Home>Better Health>Penyakit Dalam>Mengenal Faktor Risiko Penyakit Arteri Perifer (PAD)

Better Health

Mengenal Faktor Risiko Penyakit Arteri Perifer (PAD)

pad

Rasa pegal dan nyeri saat berjalan sering dianggap sepele. Padahal, bisa jadi itu adalah alarm dari tubuh mengenai adanya Penyakit Arteri Perifer (PAD).

Penyakit Arteri Perifer terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri yang perlahan-lahan menghambat aliran darah kaya oksigen ke tungkai. Jika didiamkan bisa mengarah ke kondisi penyakit lebih besar seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

Simak penjelasan mengenai faktor risiko yang perlu Anda waspadai agar bisa melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Faktor risiko penyakit arteri perifer

Ada beberapa faktor risiko Penyakit Arteri Perifer (PAD) yang penting untuk diketahui. Secara medis, faktor ini dibagi menjadi dua kategori besar:

1. Faktor risiko non-modifiable (tidak bisa dimodifikasi)

Ini adalah faktor-faktor alami yang melekat pada diri kita dan tidak bisa kita ubah, di antaranya:

  • Usia: Risiko PAD meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia, terutama bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.
  • Jenis kelamin: Secara statistik, pria memiliki kecenderungan lebih tinggi terkena PAD di usia yang lebih muda dibandingkan wanita, meskipun risiko pada wanita meningkat pesat setelah masa menopause.
  • Riwayat keluarga: Faktor genetik juga berperan. Jika ada anggota keluarga inti yang memiliki riwayat penyakit pembuluh darah, Anda perlu lebih waspada.

2. Faktor risiko modifiable (bisa diubah)

Meskipun kita tidak bisa menghentikan pertambahan usia, kita bisa mulai “menabung” kesehatan agar faktor non-modifiable tersebut tidak memperparah risiko PAD. Faktor yang bisa kita kendalikan meliputi:

  • Merokok: Ini adalah faktor risiko paling dominan. Zat dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak.
  • Diabetes: Kadar gula darah yang tinggi merusak dinding arteri dan mengganggu sirkulasi darah ke ujung-ujung saraf dan anggota gerak.
  • Hipertensi & kolesterol: Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi adalah duet utama penyebab penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis).

Mengapa PAD perlu diwaspadai?

PAD bukan sekedar kaki pegal tapi pertanda gangguan pada tubuh. Pembuluh darah di seluruh tubuh kita saling terhubung. Jika arteri di kaki sudah mengalami penyempitan, ada kemungkinan besar pembuluh darah yang menuju ke jantung dan otak juga berada dalam kondisi serupa.

Oleh karena itu, penanganan PAD sejak tahap awal sangat krusial untuk mencegah komplikasi fatal seperti amputasi, serangan jantung, maupun stroke.

Konsultasi Lebih Lanjut di Eka Hospital Cibubur

Jika Anda mengalami nyeri kaki yang hilang-timbul saat beraktivitas (klaudikasio), luka di kaki yang sulit sembuh, atau kaki terasa dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya, segera lakukan pemeriksaan vaskular menyeluruh.

Anda dapat konsultasi seputar penyakit ini di Eka Hospital Cibubur bersama dr. Markz Roland M. P. Sinurat, SpJP(K), FIHA. Beliau akan membantu memberikan penjelasan menyeluruh serta rencana penanganannya.

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

  • Instagram Post MYCardia Eka Hospital, https://www.instagram.com/p/DTzdLlUEVdu/

    Diakses pada 28 January 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350557

    Diakses pada 28 January 2026

  • ncbi.nlm.nih.gov, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430745/

    Diakses pada 28 January 2026

  • cdc.gov, https://www.cdc.gov/heart-disease/about/peripheral-arterial-disease.html

    Diakses pada 28 January 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved