
Beberapa waktu belakangan, operasi bariatrik mulai dikenal luas sebagai salah satu cara menurunkan berat badan. Meski demikian, operasi bariatrik bukanlah jalan pintas seseorang untuk kurus.
Faktanya, perlu pertimbangan medis yang cukup ketat sebelum seorang pasien dan dokter sepakat untuk menjalani operasi bariatrik.
Apa Itu Operasi Bariatrik?
Operasi bariatrik, alias bariatric surgery, adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk menurunkan berat badan pada pasien yang berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan atau komplikasi obesitas yang mengancam nyawa.
Artinya, butuh indikasi medis tertentu di luar obesitas itu sendiri untuk seseorang dapat menjalani operasi bariatrik.
Prosedur ini dilakukan dengan “memotong” bagian lambung, sehingga volumenya dalam menampung makanan akan berkurang, dan Anda cepat merasa kenyang. Dengan demikian, asupan kalori jadi menurun.
Prosedur ini bersifat permanen dan umumnya dipilih ketika pengobatan lain, seperti perubahan gaya hidup dan obat-obatan tidak dapat membantu menurunkan berat badan.
Jenis Operasi Bariatrik
Terdapat beberapa jenis atau metode operasi bariatrik yang dapat dilakukan oleh seorang dokter, yaitu:
1. Sleeve Gastrectomy
Operasi yang dilakukan untuk mengurangi sekitar 70-80% volume lambung. Operasi bariatrik tipe ini juga dapat membantu mengurangi produksi hormon ghrelin, yakni hormon yang bertugas memberikan sinyal lapar.
2. Gastric Bypass
Gastric bypass adalah metode operasi bariatrik untuk membuat kantong kecil seukuran sebutir telur, yang langsung dihubungkan ke usus halus. Dengan demikian, makanan tidak melalui lambung, tetapi langsung menuju ke kantong buatan dan diteruskan langsung ke usus halus.
Metode ini umum digunakan untuk pasien diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas.
3. Sleeve Plus Bypass
Metode ini merupakan gabungan dari kedua metode operasi bariatrik di atas. Setelah memotong dan membentuk ulang lambung menjadi ukuran lebih kecil, dokter akan langsung menghubungkannya dengan bagian usus halus.
Kapan Harus Operasi Bariatrik?
Operasi bariatrik dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas. Namun, tidak semua orang yang mengalami obesitas dapat menjalaninya.
Umumnya, dokter akan menganjurkan operasi bariatrik pada orang yang memiliki indeks massa tubuh di atas 3, dengan minimal satu komplikasi kesehatan akibat obesitas, seperti:
- Jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara, rahim, atau prostat
- Penyakit jantung dan stroke
- Tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol tinggi
- Fatty liver non-alkoholik
- Sleep apnea
- Diabetes tipe 2
Artinya, operasi bariatrik lebih direkomendasikan kepada pasien yang mengalami obesitas kelas 2 ataupun 3.
Operasi bariatrik biasanya dipilih saat pengobatan konvensional lainnya tidak mampu lagi menurunkan berat badan.
Manfaat Melakukan Operasi Bariatrik
Obesitas adalah salah satu cikal bakal beberapa masalah kesehatan, yang jika tidak ditangani serius, dapat mengancam nyawa.
Manfaat utama melakukan operasi bariatrik adalah membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi volume lambung, sehingga asupan makanan lebih sedikit dan Anda jadi lebih mudah kenyang.
Saat pasien obesitas berhasil menurunkan berat badan, risiko komplikasi juga dapat turun dan dapat membantu memperpanjang angka harapan hidup.
Beberapa manfaat menjalani operasi bariatrik, di antaranya:
- Meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas
- Menurunkan berat badan yang dapat bertahan dalam jangka panjang
- Membantu memperbaiki resistensi insulin yang menyebabkan diabetes tipe 2
- Membantu memperbaiki tekanan darah normal
- Membantu menurunkan kadar kolesterol
- Membantu mengatasi sleep apnea
- Membantu meningkatkan kepercayaan diri
Untuk menentukan apakah Anda kandidat yang tepat atau bukan untuk menjalani operasi bariatrik, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.
Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, untuk menilai apakah kondisi Anda memungkinkan untuk menjalani operasi ini, baik dari sisi fisiologis (kondisi kesehatan) dan psikologis.
Sebab, bagaimanapun, seperti juga prosedur medis lainnya, operasi bariatrik tetap memiliki efek samping. Pemeriksaan dan konsultasi yang Anda lakukan dengan dokter akan menentukan apakah manfaat yang akan didapat jauh melampaui risiko yang mungkin dihadapi.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah ataupun dokter spesialis penyakit dalam yang menangani Anda, terutama jika Anda memiliki obesitas kelas 2 atau 3, dan telah mencoba berbagai macam cara, tapi tidak membuahkan hasil dalam menurunkan berat badan.
Eka Hospital BSD saat ini adalah salah satu rumah sakit yang mampu menjalani ketiga jenis operasi bariatrik di atas. Dengan didukung dokter spesialis bedah terbaik, Eka Hospital siap memberikan pelayanan terbaik bagi Anda mulai dari sesi konsultasi hingga penyesuaian pola makan dan gaya hidup pasca tindakan.
Hubungi Call Center 1500-129 atau WhatsApp Center 0889-1500-129 Eka Hospital untuk membuat janji temu atau berkonsultasi dengan dokter kami.

