.jpeg)
Saat berbicara soal masalah atau kelainan bentuk tulang belakang, seseorang umumnya akan langsung terpikir skoliosis. Padahal faktanya, ada banyak macam-macam kelainan bentuk tulang belakang.
Walau gejalanya terkadang mirip, beda jenis kelainan bentuk tulang belakang akan beda pula penanganannya.
Macam-macam Kelainan Bentuk Tulang Belakang
Tulang belakang yang normal umumnya lurus dari atas ke bawah dan memiliki lengkungan jika dilihat dari samping. Lengkungan ini terdapat pada bagian leher, punggung atas, dan punggung bawah.
Meski demikian, adanya masalah tertentu bisa menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi tidak normal. Skoliosis adalah salah satu yang paling populer. Skoliosis adalah kondisi ketika tulang belakang bengkok ke samping (kanan atau kiri), membentuk huruf C dan S.
Selain skoliosis, ada 2 bentuk kelainan tulang belakang yang juga cukup umum terjadi, yakni:
1. Lordosis
Lordosis adalah kondisi ketika tulang melengkung ke arah depan. Sebetulnya, kondisi ini termasuk normal.
Bagian tulang belakang yang memiliki lengkungan lordosis biasanya ada di tulang leher dan punggung bagian bawah. Kondisi ini disebut kelainan, jika Anda mengalami hiperlordosis.
Hiperlordosis adalah kondisi ketika tulang belakang melengkung terlalu dalam, sehingga membuat seseorang memiliki postur seolah melengkung ke belakang. Anda mungkin akan melihat bagian bokong menjadi terlalu mundur.
2. Kifosis
Kifosis adalah lengkungan tulang belakang yang membuat tulang melengkung ke depan sehingga postur Anda tampak bungkuk. Sama seperti lordosis, lengkung kifosis dalam derajat tertentu masih terhitung sebagai bentuk tulang belakang yang normal.
Sebab normalnya, tulang punggung bagian atas memang kifosis secara alami.
Masalah kelainan bentuk tulang belakang muncul ketika Anda mengalami hiperkifosis ataupun hipokifosis.
Hiperkifosis adalah kondisi ketika lengkungan tulang terlalu dalam sehingga seseorang menjadi bungkuk berlebihan. Sementara itu hipolordosis membuat lengkungan menjadi tidak ada sehingga punggung seseorang mungkin menjadi rata.
Penyebab Kelainan Bentuk Tulang Belakang
Masing-masing kelainan bentuk tulang belakang punya penyebab yang berbeda-beda.
1. Skoliosis
Skoliosis sering kali tidak diketahui penyebabnya. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga jadi penyebabnya, antara lain:
- Perubahan genetik
- Cedera tulang belakang
- Cacat bawaan
- Masalah saraf dan otot
2. Lordosis
Hiperlordosis sering kali disebabkan karena kompensasi dari postur tubuh yang tidak baik. Kompensasi ini membuat tubuh berusaha menjaga keseimbangannya, yang menyebabkan tulang belakang jadi melengkung secara berlebihan.
Selain itu, adanya pergeseran tulang belakang (spondilolistesis) juga bisa menyebabkan seolah Anda mengalami hiperlordosis.
Beberapa kebiasaan lain yang menyebabkan hiperlordosis, yaitu:
- Berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama
- Memakai sepatu hak tinggi jangka panjang
- Otot inti tubuh lemah
- Obesitas
3. Kifosis
Ada beberapa penyebab seseorang mengalami hiperkifosis, yaitu:
- Kifosis kongenital (bawaan lahir)
- Penyakit Scheuermann, kifosis pada remaja yang belum diketahui sebabnya
- Ankylosing spondylosis, kelainan genetik yang menyebabkan tulang belakang kehilangan fleksibilitasnya dan melengkung terlalu dalam
- Osteoporosis
Gejala Kelainan Bentuk Tulang Belakang
Gejala paling umum dari kelainan bentuk tulang belakang, terutama yang lengkungannya telah cukup berat adalah nyeri punggung, baik itu bagian atas ataupun bawah, tergantung dari ruas tulang belakang yang terdampak.
Selain itu, beberapa gejala lainnya, adalah:
- Postur tubuh tidak tegak (bisa membungkuk, tegak berlebihan, atau miring)
- Bahu dan pinggul yang tampak tidak sejajar
- Tulang belikat yang tampak menonjol di salah satu sisi
- Rasa kaku dan nyeri pada tulang leher atau punggung bawah
Cara Mengatasi Masalah Kelainan Bentuk Tulang Belakang
Tidak semua masalah tulang belakang membutuhkan operasi. Untuk kasus kelainan bentuk tulang belakang dengan derajat ringan, umumnya dokter hanya akan melakukan pemantauan rutin. Terlebih jika tidak ada gejala yang muncul.
Akan tetapi, jika tubuh telah mengkompensasi dan mengganggu keseimbangan tubuh, serta muncul gejala yang tidak kunjung hilang, ada beberapa pilihan pengobatan, di antaranya:
- Fisioterapi
- Pemasangan korset (brace)
- Pembedahan
Umumnya, pembedahan dipilih jika gejala yang muncul tidak lagi merespons pada pengobatan dan fisioterapi.
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang di Eka Hospital BSD, yaitu Dr. dr. Phedy, Sp.OT (K) Spine. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

