
Seiring bertambahnya usia, tubuh pria mengalami berbagai perubahan fisik, salah satu yang paling sering terjadi adalah pembesaran kelenjar prostat. Efeknya, pria bisa mengalami gangguan berkemih. Salah satu solusi pembesaran kelenjar prostat adalah TURP (Transurethral Resection of the Prostate).
Artikel ini akan menjelaskan mengenai seberapa umum kondisi ini, gejalanya, serta bagaimana prosedur TURP dapat membantu memulihkan fungsi berkemih Anda.
Seberapa umum kondisi pembesaran prostat pada pria?
Pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah kondisi medis yang sangat umum terjadi pada pria paruh baya dan lansia. Kelenjar prostat secara alami akan terus tumbuh seiring proses penuaan akibat perubahan hormonal.
Sekitar 50% pria berusia 50 hingga 60 tahun mengalami gejala BPH. Angka ini meningkat drastis hingga mencapai 80–90% pada pria yang telah memasuki usia 80 tahun ke atas. Dengan kata lain, hampir sebagian besar pria akan menghadapi kondisi pembesaran prostat dalam masa hidupnya
Kapan harus ke dokter?
Munculnya gangguan pada saluran berkemih jangan dianggap enteng, terlebih jika usia sudah mulai menua. Jika muncul gejala seperti:
- Urine tersendat: Aliran urine melemah atau tersendat-sendat, harus mengejan saat mulai BAK, dan urine terus menetes di akhir berkemih.
- Perasaan tidak tuntas: Merasa kantung kemih tidak pernah kosong sepenuhnya, frekuensi buang air kecil meningkat drastis (terutama di malam hari atau nocturia), dan rasa ingin buang air kecil yang sangat mendesak hingga sulit ditahan.
Jika gejala di atas dibiarkan tanpa penanganan, sumbatan dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi saluran kemih berulang, terbentuknya batu kandung kemih, hingga gangguan fungsi ginjal akibat sumbatan saluran kemih yang berlangsung lama.
Mengenal TURP untuk menangani pembesaran prostat
TURP (Transurethral Resection of the Prostate) merupakan salah satu prosedur operasi yang telah lama menjadi standar penanganan untuk pembesaran prostat jinak dengan gejala sedang hingga berat.
Bagaimana prosedurnya?
- Operasi ini tidak memerlukan sayatan sama sekali di kulit luar tubuh. Dokter spesialis urologi akan memasukkan alat khusus yang dilengkapi kamera dan lingkaran kawat tipis (resektoskop) langsung melalui lubang penis menuju saluran kemih.
Menggunakan energi listrik atau laser, kawat tersebut akan memotong dan mengikis bagian dalam jaringan prostat yang membengkak dan menyumbat aliran urin. Serpihan jaringan tersebut kemudian dibilas keluar, sehingga saluran kemih kembali longgar.
Kapan TURP dilakukan?
Prosedur TURP digunakan jika pasien memenuhi kondisi berikut:
-
- Gejala BPH tingkat sedang hingga berat yang sudah tidak mempan atau tidak merespons terapi obat-obatan.
- Pasien sama sekali tidak bisa buang air kecil secara mendadak sehingga harus dipasang kateter.
- Terjadi komplikasi medis berulang, seperti perdarahan dalam urine (hematuria akibat prostat), batu kandung kemih akibat sumbatan prostat, atau infeksi saluran kemih yang sering kambuh.
- Sudah mulai terjadi penurunan fungsi ginjal akibat bendungan urine.
Konsultasi spesialis urologi
Prosedur TURP terbukti secara klinis memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi untuk mengembalikan kelancaran aliran urine serta membantu memperbaiki keluhan berkemih dan meningkatkan kualitas hidup pasien setelah masa pemulihan. Jangan menunggu hingga muncul komplikasi berat pada ginjal Anda.
Untuk mendapatkan evaluasi keluhan berkemih yang komprehensif, diagnosis akurat, serta penanganan urologi modern, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya:
dr. Ihsan Azka Adriansyah, Sp.U Spesialis Urologi Eka Hospital Permata Hijau. Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

