Home>Better Health>Ortopedi>Generalized Laxity: Kondisi Tubuh Terlalu Fleksibel dan Lebih Rentan Cedera

Better Health

Generalized Laxity: Kondisi Tubuh Terlalu Fleksibel dan Lebih Rentan Cedera

 

general laxity

Tubuh yang terlalu lentur atau fleksibel tidak selalu berkontribusi positif. Jika berlebihan, ini justru dapat menyebabkan instabilitas pada persendian dengan ligamen-ligamen. Alhasil, Anda mungkin berpotensi cedera lebih tinggi di persendian dibandingkan mereka yang fleksibilitasnya normal. Simak penjelasan lengkap dari dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT(K) Sport, dokter spesialis ortopedi konsultan cedera bahu dan tangan Eka Hospital BSD.

Apakah Tubuh Terlalu Fleksibel (Hypermobile) Berbahaya?

Punya tubuh fleksibel dapat membantu mencegah cedera. Namun, tubuh yang terlalu fleksibel juga dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan.

Menurut dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT(K) Sport, beberapa orang memang terlahir dengan kondisi persendian yang betul-betul lentur. Kondisi ini disebut dengan generalized laxity.

“Orang dengan kondisi ini umumnya punya ligamen dan kapsul persendian yang jauh lebih lentur dan rentan cedera,” ujarnya.

Biasanya, Anda dapat mengenalinya ketika seseorang mampu menekuk jarinya dengan sangat dalam, tangan yang tampak lebih bengkok pada saat posisi seharusnya lurus, hingga tangan yang dapat menyentuh lantai dalam posisi berdiri.

Beighton Score untuk Skrining Generalized Laxity

Dalam pemeriksaan dengan dokter, Beighton Score adalah salah satu cara untuk melakukan skrining generalized laxity.

Pemeriksaan ini terdiri dari lima gerakan dengan total skor maksimal 9 poin. Penilaiannya meliputi:

  1. Jari kelingking dapat ditekuk ke belakang lebih dari 90° (1 poin untuk masing-masing tangan).
  2. Ibu jari dapat menyentuh lengan bawah saat ditekuk ke belakang (1 poin untuk masing-masing tangan).
  3. Siku menekuk ke bawah lebih dari 10° saat tangan diluruskan (1 poin untuk masing-masing siku).
  4. Lutut menekuk lebih dari 10° saat kaki diluruskan (1 poin untuk masing-masing lutut).
  5. Mampu membungkuk hingga kedua telapak tangan menempel rata di lantai tanpa menekuk lutut (1 poin).

Total skor kemudian dijumlahkan untuk menentukan apakah seseorang terindikasi memiliki generalized laxity atau tidak.

Berikut ini interpretasi Beighton Score yang menunjukkan hipermobilitas sendi berdasarkan kelompok usia:

  • Anak-anak: skor lebih dari 6
  • Dewasa usia ≤ 50 tahun: skor lebih atau sama dengan 5
  • Dewasa usia > 50 tahun: skor lebih atau sama dengan 4

Dampak Generalized Laxity pada Kesehatan

Salah satu dampak generalized laxity adalah ligamen dan kapsul persendian yang sangat lentur dan rentan. Menurut dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT(K) Sport, orang dengan generalized laxity berpotensi memiliki cedera sendi yang lebih berat jika dibandingkan orang lain.

Selain itu, beberapa orang dengan kondisi ini juga dapat mengalami bahu “copot” sehingga dapat dengan mudah keluar masuk dari kapsulnya.

Untuk mengetahui seberapa besar risiko Anda mengalami cedera sendi akibat generalized laxity, Anda dapat memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis ortopedi. Terutama jika Anda mengalami cedera sendi berulang.

Anda juga dapat memeriksakan diri jika mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Sering dislokasi dan keseleo
  • Sendi dan otot kaku
  • Kelelahan
  • Masalah keseimbangan
  • Kulit yang tipis

Simak penjelasan lengkap dari dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT (K) Sport lewat video berikut.  

Anda juga dapat berkonsultasi ke dokter spesialis ortopedi Gatam Institute Eka Hospital, yakni dr. Erick Wonggokusuma, Sp.OT (K) Sport, konsultan cedera bahu dan tangan.

Nantinya, dokter akan membantu Anda menemukan cara yang paling sesuai untuk memperkuat otot penopang sendi, sekaligus meminimalisir risiko cedera yang mungkin Anda alami.

Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

 

Bagikan

  • Instagram Post Gatam Institute Eka Hospital, https://www.instagram.com/reels/DO5bt99iaPa/

    Diakses pada 16 July 2026

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21763-joint-hypermobility-syndrome

    Diakses pada 16 July 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved