
Patah tulang rusuk adalah salah satu kondisi yang umum terjadi akibat cedera pada area dada. Cedera tersebut dapat membuat tulang rusuk menjadi retak ataupun patah. Patah tulang rusuk membutuhkan penanganan segera sebab dapat berdampak pada organ dalam yang dilindungi oleh tulang ini, seperti paru-paru dan jantung.
Apa itu patah tulang rusuk?
Sesuai namanya, patah tulang rusuk atau rib fracture adalah kondisi ketika tulang rusuk, yakni tulang yang membentuk rongga dada mengalami patah atau retak. Cedera olahraga atau benturan hebat, seperti dari kecelakaan kendaraan, adalah penyebab paling umum tulang rusuk Anda patah.
Meski demikian, tulang rusuk juga bisa saja patah atau retak tanpa adanya benturan. Kemungkinan ini disebabkan oleh masalah tulang, seperti osteoporosis.
Tulang rusuk adalah tulang yang membentuk rongga dada. Tulang ini berfungsi melindungi organ dalam di rongga dada, seperti paru-paru dan jantung. Tulang rusuk yang patah dapat terasa sangat menyakitkan.
Meski demikian, tulang rusuk yang patah bisa pulih tanpa pembedahan dalam beberapa bulan. Pembedahan akan dilakukan apabila retakan atau patahan tulang rusuk membahayakan organ dalam Anda.
Gejala patah tulang rusuk
Gejala utama yang Anda rasakan jika tulang rusuk Anda patah adalah nyeri di area dada terutama saat Anda menarik napas.
Ciri-ciri yang mungkin menandakan tulang rusuk Anda patah atau retak, antara lain:
- Nyeri hebat di area dada, terutama saat Anda menarik napas, batuk, atau menggerakkan tubuh bagian atas ataupun dada
- Memar atau kemerahan di area dada atau tulang rusuk
- Merasakan atau mendengar bunyi retakan tulang saat insiden terjadi
- Bengkak dan kemerahan pada area tulang rusuk yang terdampak
Penyebab tulang rusuk patah
Benturan keras biasanya menjadi penyebab utama tulang rusuk patah. Akan tetapi, masalah tulang keropos juga bisa menyebabkan tulang rusuk patah atau retak, sekalipun tidak ada benturan.
Beberapa penyebab tulang rusuk patah, yaitu:
- Kecelakaan mobil atau motor
- Terjatuh
- Cedera olahraga
- Batuk yang terlalu keras
- Osteoporosis
- Kanker pada tulang rusuk
Dari penyebab di atas, atlet dan lansia adalah dua kelompok yang lebih berisiko mengalami patah tulang rusuk dibandingkan anak-anak. Ini karena tulang anak-anak cenderung lebih fleksibel.
Diagnosis
Untuk memastikan apakah Anda mengalami patah tulang rusuk, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik ini meliputi meminta Anda menarik napas dalam untuk mengetahui ada nyeri yang ditimbulkan atau tidak.
Pemeriksaan atau pencitraan seperti rontgen juga mungkin direkomendasikan untuk menegakkan diagnosis.
Beberapa metode pemeriksaan yang mungkin dilakukan, antara lain:
- Rontgen
- MRI
- CT scan
Pengobatan patah tulang rusuk
Biasanya, pada kasus patah tulang, pemasangan gips atau bidai umum digunakan untuk membantu mempercepat pemulihan tulang. Namun, hal ini belum tentu dapat dilakukan pada patah tulang rusuk sebab areanya yang agak sulit untuk dipasangi bidai.
Maka itu, jika patahan tulang rusuk tidak melukai atau membahayakan organ dalam, kemungkinan dokter tidak merekomendasikan pengobatan khusus dan tulang pulih seiring waktu.
Biasanya, patah tulang rusuk dapat pulih dalam waktu 6 minggu.
Meski demikian, dokter bisa memberikan obat-obatan atau terapi untuk membantu mengatasi gejala patah tulang yang muncul.
Beberapa opsi pengobatan patah tulang rusuk, antara lain:
- Obat antinyeri sesuai dengan anjuran dokter
- Kompres hangat atau dingin di area tulang rusuk yang terasa nyeri
- Beristirahat
- Tidur dengan posisi agak tegak pada hari-hari awal
- Bernapas seperti biasa bila nyerinya terasa mulai reda
- Memeluk bantal bila ingin batuk
Operasi patah tulang rusuk
Operasi patah tulang rusuk dipilih menjadi opsi pengobatan apabila cedera telah membuat seseorang menjadi sulit bernapas sehingga memerlukan alat bantu napas atau patahan tulang berisiko membahayakan organ bagian dalam, seperti paru-paru dan jantung. Kegagalan penyatuan tulang selama masa pemulihan juga bisa membuat Anda perlu menjalani operasi.
Beberapa pilihan operasi untuk patah tulang rusuk, yaitu:
- Internal fiksasi, menggunakan sekrup dan plat atau kawat dan pen
- Cangkok tulang (bone graft) yang berasal dari tulang pinggul, pendonor, maupun tulang buatan
Komplikasi
Patah tulang rusuk yang berat dapat menyebabkan area tubuh lain, khususnya organ dalam, ikut terluka.
Beberapa komplikasi patah tulang rusuk yang mungkin terjadi, antara lain:
- Robekan pada organ dalam, seperti paru, jantung, ginjal, limpa, dan liver
- Robekan pembuluh darah besar (aorta) tubuh
- Pneumonia akibat kesulitan bernapas akibat rasa sakit yang muncul
- Pneumothorax
Pencegahan
Penyebab utama patah tulang rusuk adalah kecelakaan. Jadi, Anda mungkin tidak dapat menghindari sepenuhnya.
Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir risiko patah tulang rusuk, seperti:
- Menggunakan pelindung yang tepat saat berolahraga
- Menata rumah agar lebih aman untuk lansia dan terhindar dari jatuh
- Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara
- Menggunakan alat bantu jalan untuk lansia yang sudah mengalami kesulitan berjalan
- Memperkuat tulang dengan memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D harian
Apabila Anda baru saja mengalami kecelakaan atau benturan di area dada dan merasa sangat sakit saat bernapas, segeralah pergi ke dokter spesialis ortopedi untuk memastikan penyebabnya.
Terlebih, jika Anda menyadari adanya memar dan bengkak pada area tulang rusuk.
Dokter nantinya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda mengalami patah tulang atau bukan.
Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan kalsium harian Anda untuk mencegah osteoporosis. Jika ingin berkonsultasi, pilihlah dokter spesialis ortopedi berpengalaman yang mampu membantu Anda mulai dari konsultasi hingga memberikan pelayanan tindakan tertentu.
Anda bisa berkonsultasi ke pusat unggulan spesialis ortopedi kami di Gatam Institute Eka Hospital. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 0889-1500-129 untuk membuat janji temu.

