.jpg)
Scurvy, alias skorbut, adalah kondisi ketika tubuh kekurangan vitamin C. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa pun, baik itu anak-anak atau orang dewasa. Namun, gejala scurvy bisa menyerupai gejala penyakit lain sehingga memerlukan pemeriksaan untuk memastikannya.
Apa saja gejala scurvy yang perlu diperhatikan?
Gejala Scurvy (Skorbut) pada Anak
Scurvy atau skorbut adalah kondisi ketika anak kekurangan vitamin C. Biasanya, ini terjadi ketika ia kesulitan mengonsumsi buah dan sayur segar. Kondisi medis tertentu yang membuatnya sulit mendapatkan asupan makanan juga bisa menyebabkan skorbut.
Gejala scurvy pada anak umumnya muncul ketika kekurangan vitamin C sudah terjadi selama berbulan-bulan. Biasanya, gejala yang pertama kali muncul adalah lemas, letih, rewel, dan nyeri sendi.
Jika orang tua tidak menyadari dan kondisi ini berlangsung lebih lama, beberapa gejala scurvy yang muncul di antaranya:
- Kelelahan dan lemas sepanjang waktu
- Rewel dan mudah menangis
- Nyeri sendi atau otot (terutama area kaki)
- Gusi bengkak dan berdarah
- Mudah memar
- Muncul titik merah atau biru di kulit, terutama di bagian kaki
- Sulit naik berat badan
- Susah makan
- Anemia
- Rambut kering dan rapuh
Menurut American Academy of Pediatrics, nyeri sendi, gangguan keseimbangan adalah gejala yang cukup umum muncul pada anak.
Perbedaan Nyeri Sendi akibat Scurvy dan Infeksi
Dibandingkan akibat kekurangan vitamin C, nyeri sendi lebih umum menjadi salah satu tanda gejala adanya peradangan pada sendi. Hal ini pun bisa membuat dokter melakukan berbagai pemeriksaan terlebih dulu sebelum akhirnya mendiagnosis scurvy jika kekurangan vitamin C-lah penyebabnya.
Meski demikian, nyeri sendi akibat scurvy dan infeksi sendi memiliki perbedaan, terutama di gejala penyerta.
Nyeri sendi yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C biasanya disertai dengan gejala penyerta lain, seperti gusi berdarah dan mudah memar. Selain itu, nyeri sendinya dapat terasa di beberapa titik sendi.
Berhubung tidak disebabkan oleh infeksi langsung, nyeri sendi akibat kekurangan vitamin C jarang disertai demam. Ini berbeda dengan infeksi sendi murni yang terjadi karena peradangan dan dapat menyebabkan demam.
Nyeri sendi akibat infeksi biasanya juga terjadi di satu lokasi khusus, dan dapat menyebabkan kemerahan, kaku dan sulit digerakkan.
Pengobatan Nyeri Sendi Akibat Scurvy
Apabila gejala yang dialami anak Anda positif disebabkan oleh kekurangan vitamin C, maka pemberian vitamin C adalah pengobatan utama yang direkomendasikan dokter.
Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa kadar vitamin C dalam tubuh anak, dan menyesuaikan dosisnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Dengan pemberian vitamin C, umumnya gejala anak akan membaik dalam hitungan hari.
Untuk mencegah kondisi ini, pastikan Anda memberikan asupan vitamin C untuk anak berubah buah dan sayuran segar yang tinggi vitamin C, seperti:
- Jeruk
- Tomat
- Pepaya
- Stroberi
- Wortel
- Brokoli
- Paprika
Jika Anda curiga atau khawatir dengan kebutuhan nutrisi anak Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi atau rencana makan yang tepat sesuai dengan kondisi anak.
Apabila anak mengeluhkan nyeri sendi atau sakit tulang, tapi tidak bisa menunjuk spesifik mana yang sakit, Anda bisa membawanya ke dokter spesialis ortopedi anak untuk mencari tahu penyebabnya.
Dokter dapat melakukan beberapa jenis pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Salah satu dokter ortopedi yang bisa Anda temui adalah dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K di Eka Hospital BSD dan Cibubur. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter terbaik kami lainnya kami di Eka Hospital terdekat dengan menghubungi Call Center di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129.

