
Salah satu komplikasi yang dapat terjadi setelah Anda menjalani operasi abdomen adalah hernia insisional. Hernia insisional adalah ketika organ atau jaringan mencuat keluar dinding abdomen.
Hernia insisional adalah jenis hernia yang biasanya terjadi setelah Anda menjalani pembedahan di area abdomen. Meski demikian, tidak semua orang yang menjalani operasi di area abdomen akan mengalami kondisi ini.
Apa itu hernia insisional?
Hernia insisional adalah mencuatnya jaringan abdomen atau sebagian organ melalui dinding perut. Hernia insisional biasanya terjadi setelah menjalani operasi abdomen dan terjadi tepat atau di dekat sayatan bekas operasi. Inilah yang membedakan hernia insisional dengan hernia inguinalis.
Angka kejadian hernia insisional sekitar 15-20% dari orang-orang yang menjalani operasi area abdomen. Jadi, tidak semua yang menjalani operasi abdomen akan mengalami hal ini.
Hernia insisional bisa saja terjadi berminggu-minggu, hitungan bulan, atau bahkan hitungan tahunan setelah operasi.
Hernia insisional sebenarnya bukanlah kondisi yang berbahaya. Akan tetapi, tonjolan jaringan bisa saja semakin membesar dan mengganggu pergerakan dan pernapasan. Di samping itu, semakin besar hernia, semakin sulit pula hernia untuk dioperasi.
Gejala hernia insisional
Anda mungkin mengalami hernia insisional apabila pernah menjalani operasi area abdomen dan merasakan gejala, seperti:
- Muncul tonjolan di sekitar atau tepat di bekas luka operasi
- Rasa sakit yang tajam dan tidak nyaman di perut atau area di sekitar hernia terutama ketika mengangkat atau mengejan
- Rasa sakit dan tidak nyaman akan membaik saat beristirahat
- Sensasi terbakar atau air yang lewat di area perut
- Sembelit atau diare
- Tekstur feses yang cair dan tipis
- Mual dan muntah
- Demam
Penyebab hernia insisional
Hernia insisional disebabkan oleh melemahnya otot perut akibat sayatan bekas operasi.
Normalnya, setelah menjalani operasi di area abdomen, dokter akan menjahit bekas sayatan. Seiring waktu, bekas luka operasi akan beregenerasi dan diharapkan dapat pulih dan menutup sempurna.
Namun, saat proses pemulihan tidak berjalan dengan baik, bekas sayatan tidak menutup sempurna sehingga otot perut melemah dan memungkinkan organ dan jaringan di rongga perut mencuat keluar melalui dinding abdomen. Terjadilah hernia insisional.
Ada beberapa hal yang membuat pemulihan luka operasi tidak sempurna dan meningkatkan risiko Anda mengalami hernia insisional:
- Terlalu cepat melakukan aktivitas fisik setelah operasi
- Hamil sebelum luka sayatan pulih seutuhnya
- Memberikan tekanan terlalu besar di area abdomen terlalu cepat setelah operasi
Walau bisa terjadi kapan pun, hernia insisional umumnya terjadi 3-6 bulan pascaoperasi.
Diagnosis
Dokter biasanya bisa mendiagnosis hernia insisional melalui pemeriksaan fisik dan melakukan tanya jawab seputar gejala-gejala yang Anda rasakan. Tonjolan yang berada di dekat sayatan bekas operasi di area abdomen umumnya mengarah ke hernia insisional.
Apabila dokter mencurigai bagian usus yang menonjol telah terperangkap di dinding perut, suplai darah dapat terputus dan menyebabkan komplikasi, salah satunya kematian jaringan atau nekrosis.
Dalam hal ini, dokter mungkin saja akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Tes darah untuk memeriksa ada tidaknya infeksi akibat sumbatan usus atau nekrosis
- Tes pencitraan, seperti USG, MRI, dan CT scan untuk melihat lokasi pasti hernia
Pengobatan
Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi hernia insisional. Sebab, hernia insisional tidak bisa membaik dengan sendirinya.
Anda mungkin bisa menunda operasi jika hernia yang Anda miliki termasuk kecil dan dapat direduksi (ditekan ke dalam). Namun, jika hernia cukup besar dan tidak dapat direduksi, Anda membutuhkan operasi segera.
Terdapat dua jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hernia insisional, yaitu:
- Operasi bedah terbuka
- Laparoskopi (minimal invasif dengan sayatan kecil)
Konsultasikan dengan dokter terkait jenis operasi yang tepat untuk kondisi Anda. Menunda operasi juga dapat membuat Anda merasakan beberapa gejala, seperti mual muntah dan sakit perut.
Untuk itu, tanyakan pada dokter mengenai langkah paling tepat untuk mengatasi hernia insisional yang Anda alami. Anda dapat berkonsultasi ke dokter yang sebelumnya menangani operasi Anda ataupun ke dokter spesialis bedah. Anda bisa membuat janji temu dengan dokter bedah digestif terbaik di Eka Hospital. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk informasi lebih lanjut.

