Home>Better Health>Info Kesehatan>Impaksi Feses: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Better Health

Impaksi Feses: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

impaksi feses

Impaksi feses adalah kondisi medis di mana tinja yang keras dan kering menumpuk di rektum atau usus besar, sehingga sulit dikeluarkan. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang mengalami sembelit kronis dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, diagnosis, dan penanganan impaksi feses.

Apa itu impaksi feses?

Impaksi feses adalah kondisi di mana tinja yang keras dan kering menumpuk di rektum atau usus besar, sehingga menyumbat saluran pencernaan dan membuat buang air besar (BAB) menjadi sangat sulit. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang mengalami sembelit kronis, terutama pada lansia, anak-anak, dan orang dengan mobilitas terbatas.

Penyebab impaksi feses

Impaksi feses biasanya terjadi akibat sembelit yang berkepanjangan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperparah kondisi ini meliputi:

  • Kurang asupan serat: Diet rendah serat dapat membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
  • Kurang minum air: Dehidrasi dapat membuat tinja lebih kering dan padat.
  • Kurang aktivitas fisik: Gaya hidup sedenter atau kurang bergerak dapat memperlambat pergerakan usus.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu: Obat pereda nyeri (seperti opioid), antasida yang mengandung aluminium, atau obat antidepresan dapat menyebabkan sembelit.
  • Gangguan neurologis: Kondisi seperti Parkinson atau cedera tulang belakang dapat memengaruhi fungsi usus.
  • Masalah psikologis: Stres atau kecemasan dapat memengaruhi kebiasaan BAB.
  • Penyakit usus: Kondisi seperti irritable bowel syndrome (IBS) atau divertikulitis dapat meningkatkan risiko impaksi feses.

Gejala impaksi feses

Gejala impaksi feses dapat bervariasi, tetapi yang paling umum meliputi:

  • Sulit BAB: Kesulitan mengeluarkan tinja meskipun ada keinginan untuk BAB.
  • Nyeri perut: Rasa sakit atau kram di perut, terutama di bagian bawah.
  • Perut kembung: Perut terasa penuh dan kembung akibat penumpukan tinja.
  • BAB berdarah: Tinja yang keras dapat menyebabkan luka di anus, sehingga muncul darah saat BAB.
  • Diare paradoxical: Tinja cair dapat bocor di sekitar tinja yang keras, menyebabkan diare meskipun ada sumbatan.
  • Kehilangan nafsu makan: Rasa tidak nyaman di perut dapat mengurangi nafsu makan.
  • Mual dan muntah: Dalam kasus yang parah, impaksi feses dapat menyebabkan mual dan muntah.
  • Demam
  • Detak jantung cepat

Diagnosis impaksi feses

Untuk mendiagnosis impaksi feses, dokter akan melakukan beberapa langkah berikut:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan rektal untuk merasakan adanya tinja yang keras.
  • Rontgen perut: Untuk melihat penumpukan tinja di usus besar.
  • CT scan atau MRI: Jika diperlukan, untuk mendapatkan gambaran lebih detail tentang kondisi usus.
  • Kolonoskopi: Prosedur ini menggunakan tabung fleksibel dengan kamera untuk melihat kondisi usus besar.

Penanganan impaksi feses

Penanganan impaksi feses bertujuan untuk mengeluarkan tinja yang tersumbat dan mencegah kekambuhan. Beberapa metode penanganan meliputi:

1. Terapi manual

Dokter atau perawat dapat menggunakan sarung tangan dan pelumas untuk mengeluarkan tinja yang keras secara manual melalui anus.

2. Obat-obatan

Ada tiga cara penanganan yang mungkin dilakukan dokter untuk menangani impaksi feses, yaitu:

  • Pencahar (laksatif): Obat seperti bisacodyl atau senna dapat membantu melunakkan tinja.
  • Enema: Cairan yang dimasukkan ke dalam rektum untuk melunakkan tinja dan merangsang pengeluarannya.
  • Supositoria: Obat berbentuk padat yang dimasukkan ke dalam rektum untuk merangsang BAB.

3. Perubahan gaya hidup

Perubahan pada gaya hidup seperti mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian. Minum air yang cukup, minimal 8 gelas air per hari untuk menjaga tinja tetap lunak. Selain itu lakukan olahraga teratur, paling tidak 30 menit setiap hari untuk melancarkan pergerakan usus.

4. Operasi

Dalam kasus yang sangat parah, seperti perdarahan akibat robekan di usus (perforasi usus)  operasi mungkin diperlukan untuk mengatasi sumbatan.

Cara mencegah impaksi feses

Untuk mencegah impaksi feses, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Diet seimbang: Konsumsi makanan tinggi serat dan hindari makanan olahan.
  • Minum yang cukup: Minum air putih secara teratur sepanjang hari.
  • Rutin berolahraga: Aktivitas fisik seperti berjalan atau yoga dapat membantu melancarkan pencernaan.
  • Jangan menahan BAB: Segera ke toilet saat ada keinginan untuk BAB.
  • Hindari obat-obatan yang memicu sembelit: Jika memungkinkan, konsultasikan dengan dokter tentang alternatif obat yang tidak menyebabkan sembelit.

Kapan harus ke dokter?

Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Mengalami gejala impaksi feses yang parah, seperti nyeri perut hebat, mual, atau muntah.
  • Tidak bisa BAB selama lebih dari 3 hari.
  • Ada darah dalam tinja atau perdarahan dari anus.
  • Gejala tidak membaik meskipun sudah melakukan perawatan di rumah.

Impaksi feses adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya, Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang efektif. Jika Anda mengalami gejala impaksi feses, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam kami untuk mendapatkan penanganan tepat. Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23085-fecal-impaction

    Diakses pada 5 March 2026

  • medlineplus.gov, https://medlineplus.gov/ency/article/000230.htm

    Diakses pada 5 March 2026

  • ncbi.nlm.nih.gov, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448094/

    Diakses pada 5 March 2026

  • webmd.com, https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-fecal-impaction

    Diakses pada 5 March 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved