan medis ini memudahkan penanganan penyakit dalam tanpa operasi dan hanya membutuhkan sayatan kecil. Bahkan ada jenis endoskopi seperti kapsul endoskopi yang tidak memerlukan sayatan karena prosesnya dengan menelan alat berupa kapsul.

Endoskopi tidak hanya untuk memeriksa saluran pencernaan namun juga saluran pernapasan, saluran reproduksi dan saluran kencing.

Selain informasi di atas, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari proses endoskopi:

1. Bukan hanya GERD, ini penyakit yang memerlukan prosedur endoskopi

Prosedur endoskopi biasanya untuk mendiagnosis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), namun juga disarankan saat pasien mengalami gejala dan kondisi seperti di bawah ini:

  • Luka pada lambung atau tukak lambung
  • Konstipasi kronis
  • Peradangan pankreas atau pankreatitis
  • Batu empedu
  • Perdarahan saluran pencernaan
  • Sumbatan pada kerongkongan
  • Pendarahan vagina yang tidak biasa
  • Urine berdarah
  • Infeksi pada saluran pencernaan
  • Tumor pada saluran pencernaan
  • Hernia hiatus.

2. Jenis-jenis endoskopi

Endoskopi bukan hanya untuk mengetahui penyakit di saluran pencernaan, namun jauh lebih luas untuk melihat ada masalah pada saluran pernapasan, saluran reproduksi hingga saluran kencing. Makanya ada banyak jenis endoskopi berdasarkan organ dan struktur tubuh yang diperiksa, antara lain:

  • Artroskopi : Endoskopi pada sendi.
  • Anoskopi : Endoskopi pada rongga anus.
  • Bronkoskopi : Endoskopi pada trakea, bronkus dan bronkiolus.
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) : Endoskopi pada pankreas hingga kantung empedu, dan juga digunakan untuk biopsi serta pemasangan stent.
  • Endoscopic ultrasound (EUS) : Endoskopi pada saluran pencernaan yang pemeriksaannya digabungkan dengan USG.
  • Esofagoskopi : Endoskopi pada kondisi kerongkongan (esofagus).
  • Enteroskopi : Endoskopi pada gangguan saluran pencernaan dari kerongkongan, lambung, usus dua belas jari dan usus halus.
  • Gastroskopi (endoskopi atas) : Endoskopi pada kerongkongan, lambung dan bagian atas usus halus.
  • Histeroskop: Endoskopi pada rahim.
  • Kolonoskopi : Endoskopi pada seluruh bagian usus besar.
  • Kolposkopi : Endoskopi pada serviks dan vagina.
  • Laringoskopi : Endoskopi pada laring atau kotak suara dan pita suara.
  • Laparoskopi : Endoskopi pada panggul dan perut.
  • Mediastinoskopi : Endoskopi pada organ di mediastinum atau ruangan di antara paru-paru dan kelenjar getah bening.
  • Neuroendoskopi : Endoskopi pada otak
  • Panendoscopy : Endoskopi pada faring (tenggorokan), laring (kotak suara), kerongkongan, trakea, hingga bronkus.
  • Sigmoidoskopi : Endoskopi pada kolon sigmoid atau bagian terakhir usus besar.
  • Sistoskopi : Endoskopi pada bagian dalam saluran dan kandung kemih.
  • Ureteroskopi : Endoskopi pada saluran kemih yakni ureter dari ginjal menuju kandung kemih.

3. Teknik endoskopi konvensional

Endoskopi menggunakan alat bernapa endoskop yang berupa selang dilengkapi kamera dan lampu ini adalah teknik endoskopi konvensional. Biasanya dilakukan dengan dua cara yakni melalui atas dan bawah.

Teknik endoskopi atas yakni dengan memasukkan alat endoskop ke mulut melewati kerongkongan, lambung dan usus. Sementara teknik endoskopi bawah yakni memasukkan alat endoskop melalui anus melewati usus besar hingga organ tertentu.

4. Kapsul endoskopi

Sekarang endoskopi bisa dilakukan dengan lebih mudah dengan teknologi kapsul endoskopi. Endoskop diganti dengan kapsul yang dilengkapi dengan kamera untuk merekam kondisi organ yang dilalui.

Cara kerjanya yakni dengan menelan kapsul endoskopi seperti minum obat biasa. Nantinya kapsul akan melewati saluran pencernaan sehingga bisa direkam kondisi dalam organ pencernaannya.

Kelebihannya dari kapsul endoskopi ini hasil lebih jelas dan lebih baik untuk mengevaluasi saluran pencernaan sampai usus halus. Dibandingkan endoskopi konvensional yang memiliki keterbatasan tidak sampai usus halus. Alat ini juga lebih nyaman digunakan bahkan tanpa adanya sayatan sama sekali.

Meski begitu, perlu diingat kalau kapsul endoskopi juga memiliki efek samping salah satunya bisa tersangkut di saluran pencernaan. Hal ini bisa mengganggu karena saluran pencernaan menyempit.

5. Proses endoskopi butuh waktu berapa lama?

Endoskopi konvensional biasanya membutuhkan waktu 15 sampai 60 menit. Dengan sayatan kecil membuat pemulihannya lebih cepat sehingga pasien bisa langsung pulang jika tidak muncul efek samping.

