Mendengar istilah "kelainan jantung" pada anak tentu bisa membuat orang tua khawatir. Salah satu kelainan jantung bawaan yang umum adalah kebocoran jantung. Kondisi ini bisa bervariasi tingkat keparahannya, dan mendeteksinya sejak dini adalah kunci untuk penanganan yang tepat.
Lalu, bagaimana cara orang tua bisa mendeteksi kebocoran jantung pada anak? Berikut adalah beberapa gejala dan tanda yang perlu diperhatikan, dari bayi hingga anak yang lebih besar.
Tanda dan gejala pada bayi
Pada bayi, kebocoran jantung seringkali menunjukkan gejala yang berhubungan dengan kesulitan makan dan tumbuh kembang.
- Kesulitan saat menyusu: Bayi tampak kelelahan, berkeringat, atau sesak napas saat menyusu. Ini terjadi karena jantung harus bekerja lebih keras, sehingga menghabiskan banyak energi.
- Berat badan sulit naik: Karena energi bayi banyak terpakai untuk jantungnya, berat badan bayi tidak bertambah sesuai kurva pertumbuhan normal.
- Napas cepat atau sesak: Perhatikan apakah bayi bernapas lebih cepat dari biasanya, bahkan saat sedang istirahat.
- Warna kulit kebiruan (sianosis): Sering terlihat pada bibir, lidah, atau ujung jari dan kuku. Ini adalah tanda bahwa darah tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
Tanda dan gejala pada anak-anak
Pada anak yang lebih besar, gejalanya bisa lebih terlihat saat mereka aktif bermain atau berolahraga.
- Mudah lelah: Anak cepat lelah saat bermain, berolahraga, atau melakukan aktivitas fisik dibandingkan teman-teman seusianya.
- Napas pendek: Mengalami napas yang pendek atau terengah-engah setelah aktivitas fisik ringan.
- Nyeri dada: Meskipun jarang, beberapa anak mungkin mengeluhkan nyeri di area dada.
- Pertumbuhan terhambat: Anak memiliki postur tubuh lebih kecil atau berat badan di bawah rata-rata anak-anak lain seusianya.
Proses diagnosis medis
Jika orang tua mencurigai adanya gejala-gejala di atas, langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli jantung anak. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis, di antaranya:
- Auskultasi (mendengarkan jantung): Dokter menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. Kebocoran jantung seringkali menimbulkan suara khas yang disebut "murmur jantung" (suara bising atau desiran).
- Ekokardiogram (USG jantung): Ini adalah tes utama untuk mendiagnosis kebocoran jantung. Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar rinci jantung, memungkinkan dokter melihat struktur, fungsi, dan aliran darah di dalamnya.
- Rontgen dada: Dapat menunjukkan apakah jantung membesar atau apakah ada cairan di paru-paru akibat kerja jantung yang tidak efektif.
- Elektrokardiogram (EKG): Mengukur aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi ritme jantung yang tidak normal atau tanda-tanda ketegangan pada otot jantung.
Pentingnya penanganan tepat dan dini
Diagnosis dini sangat krusial. Beberapa kebocoran jantung kecil mungkin dapat menutup sendiri seiring waktu, sementara yang lain memerlukan intervensi medis, baik dengan obat-obatan, kateterisasi jantung, atau bahkan tindakan bedah. Penanganan yang tepat akan membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal, mengurangi risiko komplikasi jangka panjang, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Ingin konsultasi lebih lanjut?
Jika anak Anda menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, jangan tunda untuk mencari bantuan profesional. Untuk diagnosis dan penanganan masalah jantung anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Dimas T Nugroho, MMR, Sp.BTKV, seorang Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular di Eka Hospital BSD.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.