Home>Better Health>Penyakit Dalam>Infeksi Lambung: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Better Health

Infeksi Lambung: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

infeksi lambung

Infeksi lambung adalah peradangan yang terjadi pada lambung, yang sering kali disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Meski seringnya infeksi H. pylori pada lambung tidak menunjukkan gejala, kalau tanda-tandanya muncul akan menyerupai gejala gastritis, atau sakit maag.

Apa itu infeksi lambung?

Infeksi lambung adalah peradangan pada lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori. Itu sebabnya, kondisi ini disebut juga infeksi H. pylori.

Selain menyebabkan masalah di lambung, infeksi H. pylori juga dapat terjadi pada duodenum, yaitu bagian awal usus kecil. Seringnya, kondisi ini terjadi pada anak-anak.

Infeksi bakteri Helicobacter pylori adalah penyebab tukak lambung yang paling umum.

Gejala infeksi lambung

Kebanyakan orang yang mengalami infeksi H. pylori biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun. Akan tetapi, apabila muncul, gejalanya akan menyerupai gastritis atau sakit maag karena sama-sama menyebabkan peradangan pada lambung.

Beberapa gejala infeksi lambung yang mungkin dirasakan, antara lain:

  • Nyeri atau sensasi terbakar pada perut bagian atas
  • Sakit perut yang memburuk saat perut kosong
  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kembung
  • Sering sendawa
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Feses berwarna gelap

Dalam kasus yang jarang, biduran atau urtikaria kronis juga bisa jadi salah satu tanda infeksi H. pylori.

Penyebab infeksi lambung

Paling sering, penyebab utama infeksi lambung adalah bakteri H. pylori. Bakteri ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui air liur, feses, atau muntah.

Biasanya, bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh dari makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Selain akibat infeksi bakteri, peradangan lambung juga bisa disebabkan oleh penyakit kronis lainnya, seperti penyakit Crohn.

Faktor risiko

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi lambung, seperti:

  • Tinggal di daerah dengan lingkungan sanitasi buruk
  • Berbagi makanan dan minuman dengan orang yang terinfeksi H. pylori
  • Konsumsi obat-obatan yang bisa mengikis dinding lambung
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Stres
  • Penyakit autoimun

Diagnosis

Nyeri lambung yang terus berulang mungkin akan membuat dokter mencurigai adanya infeksi bakteri H. pylori. Mengingat gejalanya yang serupa dengan masalah pencernaan lainnya, dokter juga akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan untuk memastikan infeksi H. pylori.

Beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi lambung, terutama yang disebabkan H. pylori, yaitu:

  • Tes napas urea (urea breath test), yaitu pemeriksaan yang meminta Anda mengembuskan napas sebelum dan sesudah minum larutan khusus. Semakin tinggi kadar karbon dioksida yang dikeluarkan setelah minum larutan, menandakan kemungkinan adanya infeksi H. pylori pada lambung.
  • Tes feses
  • Endoskopi lambung

Pengobatan infeksi lambung

Mengingat infeksi lambung paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, maka pengobatan utamanya adalah menggunakan antibiotik. Pengobatan infeksi lambung akibat H. pylori perlu diobati selama 14 hari dengan antibiotik.

Selain untuk mengatasi penyebabnya, dokter juga bisa memberikan obat-obatan yang berguna untuk meredakan gejala infeksi lambung, seperti heartburn, mual, dan nyeri perut bagian atas.

Sementara, apabila infeksi lambung disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat mengganti pengobatan atau dosis yang diperlukan.

Apabila Anda menjalani pengobatan dengan antibiotik, pastikan Anda meminum obat sampai habis atau sesuai dengan petunjuk dokter. Sebab, menghentikan antibiotik secara sembarangan bisa membuat bakteri jadi resisten dan pengobatan akan semakin sulit.

Komplikasi

Infeksi H. pylori yang terjadi di lambung dapat menyebabkan:

1. Tukak lambung atau usus

Infeksi H. pylori dapat menyebabkan dinding lambung dan usus terkikis sehingga menyebabkan radang. Dinding lambung terkikis dan terpapar dengan asam lambung dapat membuat lambung terkikis dan luka.

2. Gastritis

Peradangan yang terjadi pada dinding lambung juga dapat menyebabkan pembengkakan dan iritasi pada lambung (gastritis).

3. Kanker lambung

Dalam kasus yang jarang, infeksi H. pylori jangka panjang dan tidak ditangani juga jadi salah satu faktor risiko kanker lambung.

Pencegahan infeksi lambung

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah infeksi lambung:

  • Usahakan untuk minum dari sumber air yang bersih
  • Rajin mencuci tangan
  • Memastikan semua makanan yang dikonsumsi bersih dan dimasak dengan aman
  • Jalani pola hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah membuang sampah
  • Jangan memegang mata, mulut, dan hidung dengan tangan yang kotor

Apabila Anda mengalami gejala-gejala infeksi lambung di atas, atau telah melakukan berbagai cara mengatasi sakit maag tapi tak juga hilang, konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam.  Untuk mendapatkan pelayanan terbaik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital. Untuk membuat janji temu, Anda bisa menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129.

Bagikan

  • ncbi.nlm.nih.gov, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6590730/

    Diakses pada 31 March 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/h-pylori/symptoms-causes/syc-20356171

    Diakses pada 31 March 2026

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21463-h-pylori-infection

    Diakses pada 31 March 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved