Selain mempersiapkan perlengkapan bayi baru lahir, Anda juga harus mulai memikirkan hendak melahirkan normal atau caesar sejak trimester tiga kehamilan. Sebab, keduanya membutuhkan persiapan berbeda.
Ada beberapa pertimbangan yang perlu Anda pikirkan ketika hendak memilih metode melahirkan. Keduanya membutuhkan persiapan yang berbeda, sehingga perlu ditentukan sejak awal.
Melahirkan Normal atau Caesar, Mana yang Lebih Baik?
Melahirkan normal umumnya adalah cara yang paling aman dalam metode persalinan. Namun, dalam beberapa kondisi ibu dan bayi, caesar adalah pilihan terbaik.
Sebenarnya, baik melahirkan normal atau operasi caesar, keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan risiko. Itu sebabnya, dalam menentukan metode yang paling tepat, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti:
1. Kondisi Bayi
Kondisi bayi termasuk salah satu hal yang menentukan apakah Anda dapat melahirkan normal atau harus melalui caesar. Ukuran bayi yang terlalu besar sehingga tidak dapat masuk panggul mungkin akan lebih berisiko jika dilahirkan secara normal (per vaginam).
Posisi bayi yang sungsang juga mungkin akan menyulitkan kondisi ibu untuk melahirkan normal.
2. Kondisi Ibu
Kondisi ibu juga menentukan apakah Anda dapat melahirkan normal atau tidak. Ukuran panggul ibu yang terlalu kecil bisa jadi tidak memungkinkan untuknya melahirkan secara normal.
Selain itu beberapa kondisi ibu yang memerlukan operasi caesar, antara lain:
- Mengalami masalah placenta, seperti plasenta previa ataupun abrupsio plasenta
- Melahirkan bayi kembar
- Pernah melahirkan secara caesar sebelumnya
- Memiliki kondisi tertentu, seperti penyakit jantung, miom berukuran besar, atau retak tulang panggul
- Proses melahirkan normal tidak mengalami kemajuan
- Kondisi bayi menjadi kritis selama persalinan normal
Artinya, dalam beberapa kasus, dokter mungkin dapat memutuskan menjalani operasi caesar di tengah persalinan normal jika mengalami kondisi di atas.
Selain itu, menurut dr. Ervan Surya, Sp.OG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital Family Pluit, kondisi psikis ibu juga perlu menjadi pertimbangan ketika hendak menentukan mau melahirkan normal atau caesar.
Kelebihan dan Risiko Melahirkan Normal
Ada beberapa alasan mengapa persalinan normal disebut sebagai cara terbaik. Berikut ini adalah kelebihan persalinan normal bagi ibu dan bayi:
- Waktu pemulihan lebih cepat
- Proses IMD (inisiasi menyusui dini) dapat dilakukan lebih cepat
- Risiko komplikasi kehamilan yang lebih kecil di masa mendatang
- Menurunkan risiko masalah pernapasan pada bayi yang dilahirkan
- Meningkatkan fungsi sistem imun bayi
- Proses menyusui biasanya lebih mudah
- Risiko infeksi yang lebih rendah
Sementara itu, beberapa risiko yang juga perlu Anda ketahui dalam menjalankan persalinan normal, antara lain:
- Proses melahirkan normal bisa sangat lama, bahkan hitungan minggu
- Membutuhkan alat bantu ketika persalinan normal, seperti vakum atau forsep
- Robeknya bukaan vagina hingga perlu menjalani episiotomi (jahitan di perineum, yakni bagian antara lubang vagina dan anus)
- Risiko inkontinensia urine ataupun prolaps organ di rongga panggul meningkat
- Risiko cedera pada bayi akibat proses persalinan yang sulit
Selain itu, persalinan normal sering kali terjadi secara spontan sehingga tidak dapat diprediksi tanggal pastinya.
Kelebihan dan Risiko Melahirkan secara Operasi Caesar
Operasi caesar paling baik dilakukan jika ada indikasi medis yang membuat ibu hamil tidak dapat menjalani persalinan secara normal. Dalam hal ini, operasi caesar akan memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi untuk ibu dan bayi. Operasi caesar juga cenderung lebih aman dilakukan pada ibu yang memiliki risiko kehamilan tinggi.
Selain itu, operasi caesar memungkinkan Anda untuk merencanakan tanggalnya sejak awal. Dengan demikian, persiapan bisa lebih matang.
Operasi caesar memiliki beberapa risiko jika dibandingkan dengan proses persalinan normal, seperti:
- Proses pemulihan lebih lama
- Tidak dapat melakukan IMD secara langsung
- Risiko infeksi lebih tinggi
- Perdarahan
- Terbentuknya gumpalan darah
- Sayatan yang dapat melemahkan dinding rahim sehingga meningkatkan risiko kehamilan berikutnya
- Meningkatnya risiko masalah plasenta di kehamilan mendatang
- Risiko efek samping dari obat bius
Mana yang Lebih Sakit antara Melahirkan Normal atau Caesar?
Persalinan normal mungkin bisa saja menyebabkan rasa sakit yang lebih lama. Apalagi, masa menanti pembukaan lengkap bisa jadi cukup lama.
Akan tetapi, toleransi rasa sakit tiap orang beda-beda. Itu sebabnya, setiap ibu hamil mungkin saja memiliki pendapat yang beda-beda. Ada yang menyebut caesar lebih sakit, ada yang menyebut melahirkan normal lebih sakit.
Meski demikian, pemberian antinyeri juga sangat umum dilakukan pada kedua metode persalinan ini. Anda perlu berdiskusi dengan dokter untuk penggunaan antinyeri ini.
Penelitian telah membuktikan bahwa melahirkan normal atau caesar keduanya sama-sama baik dan tidak secara langsung berdampak pada bayi. Metode persalinan yang paling baik adalah metode yang dipilih berdasarkan kondisi ibu dan bayi, serta telah dikonsultasikan dengan dokter.
Apabila Anda masih belum yakin metode mana yang hendak dipilih, konsultasikan segala keraguan Anda dengan dokter kandungan Anda.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan kami di Eka Hospital Pluit, yaitu dr. Ervan Surya, Sp.OG ataupun yang lain, yang nyaman di hati Anda.
Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.