
Beberapa waktu belakangan, kita sempat dihebohkan dengan maraknya kasus cuci darah akibat gagal ginjal akut yang terjadi pada orang yang berusia produktif, alias pada usia yang muda. Bahkan, beberapa di antaranya terjadi pada anak-anak.
Sebenarnya, terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan gagal ginjal di usia muda. Meski demikian, faktor gaya hidup menjadi salah satu pemicu angka gagal ginjal di usia produktif mengalami peningkatan.
Benarkah gagal ginjal semakin banyak pada usia muda atau produktif?
Dilansir dari laman Kemenkes RI, disebutkan terjadi peningkatan kasus cuci darah akibat kerusakan ginjal, khususnya pada orang usia produktif beberapa tahun ke belakang.
Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah penelitian yang dimuat dalam Frontiers in Endocrinology bahwa terjadi kenaikan angka gagal ginjal kronis pada usia muda (usia 15-39 tahun) dari 25 kasus menjadi 32 kasus per 100.000 penduduk.
Penyebab meningkatnya kasus gagal ginjal di usia produktif
Menurut penelitian, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal ginjal kronik, di antaranya:
- Kadar gula darah tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Obesitas
Ketiganya adalah kondisi yang sering kali dipengaruhi oleh kebiasaan hidup tidak sehat. Hal ini juga sejalan dengan apa yang diungkap oleh Kemenkes RI terkait dengan meningkatnya kasus cuci darah pada usia muda di Indonesia.
Kemenkes RI menyebut, konsumsi gula berlebihan jadi salah satu faktor penyumbang meningkatnya kasus gagal ginjal di usia produktif.
Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu, Indonesia termasuk sebagai salah satu negara pengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tertinggi di Asia Pasifik. Padahal, minuman dalam kemasan ini rata-rata mengandung 22,8 gr gula per 250 ml, yaitu sekitar 45,6% dari batas konsumsi gula yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Konsumsi gula berlebihan terus-menerus dalam jangka panjang dapat berujung pada diabetes. Diabetes inilah yang menyebabkan kadar gula darah tinggi sehingga lama-kelamaan dapat memengaruhi sel-sel di ginjal dan merusaknya. Akibatnya, kerja ginjal dalam menyaring darah dan racun tidak lagi optimal.
Selain beberapa penyebab di atas, gagal ginjal pada usia produktif umumnya juga dapat disebabkan oleh masalah autoimun, kondisi genetik, atau masalah struktur jaringan ginjal.
Berapa lama penderita gagal ginjal harus cuci darah?
Anda mungkin khawatir dan bingung, apakah orang yang harus cuci darah akibat gagal ginjal akan terus harus cuci ginjal seumur hidupnya? Ini tergantung dari jenis gagal ginjal yang Anda alami.
Terdapat dua jenis gagal ginjal yang mungkin terjadi:
- Gagal ginjal akut: gagal ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dan bersifat sementara.
- Gagal ginjal kronis: gagal ginjal yang terjadi akibat penyakit ginjal kronis, muncul perlahan dan memburuk seiring waktu.
Pada orang usia produktif, umumnya gagal ginjal yang terjadi adalah gagal ginjal akut terutama jika pola makan Anda tidak sehat. Biasanya, cuci darah yang dilakukan akibat gagal ginjal akut tidak perlu dilakukan seumur hidup.
Berhubung gagal ginjal akut bersifat sementara, artinya jika kondisinya sudah berhasil ditangani dan fungsi ginjal telah kembali, Anda tidak harus menjalani cuci darah.
Namun, untuk gagal ginjal kronis biasanya membutuhkan cuci darah seumur hidup untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak.
Selain cuci darah, opsi lain yang mungkin tersedia adalah melakukan transplantasi ginjal. Dengan memberikan ginjal sehat dari pendonor, fungsi ginjal pasien bisa kembali optimal.
Baik cuci darah ataupun transplantasi ginjal adalah kondisi yang memiliki risiko dan efek samping masing-masing. Maka itu, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter dalam merencanakan pengobatan Anda.
Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Hery Emria, Sp.PD-KGH, Eka Hospital Permata Hijau, untuk mengetahui pilihan terbaik yang Anda miliki. Hubungi Call Center Eka Hospital di nomor 1-500-129 atau WhatsApp di nomor 0889-1500-129 untuk membuat janji temu ataupun mendapatkan informasi kesehatan lain, termasuk jadwal dokter di Eka Hospital terdekat Anda.

