
Rotavirus adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan, atau mungkin lebih dikenal dengan flu perut. Flu perut ini dapat menyebabkan anak mengalami muntaber sehingga berisiko dehidrasi. Itu sebabnya, penting bagi anak untuk menerima vaksin rotavirus (RV) untuk meminimalisir risiko muntaber yang sering terjadi pada anak.
Manfaat vaksin rotavirus (RV) untuk anak
Vaksin rotavirus (RV) adalah vaksin yang bermanfaat untuk mencegah infeksi saluran cerna berupa muntah-muntah dan diare (muntaber). Virus ini sangat mudah menyebar, terutama di tempat umum, seperti taman bermain atau pusat penitipan anak. Vaksin rotavirus dapat membantu menekan penyebarannya.
Beberapa manfaat vaksin rotavirus untuk anak, antara lain:
- Mencegah penularan diare akibat Rotavirus
- Menurunkan kemungkinan terinfeksi Rotavirus
- Menurunkan risiko komplikasi diare dan saluran cerna
Vaksin RV termasuk salah satu jenis vaksin wajib anak yang masuk ke dalam program imunisasi dasar lengkap rekomendasi IDAI. Vaksin rotavirus untuk anak biasanya diberikan secara oral, alias melalui tetes dalam dua atau tiga dosis, tergantung jenis vaksin yang diterima.
Saat ini, terdapat 2 jenis vaksin rotavirus yang beredar, yaitu:
- Rotarix® (RV1): diberikan sebanyak 2 kali (dua dosis)
- RotaTeq® (RV5): diberikan sebanyak 3 kali (tiga dosis)
Jadwal pemberian vaksin rotavirus untuk anak
Vaksin rotavirus diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. Imunisasi rotavirus dapat diberikan saat anak mulai berusia 2 bulan dan maksimal 4 bulan.
Anak dapat menerima dua atau tiga dosis vaksin tergantung dari jenis vaksin yang digunakan.
Berikut ini adalah jadwal pemberian vaksin rotavirus untuk anak:
- Dosis pertama diberikan saat anak berusia 6-12 minggu.
- Dosis kedua diberikan dengan jarak minimal 4 minggu setelah dosis pertama, paling lambat saat anak berusia 24 minggu.
- Jika mendapatkan vaksin RotaTeq®, dosis ketiga diberikan dengan jarak minimal 4 minggu setelah dosis kedua, atau paling lambat saat anak berusia 32 minggu
Efek samping vaksin rotavirus (RV) pada anak
Secara umum, vaksin rotavirus adalah vaksin yang aman untuk anak.
Vaksin rotavirus terbuat dari Rotavirus yang sudah dilemahkan. Akan tetapi, anak Anda tidak akan jadi terinfeksi virus ini karena vaksin.
Meski demikian, vaksin rotavirus juga memiliki efek samping. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umum muncul:
- Diare
- Rewel
- Muntah
- Ruam
- Demam
- Susah makan
Meski demikian, tidak semua bayi akan mengalami efek samping di atas. Seringnya, anak mungkin tidak mengalami efek samping.
Selain itu, efek samping yang dirasakan cenderung ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Bagaimana jika jadwal vaksin rotavirus (RV) terlewat?
Vaksin rotavirus harus diberikan saat anak dalam keadaan sehat. Anda sebaiknya menunda pemberian vaksin rotavirus untuk anak apabila anak sedang sakit, seperti batuk pilek.
Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda melewatkan jadwal pemberian vaksin rotavirus, entah karena sakit atau lupa. Anak masih dapat menerima vaksin rotavirus dosis pertama sampai anak berusia 15 minggu.
Sementara, jika anak melewatkan dosis kedua, anak masih memiliki waktu sampai ia berusia 24 minggu. Pastikan jarak antar-vaksin berada sekitar 4-10 minggu dari vaksin sebelumnya.
Untuk lebih aman dan lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di Eka Hospital. Anda bisa menghubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 0889-1500-129 untuk membuat janji temu dengan dokter.

