
Beberapa orang mungkin akan merasakan dirinya pusing dan gemetar ketika belum makan. Akan tetapi, ada pula orang yang justru merasa pusing setelah makan. Umumnya, kondisi ini berhubungan dengan beberapa penyebab kesehatan, mulai dari masalah gula darah hingga tekanan darah.
Apakah ini kondisi yang berbahaya?
Penyebab pusing setelah makan
Pusing adalah sensasi kepala terasa ringan atau badan melayang. Biasanya, pusing bisa terjadi ketika tekanan darah rendah ataupun kadar gula dalam darah yang rendah.
Normalnya, setelah makan gula darah Anda akan naik. Akan tetapi, beberapa orang justru mengalami penurunan gula darah setelah makan sehingga mengalami pusing.
Berikut ini beberapa penyebab Anda merasakan pusing setelah makan:
1. Kadar gula darah rendah
Hipoglikemia reaktif adalah kondisi ketika kadar gula darah menjadi rendah secara tiba-tiba setelah makan sehingga menyebabkan Anda mengalami pusing. Walau orang diabetes lebih umum mengalami hal ini, mereka yang tidak diabetes juga bisa saja mengalaminya.
Penurunan kadar gula darah ini dapat terjadi pada 2-5 jam setelah Anda makan. Hal ini terjadi akibat produksi insulin yang terlalu tinggi setelah makan sehingga pemecahan gula di dalam darah jadi sangat cepat dan menyebabkan penurunan kadar glukosa darah.
Hipoglikemia reaktif jugalah yang dapat menyebabkan Anda mengalami pusing setelah makan makanan manis karena produksi insulin akan jadi lebih banyak.
2. Tekanan darah rendah
Pusing setelah makan juga bisa disebabkan oleh tekanan darah turun secara tiba-tiba. Kondisi ini dikenal dengan hipotensi postprandial.
Kondisi ini bisa terjadi karena saluran cerna membutuhkan darah lebih banyak untuk proses pencernaan sehingga dapat menyebabkan suplai darah ke area tubuh lainnya, seperti otak, jadi berkurang. Dengan demikian, terjadilah pusing.
Pertambahan usia dan memiliki hipertensi adalah dua faktor yang dapat memicu kondisi ini.
3. Obat-obatan diabetes
Beberapa jenis obat diabetes perlu dikonsumsi setelah makan untuk menghindari lonjakan gula darah yang terlalu tinggi. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, konsumsi obat ini bisa saja membuat Anda merasakan pusing sehabis makan.
Hal itu terjadi karena penurunan gula darah yang terlalu drastis akibat obat. Biasanya, ini dapat terjadi ketika porsi makanan Anda sebelum konsumsi obat diabetes terlalu sedikit atau dosis obat yang terlalu tinggi.
4. Alergi makanan
Reaksi alergi atau sensivitas terhadap makanan tertentu bisa juga menyebabkan pusing, tidak hanya sekadar gatal atau ruam.
Apabila Anda mengalami reaksi alergi makanan, seperti ruam, wajah bengkak, sesak napas, dan pusing, segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan reaksi alergi berat (anafilaksis) yang tepat.
5. Makanan tertentu
Beberapa jenis makanan dan minuman juga bisa menyebabkan Anda pusing setelah makan, terlebih jika Anda memiliki kondisi medis tertentu yang berhubungan dengan pusing dan vertigo.
Misalnya saja, makanan asin atau tinggi garam bisa meningkatkan risiko pusing setelah makan pada mereka yang memiliki penyakit Meniere. Hal ini terjadi karena garam dapat meningkatkan tekanan di bagian telinga dalam dan menyebabkan Anda pusing.
Contoh lain, alkohol juga bisa menyebabkan Anda mengalami pusing setelah mengonsumsinya. Ini karena alkohol dapat menurunkan aliran darah di area telinga dalam yang jadi pusat keseimbangan sehingga menyebabkan Anda pusing.
6. Berdiri setelah makan
Terkadang, pusing setelah makan yang Anda rasakan mungkin bukan disebabkan oleh makanannya. Apalagi jika pusingnya terjadi segera ketika Anda bangkit berdiri setelah menyelesaikan makanan Anda.
Apabila ini yang terjadi, pusing yang Anda rasakan kemungkinan disebabkan oleh hipotensi ortostatik. Ini adalah kondisi ketika tekanan darah menjadi terlalu rendah ketika Anda berubah posisi dari berbaring atau duduk ke berdiri.
Cara mengatasi pusing setelah makan
Untuk mengatasi pusing setelah makan biasanya tergantung penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihannya, antara lain:
- Minum segelas air besar sebelum makan untuk mencegah pusing setelah makan akibat hipotensi
- Makan lebih sering dengan porsi yang sedikit
- Memilih makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran
- Konsumsi makanan tinggi serat
- Berdiri perlahan setelah makan
- Memastikan porsi makan tidak terlalu sedikit terutama jika Anda harus minum obat diabetes
- Berkonsultasi dengan dokter bila perlu terkait dosis obat diabetes
Beberapa ibu hamil juga mungkin akan mengalami pusing setelah makan. Namun, kondisi ini biasanya akan membaik setelah melahirkan.
Kapan harus ke dokter?
Umumnya, pusing setelah makan bukanlah kondisi serius yang perlu diperhatikan. Apalagi, jika Anda tidak memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes.
Akan tetapi, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika pusing setelah makan ini terus-menerus terjadi dan mengganggu aktivitas Anda. Pusing setelah makan juga perlu dikonsultasikan ke dokter apabila memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes. Sebab, Anda mungkin saja membutuhkan penyesuaian dosis. Jangan menghentikan obat atau mengurangi dosisnya tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Konsultasikan masalah kesehatan Anda dengan tim dokter terbaik yang kami miliki di jaringan Rumah Sakit Eka Hospital di Indonesia. Hubungi Call Center kami di 1500129 atau layanan WhatsApp kami di 08891500129 untuk membuat janji temu.