Sementara itu untuk kapsul endoskopi, hasil temuannya baru bisa diketahui sekitar 2 sampai 3 minggu. Namun prosesnya tidak semudah Anda menelan kapsul. Anda perlu puasa selama 12 jam sebelum menelan kapsul.

Dokter akan melakukan perekaman dan mengumpulkan gambar. Anda baru bisa minum air setelah 2 jam, makan makanan ringan setelah 4 jam dan dokter akan melepas alat perekam setelah 8 jam.

6. Efek samping endoskopi

Kalau kapsul endoskopi memiliki efek samping bisa tersangkut, beda lagi dengan endoskopi konvensional. Meski minim efek samping, ada beberapa kasus yang merasakan demam, robek dan pendarahan pada organ yang dilalui, nyeri dan tidak nyaman, serta infeksi.

7. Biaya endoskopi

Masing-masing rumah sakit menetapkan biaya endoskopi yang bervariasi. Namun berdasarkan PERMENKES RI NO 59, standar tarifnya kisaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Anda juga bisa menggunakan BPJS untuk mendapatkan layanan endoskopi.

Proses endoskopi ini tersedia di Eka Hospital yang memiliki fasilitas lengkap dengan teknologi canggih dan alat mutakhir. Di rumah sakit ini juga memiliki pusat kesehatan saluran pencernaan yang diberi nama Divine (Advanced Endoscopy Center).

Berikut ini layanan yang dilakukan di DIVINE sebagai pusat kesehatan saluran pencernaan Eka Hospital menggunakan endoskopi.

Endoskopi:

  • Gastroscopy Diagnostic
  • Colonoscopy Diagnostic
  • Rectosigmoidoscopy + Sigmoidoscopy
  • Perkutaneus Endoscopic Gastronomy (PEG)
  • Peroral Endoscopic Myotomy (POEM)
  • Endoscopic Mucosal Resection (EMR) untuk tumor kurang dari 2 cm
  • Endoscopic Submucosal Dissection (ESD) untuk tumor lebih dari 2 cm
  • Ligasi varices esofagus dan hemorrhoid
  • STE histoakril dan hemorrhoid
  • Biopsi saluran cerna
  • Ekstraksi benda asing
  • Hemostasis saluran cerna
  • Pemasangan NGT dan Naso Jejunal Feeding Tube
  • Polipektomi
  • Pemasangan stent saluran cerna
  • Dilatasi esofagus dan calon/rectum
  • Tumor deobstruction esofagus

Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography

  • ERCP Diagnostik
  • Papilotomi/Spincterectomi
  • Pemasangan stent bilier metal dan plastik
  • Ekstraksi batu sulit dengan spyglass
  • Ampulektomi
  • Dilatasi CBD
  • Lithotripsi

Endoscopic Ultrasound (EUS)

  • EUS Diagnostik
  • EUS Fine Needle Aspiration
  • EUS Terapeutik Billiary Drainage dan Pankreas
  • Celiac plexus neurolysis/block
  • Radiofrequency Ablation untuk kanker pankreas
  • Biopsi hati

Anda bisa kunjungi Eka Hospital yang tersebar di beberapa daerah seperti BSD City, Cibubur, Bekasi dan Pekanbaru. 

Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait masalah kesehatan di Eka Hospital bisa buat janji melalui layanan Appointment Center Eka Hospital di 1-500-129 atau buat janji konsultasi dengan dokter via booking dokter Eka Hospital

Eka Hospital App juga telah hadir untuk memudahkan proses pengobatan Anda, dapatkan sekarang disini.

Eka Hospital App

  • Healthline. https://www.healthline.com/health/endoscopy
    Diakses pada 7 Januari 2023
  • NHS. https://www.nhs.uk/conditions/endoscopy/
    Diakses pada 7 Januari 2023
  • WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-capsule-endoscopy
    Diakses pada 7 Januari 2023
  • Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/capsule-endoscopy
    Diakses pada 7 Januari 2023
  • BPJS. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/773068a1f62f754f7bb77d06f18338f3.pdf
    Diakses pada 7 Januari 2023

Dokter Terkait

dr. Uyainah Zaini Nasir, Sp.PD

Penyakit Dalam

hospital Eka Hospital Permata Hijau

dr. Rinaldi Batubara, Sp.PD, KKV, FINASIM

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Jantung

hospital EKA Hospital Bekasi

dr. Albert Sedjahtera, Sp.PD

Penyakit Dalam

hospital RSIA Grand Family & EKA Hospital BSD

Informasi Terkait

dr Hady, M.Med (Int.Med), Sp.PD

Dr. Suwendi, Sp.PD

Cara Mengobati Luka Kaki Diabetes agar Tak Berujung Amputasi

close

Buat Appointment

Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan service of excelent, kami menawarkan pilihan kemudahan dalam pembuatan Appointment sesuai dengan kenyamanan Anda.

  • Alodokter
    Buat janji melalui

    Alodokter

  • Whatsapp Eka Hospital
    Buat janji melalui

    Whatsapp Eka Hospital

logo