.jpeg)
Ketika pasangan kesulitan mendapatkan kehamilan, fokus seringkali tertuju pada sisi wanita. Padahal, fakta menunjukkan bahwa masalah kesuburan juga berasal dari pria. Hampir 50% kasus infertilitas disebabkan oleh faktor laki-laki, baik sebagai penyebab tunggal maupun gabungan dengan masalah pada wanita.
Infertilitas pria didefinisikan sebagai ketidakmampuan pria untuk membuahi pasangan setelah satu tahun atau lebih berhubungan seksual teratur tanpa menggunakan kontrasepsi. Memahami faktor-faktor penyebabnya dapat membantu dokter memberikan penanganan yang efektif.
Penyebab infertilitas pada pria
Infertilitas pria umumnya terjadi akibat produksi sperma yang rendah, fungsi sperma yang abnormal, atau adanya sumbatan yang menghalangi pengiriman sperma. Penyebabnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori utama:
1. Masalah produksi sperma (pratestis dan testis)
Kondisi ini terjadi ketika testis tidak dapat memproduksi sperma dalam jumlah yang cukup atau kualitas yang baik.
- Masalah hormonal (penyebab pratestis): Gangguan pada kelenjar otak (hipofisis) atau hipotalamus yang menyebabkan kurangnya produksi hormon yang memicu produksi sperma. Kadar hormon yang rendah dapat menyebabkan oligospermia (jumlah sperma rendah) atau bahkan azoospermia (tidak ada sperma).
- Kerusakan testis (penyebab testis):
- Varikokel: Pembengkakan pada pembuluh darah vena di skrotum. Ini adalah penyebab infertilitas pria yang paling umum dan dapat dicegah. Varikokel meningkatkan suhu lokal di testis, yang merusak produksi dan kualitas sperma.
- Infeksi dan cedera: Riwayat infeksi parah atau cedera langsung pada testis.
- Kelainan Genetik: Misalnya Sindrom Klinefelter atau kelainan kromosom lainnya yang memengaruhi perkembangan testis.
2. Masalah saluran sperma
Terjadi ketika sperma diproduksi dengan baik di testis, namun terhalang untuk keluar melalui air mani.
- Sumbatan saluran sperma: Saluran yang membawa sperma (epididimis atau vas deferens) tersumbat akibat infeksi menular seksual (gonore atau klamidia), riwayat operasi (vasektomi), atau kelainan bawaan (CBAVD).
- Ejakulasi retrogarde: Kondisi di mana air mani saat ejakulasi malah masuk kembali ke kandung kemih, bukan keluar melalui penis.
- Masalah anatomi: Seperti hipospadia, di mana lubang uretra tidak terletak di ujung penis.
3. Faktor lingkungan dan gaya hidup
Gaya hidup dan paparan lingkungan dapat secara signifikan menurunkan jumlah dan kualitas sperma.
- Pemanasan berlebihan: Paparan suhu tinggi pada testis (misalnya mandi air panas terlalu lama, sauna, atau penggunaan celana ketat) dapat mengganggu produksi sperma.
- Merokok dan alkohol: Penggunaan tembakau dan konsumsi alkohol berlebihan terbukti merusak morfologi dan motilitas (pergerakan) sperma.
- Obesitas: Kelebihan berat badan dan obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi dan menurunkan kualitas air mani.
- Paparan toksin: Paparan jangka panjang terhadap pestisida, zat kimia industri, atau terapi radiasi/kemoterapi.
Pentingnya tes kesuburan
Penyebab infertilitas pada pria seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas selain ketidakmampuan untuk memiliki anak. Untuk itu diperlukan diagnosis yang akurat oleh dokter spesialis andrologi. Pemeriksaan meliputi analisis air mani dan tes hormon untuk mengidentifikasi akar masalah, yang kemudian menentukan rencana pengobatan, baik itu perubahan gaya hidup, terapi hormon, bedah korektif, atau prosedur pengambilan sperma untuk program bayi tabung.
Konsultasi dengan dokter spesialis andrologi
Jika Anda dan pasangan telah mencoba hamil selama satu tahun tanpa hasil, sangat penting bagi pria untuk segera menjalani evaluasi kesuburan. Dokter Spesialis Andrologi adalah ahli yang memiliki kompetensi tertinggi dalam menangani masalah hormonal, struktural, dan fungsional yang memengaruhi kesuburan pria.
Untuk mendapatkan diagnosis, penanganan varikokel, atau perencanaan terapi kesuburan yang komprehensif, Anda dapat berkonsultasi dengan:
dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And Dokter Spesialis Andrologi Eka Hospital PIK
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

