
Dokter laktasi, atau dikenal juga dengan sebutan konselor laktasi, adalah seorang dokter yang akan membantu bahkan mendampingi Anda dalam proses menyusui setelah melahirkan. Lantas, kapan seorang ibu menyusui harus berkonsultasi ke dokter laktasi?
Memahami Peran Dokter Laktasi
Secara umum, dokter laktasi bertugas untuk memberikan konsultasi selama proses menyusui yang Anda jalani. Tujuannya adalah untuk membantu agar proses menyusui berjalan lancar ataupun membantu mengatasi masalah yang muncul selama proses menyusui.
Berbeda dengan dokter spesialis, untuk menjadi seorang konselor laktasi, seorang tenaga kesehatan, seperti dokter tidak mengambil pendidikan spesialis, tetapi mengambil sertifikasi dan pendidikan tambahan.
Artinya, seorang konsultan laktasi bisa berasal tenaga kesehatan mana pun, dari dokter umum, bahkan dokter spesialis, dan bidan sekalipun.
Salah satu lembaga sertifikasi konsultan laktasi yang diakui secara internasional, adalah International Board of Lactation Consultant Examiners (IBLCE). Setelah melalui pendidikan dan dinyatakan lulus, biasanya seorang konsultan laktasi akan memiliki IBCLC (International Board Certified Lactation Consultant) di belakang namanya.
Untuk mendapat sertifikasi IBCLC, seorang dokter laktasi perlu menjalani 90 jam pendidikan dan melakukan praktik minimal 5 tahun. Sertifikasi ini juga perlu diperbarui setiap 5 tahun sekali.
Selain IBCLC, CBS juga jadi salah satu sertifikasi untuk seorang dokter laktasi.
Tugas Seorang Dokter Laktasi
Proses menyusui adalah suatu proses yang indah. Akan tetapi, tak jarang ibu dan bayi akan menemukan tantangan selama prosesnya, yang tak jarang membuat ibu ingin menyerah.
Seorang dokter laktasi bertugas untuk membuat proses menyusui lebih mudah dijalani.
Beberapa tugas seorang dokter laktasi, antara lain:
- Membantu menemukan posisi menyusui yang nyaman untuk Anda dan bayi
- Membantu perlekatan bayi dengan puting
- Meningkatkan, mempertahankan, atau bahkan menurunkan produksi ASI tergantung kebutuhan
- Mengecek pertambahan berat badan bayi
- Mengedukasi cara memompa ASI yang tepat, baik dengan tangan atau breastpump
- Melatih bayi untuk mulai disapih
- Mengedukasi metode kangguru (kontak kulit ke kulit)
- Mempersiapkan ibu dengan penyesuaian metode pemberian ASI saat harus kembali kerja
Kapan Harus ke Dokter Laktasi?
Seseorang sudah mulai dapat berkonsultasi ke dokter laktasi sejak sebelum menyusui, alias saat hamil, setelah melahirkan, atau selama proses menyusui berlangsung.
Anda dapat berkonsultasi ke dokter laktasi jika mengalami beberapa kondisi berikut:
- Bayi kesulitan menyusui sehingga berat badan bayi tidak bertambah
- Produksi ASI terlalu banyak atau terlalu sedikit
- Payudara bengkak, merah, dan muncul benjolan saat menyusui
- Puting lecet saat menyusui
- Hendak kembali kerja dan butuh edukasi terkait penggunaan pompa ASI
- Mengalami mastitis (infeksi payudara)
- Kesulitan menyusui akibat bayi mengalami celah bibir, celah langit-langit, atau tongue tie.
Meski dapat membantu ibu menyusui dalam mengatasi kondisi di atas, dokter laktasi tidak menjalankan suatu prosedur medis.
Misalnya saja, abses payudara adalah salah satu kondisi yang dapat terjadi pada ibu menyusui. Terkadang, operasi dibutuhkan untuk mengatasinya. Operasi untuk mengatasi abses payudara tidak dilakukan oleh seorang konselor laktasi, melainkan dokter bedah.
Dokter laktasi dapat membantu Anda melakukan pijat laktasi, tapi tidak dengan prosedur bedah.
Di Mana Dapat Berkonsultasi dengan Dokter Laktasi?
Dokter atau konselor laktasi umumnya dapat ditemukan di klinik ataupun rumah sakit ibu dan anak. Pastikan Anda memilih dokter atau konselor laktasi yang tersertifikasi dan diakui secara internasional.
Anda juga dapat menemukan dokter laktasi di Eka Hospital dan membuat janji konsultasi di halaman booking dokter laktasi. Anda juga dapat menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk membuat janji temu.

