Home>Better Health>Urologi>Nokturia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Better Health

Nokturia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

nokturia

Anda mungkin pernah terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Akan tetapi, Anda perlu waspada jika Anda terbangun sampai beberapa kali untuk buang air kecil, bahkan mengganggu tidur Anda. Kemungkinan, Anda mengalami nokturia.

Banyak minum bisa membuat Anda sering buang air kecil di malam hari. Namun, beberapa kondisi kesehatan tertentu juga bisa menyebabkan nokturia.

Apa itu nokturia?

Nokturia adalah kondisi ketika seseorang sering terbangun di malam hari karena buang air kecil berulang kali. Kondisi ini bukan sekadar bangun malam untuk buang air kecil, tapi sampai mengganggu kualitas tidur.

Akibat nokturia, Anda bisa mengalami kelelahan dan susah fokus di siang hari akibat kurang tidur.

Terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil umumnya lebih sering terjadi pada lansia yang berusia di atas 50 tahun.

Gejala nokturia

Seseorang dicurigai mengalami nokturia apabila terbangun lebih dari dua kali atau lebih pada waktu malam atau saat tidur. Hal ini akan mengganggu waktu tidur dan memengaruhi aktivitas Anda di siang hari.

Beberapa tanda Anda mengalami nokturia, antara lain:

  • Terbangun dua kali atau lebih untuk buang air kecil di malam hari
  • Volume urine jadi lebih banyak dari biasa, walaupun frekuensi buang air kecil tidak begitu sering
  • Kelelahan dan terus mengantuk di siang hari karena sering terbangun pada malam hari

Penyebab nokturia

Nokturia tidak selalu disebabkan oleh masalah kesehatan yang berbahaya. Terlalu banyak minum sebelum waktu tidur juga bisa membuat Anda terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Beberapa penyebab Anda sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil, yaitu:

1. Terlalu banyak minum

Minum air putih atau alkohol sebelum waktu tidur dapat membuat Anda terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil.

2. Obat diuretik

Obat diuretik adalah obat untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan di tubuh. Ini bisa membuat Anda terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

3. Berkurangnya kapasitas kandung kemih

Penurunan kapasitas kandung kemih bisa membuat Anda mengalami nokturia. Kondisi ini dapat terjadi karena sumbatan kandung kemih atau infeksi saluran kencing.

Kehamilan juga membuat posisi kandung kemih tertekan sehingga lebih sedikit menampung urine.

4. Kebiasaan

Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk buang air kecil sebelum tidur. Apabila Anda tidak memiliki kebiasaan ini, Anda mungkin saja akan lebih sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

5. Gangguan tidur

Bisa jadi, Anda terbangun di malam hari bukan untuk buang air kecil. Masalah tidur, seperti obstructive sleep apnea, bisa membuat Anda terbangun beberapa kali di malam hari.

Saat terbangun itulah, Anda merasakan adanya dorongan untuk buang air kecil.

6. Kondisi medis tertentu

Kondisi kesehatan tertentu membuat produksi urine jadi lebih banyak. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan nokturia adalah:

  • Diabetes melitus
  • Diabetes insipidus
  • Gagal hati
  • Prolaps organ panggul
  • Pembesaran prostat jinak
  • Penyakit saraf, seperti Alzheimer dan Parkinson

Selain keenam penyebab di atas, usia juga meningkatkan risiko seseorang mengalami nokturia. Itu sebabnya, nokturia lebih sering ditemukan pada lansia.

Nokturia pada lansia terjadi karena penurunan kapasitas kandung kemih. Selain itu, menurunnya otot-otot panggul yang menahan buang air kecil juga bisa menyebabkan lansia sering buang air kecil di malam hari.

Diagnosis nokturia

Nokturia adalah sebuah gejala dari kondisi tertentu. Itu sebabnya, diagnosis yang dilakukan umumnya untuk mencari tahu penyebab nokturia.

