Home>Better Health>Kehamilan>Mengenal Peran Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Konsultan Onkologi

Better Health

Mengenal Peran Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Konsultan Onkologi

ginekologi onkologi

Dokter spesialis obgyn, alias spesialis kebidanan dan kandungan, merupakan seorang dokter yang menangani kehamilan dan kesehatan organ reproduksi wanita. Kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita juga merupakan ranah dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Namun, untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif, Anda bisa memilih seorang obgyn yang juga seorang konsultan onkologi.

Peran Spesialis Ginekologi Onkologi

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan onkologi adalah seorang dokter obgyn yang berfokus pada penanganan kanker di organ reproduksi wanita, seperti:

  • Serviks atau leher rahim
  • Ovarium
  • Rahim
  • Vagina
  • Vulva
  • Tuba falopi

Umumnya, seorang dokter spesialis kebidanan kandungan perlu menjalani pendidikan tambahan lagi di bidang onkologi (kanker), sampai akhirnya bisa menjadi seorang ginekolog onkolog sekitar 3 tahun.

Beberapa peran dokter spesialis ginekologi dan onkologi, antara lain:

  • Mendiagnosis kanker organ reproduksi wanita
  • Penanganan kanker
  • Pembedahan
  • Pemantauan pemulihan kanker

Kondisi yang Ditangani Ginekologi dan Onkologi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dokter spesialis ginekologi dan onkologi berperan dalam penanganan kanker di organ reproduksi wanita. Beberapa di antaranya yang umum ditangani, antara lain:

1. Kanker serviks

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker organ reproduksi wanita yang paling tinggi terjadi di Indonesia dengan tingkat kematian yang tinggi pula.

Setidaknya, diperkirakan ada lebih dari 36.000 kasus baru di Indonesia setiap tahunnya dan 70%-nya ditemukan dalam stadium lanjut.

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV. Ini adalah salah satu jenis kanker yang dapat dicegah.

2. Kanker endometrium

Kanker endometrium adalah jenis sel kanker yang bermula di bagian dalam dinding rahim. Ini termasuk tiga kanker teratas yang terjadi pada organ reproduksi wanita di Indonesia.

Kanker endometrium disebut juga dengan kanker rahim. Sering kali dapat ditemukan dalam stadium awal.

Gejala yang perlu dicurigai adalah perdarahan vagina atau menstruasi di luar jadwal normal.

3. Kanker ovarium

Pertumbuhan sel kanker dapat terjadi di salah satu indung telur (ovarium) ataupun keduanya.

Kanker ovarium tidak menunjukkan gejala di awal dan sering kali gejalanya menyerupai kondisi lain sehingga sering kali disalahartikan.

4. Kanker vagina

Dibandingkan jenis lainnya, kanker vagina termasuk jenis kanker yang lebih langka. Biasanya, kanker vagina merupakan hasil dari persebaran kanker dari area lain.

Terapi radiasi dan pembedahan adalah metode pengobatan yang biasanya diprioritaskan untuk kanker vagina, selain kemoterapi dan imunoterapi.

Tindakan untuk Kanker Organ Reproduksi Wanita

Kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, dan targeted therapy adalah beberapa perawatan yang dapat diberikan oleh seorang dokter spesialis ginekologi dan onkologi. Pembedahan untuk mengangkat sel-sel kanker juga dapat dilakukan.

Selain itu, beberapa prosedur yang juga dapat dilakukan oleh seorang dokter kandungan konsultan onkologi, antara lain:

  •  Operasi laparoskopi

Merupakan metode pembedahan minimal invasif untuk mengangkat sel kanker. Karena bersifat minimal invasif, risiko efek samping lebih ringan dan pemulihan dapat lebih cepat.

  • Robotic surgery

Robotic surgery memungkinkan metode operasi yang lebih presisi terutama dalam pengangkatan sel kanker di organ reproduksi wanita. Cara ini juga dapat meminimalisir kerusakan jaringan sehat di sekitar sel-sel kanker.

  • Intraoperative radiation therapy (IORT)

Prosedur ini dilakukan dengan menempatkan alat beradiasi tinggi di sekitar sel kanker. Alat inilah yang dapat memancarkan radiasi dan membunuh sel kanker secara terlokalisir sehingga meminimalisir kerusakan jaringan yang sehat.

  • Kemoterapi intraperitoneal

Pengobatan ini dilakukan dengan  mengirimkan obat kemoterapi langsung ke rongga abdomen untuk mengatasi kanker ovarium. Dibandingkan kemoterapi melalui infus, peluang keberhasilan metode ini lebih baik.

Sering kali, kanker terlambat terdeteksi karena gejalanya yang samar dan menyerupai kondisi lain. Deteksi dini jadi salah satu cara untuk meningkatkan peluang kesembuhan kanker jenis apa pun, termasuk di organ reproduksi wanita.

Apabila Anda mengalami keluhan yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita, terutama jika Anda menduga adanya kanker, Anda dapat mengunjungi dokter spesialis ginekologi onkologi.

Beberapa pilihan dokter ginekologi onkologi yang dapat menjadi pilihan Anda untuk melakukan konsultasi, antara lain:

  1. dr. Amru Sofian, Sp.OG (K) Onk, MWALS, FAFG – Eka Hospital Pekanbaru
  2. dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG (K) Onk – Eka Hospital BSD
  3. dr. Tri Apriliawan Bendarto Rahardjo, Sp.OG (K) Onk – Eka Hospital Bekasi
  4. dr. Anindhita, Sp. OG(K)Onk - Eka Hospital Cibubur

Anda dapat membuat janji temu di halaman booking dokter atau menghubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129.

Bagikan

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/articles/gynecologic-oncologist

    Diakses pada 13 February 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/departments-centers/gynecologic-oncology/overview/ovc-20424080

    Diakses pada 13 February 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/symptoms-causes/syc-20352461

    Diakses pada 13 February 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cancer/symptoms-causes/syc-20375941

    Diakses pada 13 February 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved