.jpeg)
Pernahkah Anda merasa jantung tiba-tiba berdegup kencang padahal Anda sedang bersantai? Bagi yang pertama kali pasti merasakan pastinya jadi cemas. Tapi tak perlu khawatir, tidak semua kondisi jantung berdebar tiba-tiba adalah berbahaya.
Jantung kita memiliki sistem kelistrikan dengan jalur-jalur yang rumit agar dapat berfungsi. Tubuh menggunakan sinyal listrik untuk membuat otot jantung berdenyut. Dalam kondisi normal sinyal listrik berjalan tanpa hambatan dan membuat irama jantung konsisten. Namun jika ada gangguan atau hambatan pada jalur sinyal listrik jantung maka irama jantung menjadi tidak beraturan. Kondisi irama jantung yang tidak beraturan inilah yang disebut sebagai aritmia.
Mengenal jenis-jenis aritmia
Gangguan irama jantung tidak selalu sama, tapi secara umum berdasarkan kecepatan denyut jantung dan keteraturan atau tidak, gangguan irama ini terbagi menjadi tiga kategori utama:
- Takikardia: Kondisi di mana jantung berdetak terlalu cepat (lebih dari 100 kali per menit walau kondisi sedang istirahat).
- Bradikardia: Kondisi di mana jantung berdetak terlalu lambat (kurang dari 60 kali per menit), yang sering kali membuat penderitanya merasa mudah lelah atau pusing.
- Tidak Teratur: Atrial Fibrilasi (AF): Ini adalah jenis aritmia yang paling umum tapi cukup serius. Pada kondisi ini detak jantung terasa tidak beraturan. Jika ditangani, AF dapat memicu penggumpalan darah yang berisiko menyebabkan stroke.
Kategori penyebab jantung berdebar
Berbahaya atau tidak aritmia juga bisa dilihat penyebab jantung berdebar. Jika pemicunya masih wajar, biasanya tak perlu dikhawatirkan. Secara umum biasanya dokter membuat dua kategori yaitu, debaran fisiologis dan patologis.
- Fisiologis (wajar): Muncul setelah mengonsumsi kafein berlebih, berolahraga berat, atau saat mengalami emosi yang kuat seperti stres, jatuh cinta, takut, atau panik. Biasanya, irama jantung akan kembali normal dengan sendirinya setelah pemicunya hilang.
- Patologis (bahaya): Muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas, bertahan dalam waktu lama, atau disertai dengan gejala fisik lainnya. Ini menandakan adanya gangguan pada sirkuit listrik jantung yang memerlukan pemeriksaan medis.
Faktor risiko
Selain faktor usia dan keturunan, ada beberapa kondisi kesehatan yang diam-diam bisa merusak sistem listrik jantung Anda:
- Hipertensi & diabetes: Tekanan darah dan gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat mengubah struktur otot jantung sehingga menyebabkan terhalangnya sinyal listrik jantung.
- Gangguan tiroid: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif sangat memengaruhi kecepatan detak jantung.
- Sleep apnea: Gangguan tidur di mana napas sering terhenti sejenak ternyata membebani jantung sehingga iramana berubah.
- Ketidakseimbangan elektrolit: Kekurangan asupan kalium atau magnesium dalam darah bisa mengganggu transmisi sinyal listrik jantung.
Kapan harus segera ke dokter?
Tubuh kita sebenarnya sangat pintar dalam mengirimkan tanda peringatan. Segera cari bantuan medis jika jantung berdebar disertai dengan gejala berikut:
- Pingsan atau nyaris pingsan: ini pertanda bahwa aliran darah ke otak sempat terganggu secara mendadak.
- Sesak napas: Terasa seperti sulit menghirup oksigen meski sedang tidak beraktivitas berat.
- Nyeri dada: Sensasi seperti dada diremas atau ditindih beban berat.
- Kelelahan: Rasa lemas yang muncul tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
Cara mendeteksi aritmia
Karena aritmia sering kali bersifat hilang-timbul, diagnosa yang tepat menjadi kunci utama. Dokter biasanya akan menyarankan metode screening berikut:
- Elektrokardiogram (EKG): Merekam aktivitas listrik jantung dalam waktu singkat. Ini adalah langkah awal untuk melihat gambaran umum irama jantung.
- Holter monitoring: Alat kecil yang dipasang pada tubuh selama 24–48 jam (atau lebih) untuk merekam setiap detak jantung saat Anda beraktivitas normal hingga tidur. Ini sangat efektif menangkap gangguan yang tidak muncul saat pemeriksaan EKG biasa.
- Event recorder: Serupa dengan Holter, namun digunakan dalam jangka waktu lebih lama (mingguan) untuk pasien yang gejalanya muncul sangat jarang.
Penanganan aritmia
Kabar baiknya, kemajuan teknologi medis saat ini memungkinkan aritmia ditangani dengan efektif. Salah satu metode pengobatan populer adalah ablasi jantung, sebuah prosedur minimal invasif di mana dokter akan memperbaiki jalur listrik yang rusak agar irama jantung kembali normal tanpa perlu operasi bedah terbuka. Selain itu, penggunaan alat pacu jantung (pacemaker) juga telah membantu banyak orang kembali beraktivitas.
Jika Anda mengalami perubahan detak jantung yang tak biasa, melakukan screening sejak dini bukan hanya membuat pikiran tenang, tetapi juga mengantisipasi gangguan medis yang mungkin ada di tubuh.
Segera konsultasi bersama dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP, (K) CCDS, Dokter Spesialis Jantung Konsultan Aritmia (Eka Hospital MT Haryono) untuk membantu menangani berbagai keluhan aritmia Anda.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