Untuk memastikan yang Anda alami memang nokturia, dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal, seperti:

  • Jam berapa Anda terbangun pertama kali di malam hari untuk buang air kecil?
  • Berapa kali Anda buang air kecil pada waktu malam?
  • Berapa banyak volume urine yang dikeluarkan?
  • Apakah urine yang keluar lebih banyak dari biasanya?
  • Seberapa banyak kafein yang dikonsumsi setiap harinya?
  • Apakah buang air kecil di malam hari sampai membuat Anda kurang tidur?
  • Obat-obatan apa saja yang Anda minum?

Dokter juga mungkin akan menanyakan pertanyaan terkait pola makan untuk memahami penyebab nokturia. Bila perlu, dokter juga akan merekomendasikan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium untuk mencari penyebabnya.

Cara mengatasi nokturia

Mengatasi nokturia harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.  Apabila penyebabnya adalah diabetes, pengobatan diabetes akan membantu Anda.

Sementara, jika penyebabnya adalah gangguan tidur, Anda bisa berkonsultasi ke dokter mengenai cara terbaik untuk mengatasi sleep apnea yang Anda alami.

Dokter mungkin akan menyarankan beberapa perubahan gaya hidup untuk membantu mengatasi nokturia, seperti:

  • Membatasi asupan cairan di malam hari, khususnya minuman kafein
  • Minum obat antidiuretik pada pagi hari atau maksimal 6 jam sebelum tidur
  • Tidur siang bisa membantu penyerapan cairan tubuh. Ini membuat Anda akan buang air kecil setelah tidur siang dan mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari
  • Menaikkan kaki saat duduk untuk membantu distribusi cairan tubuh
  • Senam kegel untuk membantu melatih otot dasar panggul

Perbedaan nokturia dan inkontinensia urine

Nokturia adalah salah satu kondisi yang umum ditemukan pada lansia. Selain itu, masalah buang air kecil lainnya yang juga umum terjadi pada lansia adalah inkontinensia urine. Walau sebenarnya, inkontinensia urine bisa terjadi pada usia berapa pun.

Inkontinensia urine adalah ketidakmampuan seseorang untuk dapat menahan buang air kecil. Akibatnya, orang yang mengalami inkontinensia urine bisa jadi lebih sering mengompol karena tidak mampu menahan buang air kecil hingga di toilet.

Kondisi ini berbeda dengan nokturia. Orang yang mengalami nokturia mungkin lebih sering buang air kecil di malam hari. Namun, mereka masih dapat menahan buang air kecil setidaknya sampai di toilet.

Perbedaan lainnya, keinginan buang air kecil akibat inkontinensia urine bisa terjadi kapan pun. Sementara nokturia spesifik merujuk pada frekuensi buang air kecil yang lebih sering di malam hari.

Kapan harus ke dokter?

Nokturia bisa menjadi tanda suatu penyakit tertentu. Untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi ke dokter.

Konsultasikan masalah buang air kecil di malam hari ke dokter spesialis jika:

  • Anda sudah beberapa hari terbangun di malam hari beberapa kali untuk buang air kecil
  • Buang air kecil di malam hari yang Anda alami mengganggu waktu tidur Anda
  • Anda mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil

Dokter akan membantu memberikan pengobatan yang tepat untuk membantu menemukan penyebab nokturia dan merekomendasikan pengobatan yang tepat. Anda bisa berkonsultasi ke dokter spesialis urologi di Eka Hospital. Selain pengobatan, dokter juga dapat membantu memberikan konsultasi terkait panduan diet yang perlu Anda jalani. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08118822564 untuk membuat janji temu.

Bagikan

  • medlineplus.gov, https://medlineplus.gov/ency/article/003141.htm

    Diakses pada 28 March 2026

  • mayoclinic.org, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-incontinence/symptoms-causes/syc-20352808

    Diakses pada 28 March 2026

  • my.clevelandclinic.org, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14510-nocturia#symptoms-and-causes

    Diakses pada 28 March 2026

  • ccjm.org, https://www.ccjm.org/content/ccjom/78/11/757.full.pdf

    Diakses pada 28 March 2026

  • sleepfoundation.org, https://www.sleepfoundation.org/physical-health/nocturia-or-frequent-unrination-night

    Diakses pada 28 March 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved