
Hipervolemia adalah kondisi ketika tubuh menyimpan terlalu banyak cairan. Normalnya, tubuh manusia terdiri atas 50-60% cairan. Orang yang mengalami retensi cairan secara berlebihan biasanya tubuh akan mengalami pembengkakan, rasa tidak nyaman, bahkan hipertensi. Hipervolemia biasanya adalah satu gejala akibat kondisi medis lain yang mendasari.
Apa itu hipervolemia?
Hipervolemia adalah kondisi ketika terlalu banyak cairan di dalam tubuh. Cairan tubuh ini dapat terdiri atas air, darah, dan cairan limfatik.
Keberadaan cairan tubuh memang diperlukan, terutama untuk mengalirkan darah yang kaya nutrisi dan oksigen ke organ-organ agar dapat berfungsi dengan baik. Akan tetapi, jika jumlahnya berlebihan, akan menyebabkan ketidakseimbangan.
Gejala hipervolemia
Gejala hipervolemia bisa bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Beberapa ciri yang mungkin Anda alami jika mengalami hipervolemia, antara lain:
- Pembengkakan di area kaki, tangan, dan perut
- Rasa tidak nyaman di tubuh yang menyebabkan keram, sakit kepala, dan perut kembung
- Kenaikan berat badan secara drastis
- Perut bengkak
- Sesak napas akibat cairan yang mengelilingi paru-paru
- Tekanan darah tinggi
- Mengalami masalah jantung akibat pompa darah yang terganggu
Penyebab hipervolemia
Terdapat beberapa penyebab hipervolemia, yaitu:
1. Konsumsi terlalu banyak garam
Konsumsi terlalu banyak garam bisa menyebabkan Anda mengalami hipervolemia. Saat makan makanan tinggi garam, tubuh Anda akan menggunakan air agar kadar garam di dalam tubuh tetap seimbang.
Artinya, tubuh Anda akan mengikat air dan tidak dikeluarkan lewat urine. Ini sebabnya juga Anda akan merasa lebih haus setelah makan makanan yang tinggi garam.
2. Penyakit ginjal
Adanya gangguan pada ginjal juga dapat menyebabkan Anda mengalami hipervolemia atau kelebihan cairan tubuh. Ginjal berfungsi untuk mengatur keseimbangan jumlah cairan dan mineral di dalam tubuh.
Gangguan pada ginjal bisa menyebabkan fungsi ginjal dalam regulasi cairan tubuh terganggu dan menyebabkan hipervolemia.
3. Gagal jantung kongestif
Gagal jantung adalah salah satu penyebab hipervolemia. Saat jantung tidak mampu memompa darah, organ-organ tubuh, termasuk ginjal yang bertugas mengatur cairan tubuh, tidak dapat berfungsi dengan baik.
4. Sirosis hati
Hipervolemia juga dapat terjadi akibat penyakit hati seperti siroris. Sirosis bisa menyebabkan retensi cairan di area perut, tangan, dan kaki.
5. Diabetes
Diabetes jadi salah satu penyebab tidak langsung Anda mengalami hipervolemia. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi. Penyakit ginjal adalah salah satu komplikasi diabetes yang dapat terjadi.
Fungsi ginjal yang terdampak bisa menyebabkan Anda mengalami retensi cairan.
5. Fluktuasi hormon
Fluktuasi hormon pada wanita, terutama saat hamil, membuat tubuh mengikat cairan dan garam lebih banyak. Itu sebabnya, ibu hamil lebih sering mengalami bengkak, terutama di area kaki karena aliran darah menuju tubuh bagian bawah tertekan oleh rahim.
Pengobatan hipervolemia
Cara mengatasi hipervolemia berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Pengobatan yang paling umum adalah dengan pemberian obat golongan diuretik.
Obat ini akan membantu tubuh mengeluarkan cairan melalui urine.
Beberapa cara mengatasi kelebihan cairan di dalam tubuh, antara lain:
- Membatasi asupan jumlah garam
- Membatasi asupan cairan tubuh
- Menjalani dialisis atau cuci darah pada kasus gagal ginjal kronis untuk mengeluarkan cairan berlebih lewat ginjal
Meski demikian, cara di atas hanya membantu mengurangi gejala yang muncul. Untuk mengatasi hipervolemia, Anda perlu melakukan pengobatan penyebabnya. Cara ini juga mencegah hipervolemia terulang kembali.
Pencegahan hipervolemia
Beberapa cara berikut ini bisa membantu Anda menurunkan risiko dan mencegah hipervolemia:
- Membatasi asupan garam
- Memantau jumlah cairan yang dikonsumsi dalam per hari, tanyakan pada dokter mengenai batas aman sesuai dengan kondisi Anda
- Memantau perubahan berat badan secara berkala, waspada kenaikan berat badan tiba-tiba
- Mengobati penyakit atau kondisi yang menyebabkan hipervolemia, seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit ginjal
Apabila Anda merasakan ketidaknyamanan, terutama jika disertai dengan pembengkakan di area kaki, tangan, dan wajah segera periksakan diri ke dokter. Anda bisa mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam untuk mencari tahu lebih lanjut kondisi Anda.
Anda dapat mengunjungi poli spesialis penyakit dalam di Eka Hospital dengan menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

