Home>Better Health>Urologi>Panduan Skrining Kesehatan Saluran Kemih Pria

Better Health

Panduan Skrining Kesehatan Saluran Kemih Pria

saluran kemih

Banyak pria sering kali mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru ke dokter saat gejalanya memburuk. Meski dianggap penyakit orang tua, faktanya saat ini gangguan saluran kemih bisa dialami pria di usia berapa saja.

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS menjelaskan bahwa pola hidup masyarakat modern yang minim bergerak, tingkat stres yang tinggi, serta faktor genetik kini membuat pria di usia produktif sudah harus waspada terhadap kesehatan saluran kemih mereka.

Salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah saluran kemih adalah skrining. Berikut adalah panduan lengkap skrining kesehatan urologi pria berdasarkan kelompok usia beserta rincian indikasi klinisnya.

Daftar skrining kesehatan urologi berdasarkan kelompok usia

1. Usia 30-an: fokus pada program kehamilan dan kesehatan reproduksi

Pada rentang usia ini, pria umumnya berada di puncak masa produktif dan masa keemasan karier. Tekanan pekerjaan yang memicu stres tinggi, kebiasaan merokok, serta pola hidup yang terlalu banyak duduk menjadi pemicu utama gangguan urologi pada usia muda.

  • Analisis sperma (Sperm Analysis): Skrining ini wajib bagi pria yang sedang merencanakan program kehamilan bersama pasangan. Melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel semen, dokter dapat mengevaluasi kuantitas, pergerakan, dan bentuk sperma.
  • Deteksi dini varikokel: USG testis juga bisa digunakan untuk mendeteksi varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis. Varikokel merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria yang paling sering ditemukan pada usia produktif, namun sering kali tidak disadari.

2. Usia 45 ke atas: evaluasi fungsi seksual & gejala awal prostat

Memasuki usia kepala empat, tubuh pria mulai mengalami penurunan produksi hormon testosteron secara perlahan serta berkurangnya elastisitas jaringan saluran kemih.

  • Evaluasi disfungsi ereksi (impotensi): Disfungsi ereksi sering menjadi penanda adanya kerusakan pembuluh darah. Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan penyumbatan pembuluh darah akibat penyakit jantung koroner, hipertensi, atau diabetes mellitus.
  • Pemeriksaan fungsi ginjal berkala: Tes darah laboratorium untuk memantau kadar Ureum dan Kreatinin. Skrining ini bertujuan untuk menilai kemampuan filtrasi ginjal dalam menyaring sisa metabolisme, sehingga tanda-tanda gagal ginjal dapat diidentifikasi sejak awal.
  • Pemantauan gejala berkemih (Lower Urinary Tract Symptoms): Gejala LUTS meliputi aliran urin yang melemah, harus mengejan saat berkemih, urin menetes di akhir BAB, atau sering terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil (nocturia).

3. Usia 50 Tahun ke atas: skrining wajib kanker prostat & BPH

Saat memasuki usia 50 tahun, Anda wajib melakukan pemeriksaan saluran kemih tahunan. Pada fase ini, kelenjar prostat pria mengalami pertumbuhan sekunder yang rentan memicu keganasan.

  • Tes PSA (Prostate-Specific Antigen): Pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar protein PSA yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Peningkatan kadar PSA dalam darah menjadi indikator awal adanya gangguan pada prostat, termasuk risiko tinggi terkena kanker prostat, bahkan jauh sebelum gejala fisik muncul.
  • Uroflowmetry: Prosedur diagnostik noninvasif untuk mengukur volume, kecepatan pancaran, dan durasi keluarnya urin saat berkemih. Hasil grafik dari alat uroflowmetry ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan sumbatan pada saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau Pembesaran Prostat Jinak.

Konsultasi spesialis urologi

Jangan menunda pemeriksaan urologi hanya karena merasa belum ada keluhan yang menyakitkan. Melakukan skrining sejak dini dapat membantu mempertahankan fungsi reproduksi, seksual, dan sistem ekskresi urin yang optimal hingga usia lanjut. Untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, diagnosis berbasis teknologi modern, serta konsultasi klinis yang akurat, Anda dapat menemui ahlinya secara langsung, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS, Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono

Segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

Bagikan

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved