.jpeg)
Rematik adalah kondisi yang di mana sendi dan jaringan sekitarnya mengalami peradangan dan nyeri. Salah satu jenis rematik yang paling umum adalah rheumatoid arthritis, yang merupakan penyakit autoimun. Faktor gaya hidup, termasuk pola makan, dapat memengaruhi tingkat keparahan gejala rematik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan yang sebaiknya dihindari serta pola makan yang dianjurkan bagi penderita rematik.
Pantangan makanan untuk penderita rematik
Beberapa jenis makanan dapat memperburuk peradangan dan gejala rematik. Berikut adalah makanan yang sebaiknya dihindari:
1. Makanan olahan dan cepat saji
Makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan olahan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.
2. Gula dan pemanis buatan
Konsumsi berlebihan gula tambahan dalam minuman bersoda, kue, dan permen dapat memicu peradangan dan memperburuk gejala rematik.
4. Daging merah dan olahan
Daging merah dan olahan seperti sosis dan ham mengandung senyawa yang dapat meningkatkan peradangan serta kadar asam urat dalam tubuh.
5. Produk susu tinggi lemak
Beberapa penderita rematik sensitif terhadap produk susu, terutama yang tinggi lemak, yang dapat memperburuk peradangan.
6. Makanan tinggi garam
Konsumsi berlebihan garam dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kondisi peradangan pada sendi.
7. Alkohol dan minuman berkafein
Alkohol dapat meningkatkan risiko peradangan dan memengaruhi efektivitas obat rematik. Sementara itu, konsumsi kafein berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur yang penting bagi pemulihan tubuh.
Pola makan yang dianjurkan untuk penderita rematik
Sebaliknya, beberapa jenis makanan dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan sendi:
1. Ikan berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki sifat antiinflamasi.
2. Buah dan sayur segar
Sayuran berdaun hijau, brokoli, wortel, dan buah-buahan seperti jeruk, stroberi, serta blueberry kaya akan antioksidan dan vitamin yang membantu melawan peradangan dan menstabilkan molekul yang disebut radikal bebas.
3. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Almond, kenari, dan biji chia merupakan sumber lemak sehat yang bermanfaat bagi penderita rematik.
4. Minyak sehat
Minyak zaitun extra virgin dan minyak kelapa dapat digunakan sebagai pengganti minyak goreng biasa karena memiliki sifat antiinflamasi. Minyak zaitun mengandung senyawa oleocanthal yang dapat bertindak sebagai obat pereda nyeri.
5. Makanan kaya Serat
Serat membantu mengontrol kadar inflamasi dalam tubuh. Sumber serat yang baik seperti oatmeal, quinoa, dan kacang-kacangan.
6. Air putih dan teh herbal
Mengonsumsi cukup air putih membantu menjaga kesehatan sendi, sementara teh hijau dan teh jahe memiliki sifat antiinflamasi yang bermanfaat.
Mengelola rematik bukan hanya dengan pengobatan, tetapi juga dengan menerapkan pola makan sehat. Menghindari makanan yang dapat memicu peradangan serta mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dapat membantu mengurangi gejala rematik dan meningkatkan kualitas hidup. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda..
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi Eka Hospital. Dokter-dokter kami siap memberikan bantuan untuk mengatasi berbagai penyakit sendi, seperti rematik hingga arthritis. Untuk mendapatkan informasi, segera buat janji dengan dokter lewat appointment center di 1-500-129 dan WA center 0889-1500-129.

