
Bagi pasien gagal ginjal tahap lanjut, prosedur cuci darah (hemodialisa) akan menjadi hal yang rutin dilakukan. Karena proses cuci darah dilakukan melalui pembuluh darah secara rutin, dokter biasanya akan membuat AV fistula agar proses cuci darah dapat dilakukan dengan lancar.
Apa itu AV Fistula?
Secara sederhana, AV fistula adalah sambungan buatan yang dibuat oleh dokter bedah vaskular antara pembuluh darah nadi dan pembuluh darah vena untuk pasien cuci darah..
Mengapa harus disambungkan? Pembuluh darah vena kita sebenarnya memiliki aliran darah yang lambat dan dinding yang tipis. Di sisi lain, pembuluh darah arteri memiliki tekanan yang sangat tinggi namun posisinya sering kali terlalu dalam untuk ditusuk jarum secara berulang.
Dengan menyambungkan keduanya, tekanan dari arteri akan mengalir ke vena, membuat pembuluh darah vena tersebut menjadi lebih lebar, tebal, dan kuat. Hasilnya? Aliran darah menjadi jauh lebih deras, sehingga cukup untuk diputar ke mesin cuci darah dan dikembalikan lagi ke tubuh dengan efisien.
Mengapa AV Fistula sering digunakan pada pasien cuci darah?
Ada beberapa pilihan akses cuci darah, seperti penggunaan kateter (selang di leher) atau graft (pembuluh darah buatan). Namun, para ahli jantung sering menggunakan metode AV fistula karena:
- Minim risiko infeksi: Karena berada di bawah kulit dan merupakan jaringan dasar tubuh Anda sendiri, risiko masuknya bakteri jauh lebih kecil dibandingkan selang kateter.
- Tahan lama: Jika dirawat dengan benar, AV Fistula bisa bertahan hingga bertahun-tahun, bahkan dekade.
- Aliran darah optimal: Memberikan hasil pembersihan racun darah yang paling maksimal karena volume darah yang dialirkan sangat stabil.
- Minim risiko penggumpalan darah: Dibandingkan akses buatan lainnya, AV Fistula paling jarang mengalami penyumbatan atau penggumpalan darah (clotting).
Proses pembuatan AV fistula
Pembuatan AV Fistula dilakukan melalui prosedur bedah kecil, biasanya di area pergelangan tangan atau lipatan siku. Prosedur ini relatif singkat, namun AV Fistula tidak bisa langsung digunakan.
Setelah operasi, fistula membutuhkan waktu untuk "matang". Proses ini biasanya memakan waktu 4 hingga 12 minggu. Selama masa ini, pembuluh darah vena akan perlahan membesar dan mengeras. Pasien biasanya disarankan melakukan latihan sederhana, seperti meremas bola karet, untuk membantu mempercepat proses pematangan ini agar akses siap digunakan saat sesi cuci darah tiba.
Tips merawat AV fistula
Karena AV Fistula penting bagi pasien gagal ginjal, maka perawatannya harus ekstra hati-hati:
- Cek secara mandiri: Letakkan tangan Anda di atas fistula setiap hari. Anda harus merasakan sensasi getaran (seperti dengungan lebah). Jika getaran hilang, segera hubungi dokter.
- Hindari tekanan: Hindari menggunakan jam tangan, gelang, atau pakaian ketat di lengan yang terdapat fistula. Jangan pula menggunakan lengan tersebut untuk membawa beban berat.
- Hindari prosedur medis lain di lengan tersebut: Jangan biarkan petugas medis mengambil darah atau mengukur tekanan darah (tensi) di lengan yang terdapat AV Fistula.
- Jaga kebersihan: Selalu cuci tangan sebelum area tersebut ditusuk saat sesi hemodialisa untuk mencegah infeksi kulit.
Konsultasi akses vaskular bersama ahlinya di Eka Hospital
Pemasangan AV fistula perlu dilakukan di rumah sakit oleh bantuan dokter spesialis bedah jantung.. Pemilihan lokasi penyambungan pembuluh darah yang presisi sangat menentukan keberhasilan akses tersebut dalam jangka panjang. Jika ingin mendapatkan evaluasi dan tindakan bedah vaskular yang komprehensif bersama ahlinya, langsung saja berkonsultasi bersama dr. Robby Novianto, Sp.BTKV Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular MYCardia Eka Hospital MT Haryono.
Beliau memiliki keahlian mendalam dalam memastikan akses hemodialisa Anda berfungsi optimal dengan tingkat keamanan yang tinggi, sehingga proses cuci darah dapat dijalani dengan lebih tenang dan nyaman.
Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129

