.jpeg)
Apa itu gizi buruk?
Gizi buruk adalah sebuah kondisi ketika anak kekurangan gizi. Anak yang mengalami gizi buruk ditandai dengan berat badan yang jauh lebih kurus dibandingkan dengan tinggi badannya.
Gizi buruk pada anak berbeda dengan stunting. Gizi buruk adalah penyebab stunting pada anak. Artinya, jika tidak ditangani dengan baik, anak bisa mengalami stunting, yang berujung pada keterlambatan tumbuh kembang.
Anak yang mengalami gizi buruk atau wasting biasanya memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah sehingga berisiko tinggi mengalami infeksi, bahkan meningkatkan risiko kematian.
Gizi buruk adalah salah satu jenis kekurangan nutrisi yang telah menyebabkan gejala klinis pada anak.
Ciri-ciri gizi buruk
Seorang anak yang mengalami gizi buruk biasanya akan memunculkan ciri-ciri, seperti:
- Berat badan rendah dan tulang tampak menonjol
- Otot dan lemak menyusut sehingga kulit tampak menempel dengan tulang
- Rambut tipis, rontok, rapuh, dan kemerahan
- Kulit kering, ruam, dan mudah luka
- Kuku mudah rapuh dan bergelombang
- Lengan dan kaki kurus, tapi mengalami pembengkakan di wajah dan perut
- Lesu dan lemas sepanjang hari
- Anak rewel
- Tidak mampu berkonsentrasi
- Tinggi badan cenderung pendek dibanding anak seusianya
- Sering sakit (mengalami infeksi berulang)
- Suhu tubuh rendah
- Gusi berdarah atau masalah kesehatan mulut lainnya
- Tekanan darah dan detak jantung rendah
- Keterlambatan perkembangan intelektual dan pertumbuhan anak
Penyebab gizi buruk
Terdapat dua penyebab gizi buruk, yaitu jumlah asupan gizi yang kurang atau masalah pencernaan yang mengganggu proses penyerapan nutrisi. Masalah penyerapan nutrisi ini bisa terjadi akibat kondisi kesehatan tertentu, seperti diare kronis atau TBC.
Ketika kekurangan gizi, baik itu dari asupan yang kurang ataupun ketidakmampuan tubuh menyerap nutrisi, tubuh akan mulai menjalankan mekanismenya dengan menghancurkan cadangan lemak, otot, kulit, rambut, dan kuku.
Selain itu, sistem pertahanan imun akan terdampak sehingga anak jadi lebih rentan sakit.
Faktor risiko
Kurang gizi bisa dimulai sejak anak masih di dalam kandungan. Artinya, kondisi ibu saat hamil dan kondisi anak saat dilahirkan juga berperan dalam meningkatkan risiko gizi buruk pada anak.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami, meliputi:
- Kehamilan di usia remaja
- Malnutrisi saat hamil
- Terinfeksi HIV, sifilis, dan hepatitis pada masa kehamilan
- Kurangnya akses ke makanan bernutrisi
- Anak terlahir prematur atau berat badan lahir rendah
- Mengalami infeksi berulang
- Memiliki kebutuhan khusus yang memengaruhi kemampuannya makan, seperti cerebral palsy
- Terlahir dengan kelainan bawaan, seperti celah bibir, masalah sistem cerna, atau penyakit jantung bawaan
- Pola asuh yang tidak menunjang tumbuh kembang
- Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk
- Tingkat pendidikan rendah
- Kemiskinan
Walau sering terjadi pada anak-anak, orang dewasa juga berisiko mengalami gizi buruk. Beberapa faktor risiko gizi buruk pada orang dewasa, antara lain:
- Pernah mengalami gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia
- Menjalani pengobatan penyakit kronis, seperti kanker
- Mengalami gangguan mental, seperti depresi
Dampak gizi buruk
Dampak gizi buruk pada anak bisa tampak secara fisik ataupun perkembangan kemampuan kognitif (kecerdasan).
Beberapa dampak gizi buruk pada anak, antara lain:
- Melemahnya sistem imun
- Rentan terserang infeksi berulang
- Anemia
- Hipotermia
- Gangguan tumbuh kembang
- Gangguan otak
- Dehidrasi berat
- Kematian
Penanganan gizi buruk
Untuk mengatasi gizi buruk, anak harus mendapatkan pengawasan yang ketat dari dokter yang menangani. Sebab, cara mengobati gizi buruk tidaklah sesederhana memberikan makanan bernutrisi seperti biasa.
Refeeding, atau pemberian makan kembali, pada anak yang telah didiagnosis gizi buruk juga akan memberikan efek tertentu. Hal ini terjadi karena tubuh anak telanjur sudah beradaptasi dengan kondisi kurang gizi yang dialami. Anak mungkin perlu menjalani rawat inap untuk mengatasi gizi buruk.
Beberapa langkah pengobatan gizi buruk yang dapat dilakukan oleh dokter di rumah sakit, antara lain:
- Memberikan selimut untuk meningkatkan suhu tubuh anak
- Pemberian cairan infus untuk mengatasi dehidrasi
- Pemberian suplemen yang dibutuhkan
- Mengobati infeksi
- Pemberian makanan khusus yang dapat diberikan lewat infus ataupun selang NGT
Pencegahan
Kunci utama dalam mencegah gizi buruk adalah mendapatkan asupan makanan dengan gizi seimbang. Makanan yang dikonsumsi haruslah terdiri atas berbagai jenis protein, karbohidrat, lemak, dan serat.
Untuk mencegah gizi buruk pada anak, Anda dapat melakukan:
- Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan MPASI yang berkualitas
- Memvariasikan kandungan gizi piring makan anak
- Memeriksakan anak secara rutin ke dokter
- Menerapkan pola asuh yang baik
- Rutin kontrol kehamilan ke dokter
Selain itu, mengedukasi diri dengan informasi tentang variasi gizi juga dapat membantu mencegah Anda dan anak Anda mengalami gizi buruk. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk mendapatkan informasi yang benar dan sesuai dengan kondisi Anda. Anda dapat berkonsultasi ke dokter spesialis gizi di Eka Hospital dengan menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk informasi lebih lanjut.

