Home>Better Health>Info Kesehatan>Pemeriksaan Kesehatan Pranikah yang Perlu Dilakukan Calon Suami Istri

Better Health

Pemeriksaan Kesehatan Pranikah yang Perlu Dilakukan Calon Suami Istri

 

Tidak banyak yang merasa bahwa sepasang calon suami istri penting untuk menjalankan pemeriksaan kesehatan pranikah secara mandiri. Kebanyakan karena pasangan ini cenderung merasa sehat dan tidak merasakan keluhan apa pun.

Padahal, beberapa kondisi genetik bisa jadi tidak akan memunculkan gejala tertentu dan tidak disadari karena hanya pembawa sifat. Berbahayanya, jika sesama pembawa sifat menikah, ini justru dapat berdampak fatal bagi anaknya kelak.

Apa Itu Pemeriksaan Kesehatan Pranikah?

Pemeriksaan kesehatan pranikah adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada calon suami dan istri. Pemeriksaan dilakukan untuk memeriksa kondisi genetik, penyakit yang ditularkan lewat darah atau infeksi lainnya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit antara suami dan istri ataupun ke anak mereka nantinya.

Tak cuma itu, premarital check up juga dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan penyakit genetik diturunkan ke anak dan mengetahui seberapa besar risiko kesehatan yang mungkin dapat dihadapi calon pasangan suami istri, baik terkait mereka ataupun anak mereka.

Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah, Anda dapat menurunkan angka kematian yang berhubungan dengan kondisi genetik dan kongenital.

Apa Saja Tes Kesehatan Pranikah?

Pemeriksaan kesehatan pranikah dapat dilakukan setidaknya 3 bulan sebelum sepasang calon suami istri melangsungkan pernikahan. Jenis pemeriksaan yang dilakukan biasanya yang berhubungan dengan infeksi yang mungkin dapat berdampak pada reproduksi.

Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, hingga tes laboratorium.

Menurut Kemenkes RI, setidaknya ada 7 jenis pemeriksaan kesehatan pranikah yang umum dilakukan:

1. Tes darah

Tes darah lengkap dapat dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan pranikah sebagai skrining kondisi genetik, seperti anemia sel sabit atau thalasemia. Keduanya adalah penyakit genetik yang tidak memunculkan gejala pada pembawa sifat (carrier).

Namun, jika sesama carrier menikah, sang anak dapat memiliki gejala yang cukup berat.

Tes darah dapat meliputi leukosit, eritrosit, trombosit, hematokrit, hemoglobin, dan laju endap darah.

2. Tes golongan darah dan rhesus

Pemeriksaan ini, terutama rehus, dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya ketidakcocokan rhesus antara ibu dan calon bayi nantinya.

Sebab, rhesus negatif pada perempuan yang menikah dengan rhesus positif pada pria berisiko menyebabkan kehamilan dengan bayi yang rhesusnya tidak cocok dengan ibu dan dapat berdampak fatal pada anak.

3. Pemeriksaan hepatitis B

Hepatitis B adalah salah satu penyakit yang menular lewat hubungan seksual. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah penularan hepatitis B satu sama lain.

Selain itu, hepatitis B saat hamil diketahui dapat berisiko menyebabkan cacat janin hingga kematian pada bayi.

4. Tes TORCH

TORCH adalah kelompok penyakit yang terdiri atas toksoplasma, rubella, dan herper, serta infeksi menular lainnya. Jika terinfeksi saat hamil, virus ini dapat berdampak pada bayi di dalam kandungan, seperti kelainan otak, keguguran, atau prematur.

Menjalani tes TORCH pada pemeriksaan kesehatan pranikah bisa membantu mencegah dan menurunkan risiko komplikasi kehamilan.

5. Tes HIV/AIDS

Pemeriksaan HIV/AIDS juga dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan pranikah. Ini karena HIV/AIDS yang dimiliki ibu hamil dapat berisiko ditularkan ke bayi lewat proses persalinan.

6. Tes gula darah

Tes gula darah dilakukan untuk mengetahui risiko Anda terhadap diabetes. Sebab, diabetes dapat meningkatkan risiko cacat janin dan keguguran akibat komplikasi diabetes.

Menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah untuk diabetes dapat membantu Anda dan pasangan mengantisipasi risiko diabetes saat hamil.

7. Tes urine

Tes urine lengkap dilakukan untuk mengetahui penyakit metabolik. Sebab, beberapa penyakit metabolik dapat diturunkan.

Apakah Pemeriksaan Kesehatan Pranikah Wajib?

Sesungguhnya pemeriksaan kesehatan pranikah tidaklah bersifat wajib. Meski demikian, dalam beberapa urusan administrasi pernikahan ke negara, pemerintah mewajibkan adanya beberapa pemeriksaan sederhana, terutama yang berhubungan dengan penyakit menular seksual.

Namun, pemeriksaan tersebut umumnya tidak sedetail dengan pemeriksaan kesehatan pranikah yang dilakukan secara mandiri.

Walaupun tidak diwajibkan, premarital screening penting dilakukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan di masa yang akan datang, baik itu untuk pasangan suami istri ataupun calon anak. Sebab, beberapa kondisi bawaan mungkin saja tidak memunculkan gejala apa pun sehingga Anda tidak menyadarinya.

Sekalipun dalam pemeriksaan kesehatan pranikah ditemukan adanya kelainan genetik pada Anda dan pasangan, bukan artinya pernikahan tidak dapat dilakukan.

Pernikahan tentu saja dapat dilakukan, tapi dengan memahaminya perencanaan Anda dalam memiliki anak bisa dikonsultasikan lebih dini untuk mencegah risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Eka Hospital memiliki paket skrining pemeriksaan kesehatan pranikah untuk Anda dan pasangan yang bisa Anda dapat di seluruh jaringan rumah sakit Eka Hospital.

Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1500129 atau WhatsApp di 08891500129 untuk informasi lebih lanjut.

Bagikan

  • platform.who.int, https://platform.who.int/docs/default-source/mca-documents/policy-documents/guideline/OMN-CH-50-08-GUIDELINE-2018-eng-Premarital-Testing-Counselling-National-Guideline.pdf

    Diakses pada 31 January 2026

  • ayosehat.kemkes.go.id, https://ayosehat.kemkes.go.id/7-jenis-tes-dalam-cek-pra-nikah-yang-akan-dijalani-calon-pengantin

    Diakses pada 31 January 2026

  • unair.ac.id, https://unair.ac.id/the-importance-of-pre-marital-screening/

    Diakses pada 31 January 2026

  • scholar.ui.ac.id, https://scholar.ui.ac.id/en/publications/premarital-screening-a-catalyst-for-achieving-good-health-and-wel/

    Diakses pada 31 January 2026

EKA HOSPITAL

APPOINTMENT CENTER

menu1-500-129

Jam Operasional Layanan Telepon 06:00 - 22.00 WIB

Layanan Booking Mandiri 24 jam via Website

Copyright © 2026 Eka Hospital - All Rights Reserved