.jpg)
Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan rye. Bagi sebagian orang, mengonsumsi gluten dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti intoleransi gluten atau penyakit celiac. Meskipun keduanya memiliki gejala yang mirip, intoleransi gluten dan penyakit celiac adalah kondisi yang berbeda.
Apa itu intoleransi gluten?
Intoleransi gluten, juga dikenal sebagai non-celiac gluten sensitivity (NCGS), adalah kondisi di mana seseorang mengalami gejala tidak nyaman setelah mengonsumsi gluten, tetapi tidak memiliki penyakit celiac atau alergi gandum. Gejalanya bisa ringan hingga berat dan biasanya muncul beberapa jam atau hari setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.
Gejala intoleransi gluten
Gejala intoleransi gluten bervariasi pada setiap individu, tetapi yang paling umum meliputi:
- Masalah pencernaan: Kembung, diare, sembelit, mual, muntah, atau sakit perut.
- Kelelahan: Merasa lelah setelah mengonsumsi gluten.
- Sakit kepala: Migrain atau sakit kepala berulang.
- Nyeri sendi dan otot: Rasa nyeri atau kaku pada sendi dan otot.
- Masalah kulit: Ruam, eksim, atau kulit kering.
- Gangguan mood: Depresi, kecemasan, atau perubahan suasana hati.
Perbedaan intoleransi gluten dan penyakit Celiac
Penyakit celiac dan intoleransi gluten adalah dua kondisi yang berbeda, meskipun keduanya berhubungan dengan konsumsi gluten. Penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang lebih serius dan memerlukan diet bebas gluten seumur hidup. Orang dengan penyakit Celiac juga memiliki gen yang abnormal dan kadar antibodi tertentu (zat yang melawan gluten) yang tinggi dalam darah. Sedangkan pada intoleransi gluten tidak memiliki gen atau antibodi yang abnormal. Intoleransi gluten tidak menyebabkan kerusakan pada usus halus dan tidak memerlukan diet seketat pada penyakit celiac.
Penyebab intoleransi gluten
Hingga saat ini belum ada yang mengetahui penyebab pastinya, tetapi ada beberapa faktor yang mungkin berperan, seperti:
- Tubuh sensitif terhadap protein gluten.
- Ketidakseimbangan bakteri usus
- Riwayat keluarga dengan intoleransi gluten atau penyakit celiac dapat meningkatkan risiko.
Tips mengelola intoleransi gluten
Jika Anda didiagnosis dengan intoleransi gluten, berikut beberapa tips untuk mengelola kondisi ini:
1. Diet bebas gluten
- Hindari makanan yang mengandung gandum, barley, dan rye.
- Pilih alternatif bebas gluten seperti beras, quinoa, jagung, atau tepung almond.
2. Baca label makanan
Periksa label makanan untuk memastikan tidak mengandung gluten.
3. Konsultasi dengan ahli gizi
Bekerja sama dengan ahli gizi untuk merencanakan diet seimbang dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Kapan harus ke dokter?
Jika Anda mengalami gejala seperti diare kronis, penurunan berat badan tanpa sebab, atau nyeri perut yang parah setelah mengonsumsi gluten, segera konsultasikan ke dokter. Dokter dapat melakukan tes untuk menentukan apakah Anda memiliki intoleransi gluten, penyakit celiac, atau kondisi lainnya. Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

